Pemandangan kanal dan bangunan tradisional di Kota Kuno Suzhou

Ada dua hal yang membuat sebuah kota ramai dikunjungi wisatawan, yaitu keindahan alam dan kekayaan budaya. Kota Suzhou di Provinsi Jiangsu memiliki keduanya sekaligus, dan itulah yang menjadikannya salah satu destinasi paling populer di Tiongkok.

Berdiri sejak tahun 514 Sebelum Masehi sebagai ibu kota Negara Wu, Suzhou termasuk kota yang paling lama dihuni secara terus-menerus di Tiongkok. Jaringan kanal yang membelah kota tuanya membuat Suzhou memperoleh julukan Venesia dari Timur, meski karakternya sesungguhnya sangat berbeda dari kota di Italia tersebut.

Letaknya pun sangat strategis. Dari Shanghai, Suzhou dapat dijangkau dengan kereta cepat hanya dalam waktu sekitar dua puluh lima menit, sehingga kota ini kerap menjadi tujuan perjalanan sehari bagi wisatawan yang sedang berada di Shanghai.

Kanal Suzhou dan Grand Canal

Perjalanan di Suzhou sebaiknya dimulai dari kota tuanya. Kawasan ini dialiri jaringan kanal yang usianya mencapai ribuan tahun, dengan lebar rata-rata sekitar sepuluh hingga dua puluh meter dan kedalaman sekitar satu hingga tiga meter.

Menyusurinya dengan perahu tradisional menjadi pengalaman yang paling banyak dicari. Tersedia berbagai pilihan, mulai dari perahu dayung, perahu bermotor, hingga kapal wisata yang lebih besar. Menjelang malam, suasananya berubah karena lampion menyala di sepanjang tepian, dan pada rute tertentu wisatawan dapat menikmati pertunjukan pingtan, seni tutur berdendang khas Suzhou.

Kanal-kanal di Suzhou merupakan bagian dari Grand Canal atau Da Yun He (大运河), kanal buatan manusia terpanjang dan tertua di dunia. Panjang keseluruhannya mencapai sekitar 1.794 kilometer, membentang dari Beijing di utara hingga Hangzhou di selatan.

Bagian tertuanya mulai digali pada abad ke-5 Sebelum Masehi, sementara penyatuan berbagai ruas menjadi satu jalur utuh terjadi pada masa Dinasti Sui sekitar abad ke-7 Masehi. Inilah yang membedakannya dari kanal Venesia, karena Grand Canal bukan sekadar kanal kota melainkan jalur air lintas provinsi yang berfungsi untuk transportasi, irigasi, sekaligus pengendalian air. Atas nilai sejarah dan tekniknya, UNESCO menetapkan Grand Canal sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 2014.

Taman Klasik Suzhou, Warisan Dunia UNESCO

Taman klasik Suzhou dengan kolam, paviliun, dan tatanan batu khas Tiongkok

Jika kanal adalah urat nadi Suzhou, maka taman klasiknya adalah jiwa kota ini. Di seluruh Suzhou terdapat lebih dari lima puluh taman klasik yang masih bertahan, dan sembilan di antaranya ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1997, lalu diperluas pada tahun 2000.

Yang membuat taman-taman ini istimewa adalah filosofinya. Taman klasik Tiongkok tidak dirancang untuk memamerkan keteraturan seperti taman Eropa, melainkan untuk menghadirkan lanskap alam dalam bentuk miniatur. Gunung diwakili oleh tatanan batu, sungai oleh kolam, dan hutan oleh rumpun bambu. Jendela berbentuk khusus sengaja ditempatkan untuk membingkai pemandangan, sehingga setiap sudut memberi kesan seperti lukisan.

Nama Taman Nama Mandarin Keterangan
Humble Administrator’s Garden 拙政园 (Zhuōzhèng Yuán) Terbesar dan paling terkenal
Lingering Garden 留园 (Liú Yuán) Terkenal karena tata ruangnya
Master of the Nets Garden 网师园 (Wǎngshī Yuán) Kecil namun sangat padat detail
Mountain Villa with Embracing Beauty 环秀山庄 (Huánxiù Shānzhuāng) Terkenal karena tatanan batunya
Canglang Pavilion 沧浪亭 (Cānglàng Tíng) Taman tertua di antara kesembilannya
Lion Grove Garden 狮子林 (Shīzi Lín) Terkenal dengan labirin bebatuannya
Garden of Cultivation 艺圃 (Yì Pǔ) Bergaya Dinasti Ming yang bersahaja
Couple’s Garden Retreat 耦园 (Ǒu Yuán) Memiliki dua taman yang berpasangan
Retreat and Reflection Garden 退思园 (Tuìsī Yuán) Terletak di kota air Tongli

Bagi Anda yang waktunya terbatas, tidak perlu memaksakan mengunjungi seluruhnya. Humble Administrator’s Garden umumnya menjadi pilihan pertama karena skalanya paling besar, sementara Master of the Nets Garden justru menarik karena memperlihatkan bagaimana lahan sempit dapat diolah menjadi ruang yang terasa luas. Sebaiknya datang pada pagi hari untuk menghindari keramaian sekaligus merasakan ketenangan yang menjadi inti dari taman-taman ini.

Daya Tarik Lain di Suzhou

Selain kanal dan taman, Suzhou menyimpan banyak tempat yang layak dikunjungi.

Pingjiang Road dan Shantang Street. Dua jalan bersejarah yang mempertahankan suasana kota lama, dengan rumah tradisional, kedai teh, dan toko kerajinan di sepanjang tepian kanal.

Tiger Hill. Bukit bersejarah dengan pagoda miring berusia lebih dari seribu tahun, sering disebut sebagai Menara Miring dari Tiongkok.

Suzhou Museum. Dirancang oleh arsitek I.M. Pei, museum ini memadukan arsitektur Tiongkok tradisional dengan garis-garis modern, dan bangunannya sendiri sudah menjadi daya tarik tersendiri.

Danau Taihu. Salah satu danau air tawar terbesar di Tiongkok, cocok untuk bersantai menikmati panorama. Kawasan sekitarnya juga dikenal sebagai penghasil batu taihu yang banyak digunakan dalam taman klasik.

Danau Jinji. Berada di kawasan Suzhou Industrial Park, danau buatan ini dikelilingi gedung modern dan menjadi tempat favorit warga menikmati sore hari. Kawasan ini memperlihatkan wajah Suzhou yang kontras dengan kota tuanya.

Kota air Tongli dan Zhouzhuang. Berada tidak jauh dari Suzhou, keduanya merupakan permukiman tepi air yang mempertahankan arsitektur dan cara hidup tradisional, dan sangat cocok dijadikan tujuan perjalanan sehari.

Dari sisi kuliner, Suzhou dikenal dengan masakan yang cenderung manis dan halus. Salah satu yang paling terkenal adalah kepiting berbulu, yang secara khusus identik dengan Danau Yangcheng di wilayah Suzhou dan hanya tersedia pada musim tertentu, umumnya sekitar musim gugur. Suzhou juga merupakan pusat produksi sutra sejak berabad-abad lalu, dan hal ini dapat ditelusuri melalui museum sutra yang ada di kota.

Kuliah di Kota Suzhou

Selain sebagai destinasi wisata, Suzhou juga menjadi kota tujuan studi yang berkembang pesat.

Soochow University yang berdiri sejak 1900 merupakan universitas tertua sekaligus paling dikenal di kota ini, dengan cakupan bidang studi yang luas mulai dari hukum, ilmu sosial, hingga sains dan kedokteran.

Xi’an Jiaotong-Liverpool University yang berlokasi di Suzhou Industrial Park merupakan universitas hasil kerja sama antara Tiongkok dan Inggris, dengan bahasa pengantar Inggris. Kampus ini kerap menjadi pertimbangan bagi mahasiswa internasional yang menginginkan lingkungan belajar berbahasa Inggris di Tiongkok.

Suzhou University of Science and Technology yang berdiri sejak 1953 dikenal dengan program di bidang teknik, sains, dan perencanaan kota.

Daya tarik Suzhou sebagai kota studi tidak lepas dari posisinya sebagai salah satu pusat industri dan teknologi di Delta Sungai Yangtze, serta kedekatannya dengan Shanghai. Kombinasi ini membuka peluang magang dan karier setelah lulus.

Namun ada satu hal penting yang perlu diluruskan. Mahasiswa internasional di Tiongkok tidak bebas bekerja selama masa studi. Untuk mengambil pekerjaan paruh waktu maupun magang di luar kampus, diperlukan izin resmi dari pihak universitas serta otoritas keimigrasian setempat, dan izin tersebut dicantumkan pada dokumen izin tinggal. Bekerja tanpa izin dapat berakibat serius, termasuk pencabutan izin tinggal. Karena itu, sebaiknya jangan menjadikan penghasilan dari bekerja sebagai perhitungan utama pembiayaan studi Anda.

“Suzhou sering luput dari daftar pertimbangan calon mahasiswa Indonesia karena kalah populer dibanding Beijing atau Shanghai. Padahal dari sisi kualitas hidup, kota ini sangat nyaman, biayanya lebih masuk akal, dan aksesnya ke Shanghai hanya hitungan menit dengan kereta cepat. Untuk yang ingin fokus belajar tanpa hiruk-pikuk kota besar, Suzhou pilihan yang layak dilirik.”

Veby Millian, CEO and Co-founder BRCC Indonesia

Persiapan Kuliah di Suzhou

Jika Anda mempertimbangkan Suzhou sebagai tujuan studi, berikut hal yang perlu disiapkan.

Persyaratan akademik terbaru. Sejak tahun akademik 2026/2027, calon mahasiswa internasional jenjang sarjana umumnya perlu mengikuti China Scholastic Competency Assessment atau CSCA, terutama bagi pelamar beasiswa pemerintah Tiongkok. Pelajari selengkapnya melalui artikel tentang apa itu CSCA.

Kemampuan bahasa Mandarin. Meski tersedia program berbahasa Inggris, kemampuan berbahasa Mandarin sangat menentukan kenyamanan hidup sehari-hari. Sebagian besar program juga mensyaratkan sertifikat HSK.

Perhitungan biaya. Biaya hidup di Suzhou umumnya lebih terjangkau dibanding Shanghai, meski tergolong lebih tinggi dibanding kota di wilayah pedalaman. Susun perhitungan realistis yang mencakup akomodasi, makan, transportasi, dan asuransi.

Untuk gambaran berkas dan ketentuan pendaftaran, simak panduan persyaratan masuk universitas di China. Jika ingin membandingkan dengan kota lain di Tiongkok, tersedia pula ulasan tentang Nanjing, ibu kota selatan Tiongkok yang masih berada di provinsi yang sama.

Pertanyaan Seputar Kota Suzhou

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Suzhou?

Musim semi sekitar Maret hingga Mei serta musim gugur sekitar September hingga November merupakan waktu paling nyaman, baik dari sisi cuaca maupun keindahan tamannya. Musim gugur juga bertepatan dengan musim kepiting berbulu. Musim panas cenderung terik dan lembap, sementara musim dingin terasa cukup menusuk meski jarang bersalju.

Berapa lama sebaiknya berada di Suzhou?

Dua hingga tiga hari umumnya memadai untuk menikmati taman utama, kota tua, dan menyusuri kanal. Bila ingin menambahkan perjalanan ke kota air seperti Tongli atau Zhouzhuang, tambahkan satu hari lagi. Suzhou juga bisa dijadikan tujuan perjalanan sehari dari Shanghai, meski waktunya akan terasa cukup padat.

Apakah semua taman klasik perlu dikunjungi?

Tidak perlu. Mengunjungi terlalu banyak taman dalam satu hari justru membuat kesannya menjadi kabur karena banyak elemen yang serupa. Dua hingga tiga taman dalam sehari, dinikmati dengan tenang, umumnya memberikan pengalaman yang jauh lebih berkesan.

Apakah mahasiswa internasional boleh bekerja di Tiongkok?

Tidak secara bebas. Mahasiswa internasional perlu memperoleh izin resmi dari universitas serta otoritas keimigrasian sebelum mengambil pekerjaan paruh waktu maupun magang di luar kampus. Ketentuan ini dapat berubah dan berbeda antardaerah, sehingga sebaiknya dikonfirmasi langsung kepada kantor urusan mahasiswa internasional di kampus tujuan.

Belajar Bahasa, Memahami Kotanya

Suzhou memperlihatkan bagaimana sebuah kota dapat memelihara warisan berusia ribuan tahun sambil tumbuh menjadi pusat industri modern. Namun banyak lapisan maknanya, mulai dari nama taman hingga syair yang terukir di paviliunnya, baru benar-benar terbuka ketika Anda memahami bahasanya.

Belt and Road Chinese Center (BRCC) Indonesia menyediakan kursus bahasa Mandarin dari tingkat dasar hingga lanjutan, termasuk program persiapan CSCA bagi calon mahasiswa jenjang sarjana. Silakan berkonsultasi dengan tim kami untuk menentukan langkah persiapan yang paling sesuai dengan rencana Anda.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 30 Agustus 2026. Artikel ini membahas Kota Suzhou di Provinsi Jiangsu, mencakup jaringan kanal dan kaitannya dengan Grand Canal, sembilan taman klasik yang ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia, daya tarik wisata lainnya, pilihan universitas, serta ketentuan yang perlu diperhatikan mahasiswa internasional. Informasi wisata dan ketentuan studi dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga disarankan melakukan konfirmasi terkini.