Contents
Perbedaan Perhiasan Emas dan Kerajinan Emas
Ada banyak jenis perhiasan emas yang kita kenal saat ini, seperti cincin, gelang, kalung, anting, dan bros. Namun, tidak semua benda emas yang dikenakan tergolong sebagai seni kerajinan emas.
Dua hal tersebut berbeda. Perbedaannya terletak pada tujuan dan cara dalam pembuatan. Jika perhiasan bertujuan memperindah mereka yang memakai, maka kerajinan emas punya tujuan lebih tinggi, yakni membuat karya bernilai seni. Bukan sekadar benda yang elok secara visual, tetapi juga memiliki makna mendalam.
Hal yang sama juga berlaku dalam proses pembuatannya. Sebagian besar perhiasan modern bisa diproduksi secara massal, sementara kerajinan emas tradisional umumnya dibuat secara manual dengan teknik khusus. Adapun kerajinan emas umumnya bersifat edisi terbatas karena dibuat secara manual (handmade). Para pengrajin emas harus punya keahlian tinggi yang mereka pelajari selama bertahun-tahun dan biasanya bersifat turun-temurun.
Kekayaan Kerajinan Emas Tradisional Tiongkok

Hal serupa juga berlaku pada seni kerajinan emas di Tiongkok. Bahkan, Tiongkok termasuk salah satu negara yang memiliki budaya kerajinan emas sejak ribuan tahun lalu.
Jika bertandang ke Tiongkok, jangan lewatkan kesempatan mengunjungi museum di sana untuk melihat keindahan luar biasa dari kerajinan emas khas Tiongkok. Misalnya mahkota emas dinasti Tang (618–907 M) yang ada di Shaanxi History Museum, Xi’an. Ada juga wadah ritual emas peninggalan dinasti Han (206 SM–220 M) di Shanghai Museum.
Bahkan ada dari masa yang lebih klasik yakni berupa gelang, cincin, dan liontin emas berpadu dengan giok di Makam Fu Hao pada masa dinasti Shang (abad ke-13 SM). Koleksi ini ada di Henan Museum, Zhengzhou. Menjadi bukti bahwa peradaban Tiongkok telah mengenal seni pengolahan emas sejak ribuan tahun lalu menjadi barang yang tak hanya indah, tapi juga punya makna simbolis dan nilai histori begitu tinggi.
Beijing, Guangzhou, dan Hong Kong: Pusat Kerajinan Emas Khas Tiongkok

Beijing: Warisan Kerajinan Emas Klasik dan Seni Tradisional
Jika museum adalah tempat bagi pelancong untuk melihat berbagai peninggalan atau warisan kerajinan emas dari masa klasik, maka di mana tempat untuk membeli atau memiliki kerajinan emas khas Tiongkok?
Jawabannya merujuk pada tiga kota yang terkenal sebagai pusat seni kerajinan emas Tiongkok. Ketiga kota itu adalah Beijing, Guangzhou, dan Hong Kong. Masing-masing kota ini punya karakteristik berbeda-beda.
Beijing yang kini merupakan ibu kota dari Republik Rakyat Tiongkok, termasuk salah satu kota tertua dan pernah menjadi ibu kota kekaisaran pada masa dinasti Ming dan Qing. Sebagai pusat kekuasaan pada zaman tersebut, tentu membuat Beijing menjadi tempat berkumpul para pengrajin emas ternama pada masanya.
Faktor historis ini turut mendukung berkembangnya seni kerajinan emas di Beijing yang menyimpan banyak warisan dari ribuan tahun silam. Ada banyak museum, istana, atau galeri seni di Beijing yang memamerkan kerajinan emas bernilai seni tinggi dan kaya makna historis.
Kota ini pun punya banyak pengrajin emas yang mewarisi teknik klasik khas Tiongkok seperti filigree, inlay dan chasing. Tiga teknik ini dikenal luas dalam tradisi kerajinan emas Tiongkok dan jarang ditemukan di negara lain.
Filigree merupakan teknik membentuk pola hiasan yang rumit dengan kawat emas tipis yang disolder pada permukaan logam. Adapun inlay adalah teknik memadukan logam tersebut dengan material lain seperti giok, batu mulia, atau jenis logam lainnya. Sedangkan chasing berarti mengukir permukaan logam dengan naga, burung phoenix, dan berbagai hewan mitologi lainnya, dan berbagai hewan mitologi lainnya.
Guangzhou: Pusat Manufaktur dan Perdagangan Kerajinan Emas
Guangzhou memang terkenal dengan kekayaan kesenian dan kerajinan tradisionalnya yang meliputi seni ukir porselen, sulaman Cantonese (seni embroidery), serta manufaktur perhiasan emas dan perak yang menggabungkan teknik klasik dan desain modern. Salah satu kota pelabuhan tertua di Tiongkok ini dulunya bernama Kanton, dan termasuk dalam Jalur Sutra Maritim dengan emas menjadi salah satu komoditas perdagangan utama.
Uniknya, Guangzhou tak hanya memiliki pengrajin emas tradisional, tapi juga memproduksi kerajinan emas dalam skala masif. Industri manufaktur di kota ini berkembang begitu pesat, terutama di distrik Panyu seperti Guangzhou K-Gold Jewelry Co., Ltd, Guangzhou Yujinfu Jewelry Factory, dan Guangzhou Laofuhua Jewelry Co., dan berbagai perusahaan manufaktur perhiasan emas ternama di kawasan Panyu.
Hong Kong dan Pusat Perdagangan
Lalu, bagaimana dengan Hong Kong? Jika Beijing dan Guangzhou adalah kota yang terkenal memproduksi kerajinan emas secara tradisional maupun massal, maka Hong Kong lebih terkenal sebagai pusat perdagangan kerajinan emas.
Bahkan Hong Kong merupakan salah satu eksportir utama dunia dalam bidang perhiasan emas dan logam mulia. Tujuan ekspornya menjangkau hingga ke Amerika Serikat, Eropa, dan Timur Tengah yang paling banyak permintaan kerajinan emas berkualitas.
Apalagi Hong Kong memiliki status sebagai pelabuhan bebas (free port). Hal ini membuat berbagai produk seperti kerajinan emas dapat keluar-masuk tanpa pajak bea masuk. Namun yang perlu menjadi catatan, meski tidak ada pajak bea masuk, bukan berarti harga kerajinan emas di Hong Kong lebih murah daripada Beijing dan Guangzhou. Itu karena pasar di Hong Kong tergolong untuk kelas menengah atas dan premium. Jenis kerajinan emas yang tersedia umumnya eksklusif dan ditujukan untuk pasar internasional.
Kini, Hong Kong menjelma sebagai rumah bagi berbagai merek perhiasan papan atas dunia, termasuk seni kerajinan emas. Sering berlangsung pameran-pameran besar seperti Hong Kong International Jewellery Show, atau Hong Kong Jewellery & Gem Fair yang termasuk pameran perhiasan dan kerajinan emas terbesar di dunia.
Mengunjungi kawasan perdagangan seperti Jade Market, Tsim Sha Tsui, dan Central akan memberikan pengalaman berkesan. Karena di tempat-tempat tersebut, tersedia beragam kerajinan emas hasil tangan para pengrajin maupun buatan pabrik. Meskipun dibuat di pabrik, kualitasnya nyaris setara dengan hasil kerajinan tangan.
Keberadaan Hong Kong seakan menjadi penghubung bagi para produsen dari Tiongkok daratan dengan pasar global atau internasional. Hong Kong menjadi etalase penting yang memperkenalkan seni kerajinan emas Tiongkok dipasarkan secara global.