Pemandangan Giant Wild Goose Pagoda dan kota Xi'an dari ketinggian ibu kota kuno Tiongkok

Kota Xi’an merupakan salah satu ibu kota kuno terpenting dalam sejarah Tiongkok dan telah menjadi pusat peradaban selama lebih dari 3.000 tahun. Selain itu, Xi’an juga dikenal sebagai titik awal Jalur Sutra kuno yang dahulu bermula di Chang’an, menghubungkan Asia Timur dengan Timur Tengah hingga Eropa. Kota ini memiliki peran penting dalam sejarah perdagangan dan pertukaran budaya dunia. Jika Beijing adalah jantung politik dan Shanghai adalah wajah masa depan, maka Xi’an adalah jiwa sejarah Tiongkok.

Wisata dan Budaya: Menelusuri Jejak Jalur Sutra

Sebelum memasuki lingkup akademik, mahasiswa yang datang ke Xi’an akan disambut dengan kekayaan budaya yang kental. Hal ini terjadi karena kota ini merupakan salah satu pusat peradaban Tiongkok kuno dan titik awal Jalur Sutra (Silk Road) yang menghubungkan Asia Timur dengan Timur Tengah hingga Eropa selama berabad-abad.

Karena peran historis tersebut, Xi’an tidak hanya menjadi tempat belajar akademik. Lebih dari itu, kota ini menjadi ruang belajar langsung untuk memahami perjalanan peradaban dunia. Mahasiswa dapat mempelajari sejarah tidak hanya dari buku, tetapi juga dari pengalaman langsung.

Berbagai situs bersejarah dan kawasan budaya di Xi’an memberikan pengalaman unik yang menggabungkan sejarah, arsitektur kuno, serta kehidupan masyarakat modern — menjadikan kota ini destinasi yang menarik bagi wisatawan maupun mahasiswa internasional.

Destinasi Jenis Wisata Keunggulan Utama
Terracotta Army Arkeologi / Sejarah Ribuan patung prajurit kuno unik, Warisan UNESCO
Ancient City Wall Sejarah / Aktif Tembok kota 13,7 km, bersepeda di atas tembok
Muslim Quarter (Huimin Jie) Kuliner / Budaya Kuliner halal khas, pasar tradisional, budaya Hui
Giant Wild Goose Pagoda Religi / Sejarah Pagoda Dinasti Tang, air mancur musikal spektakuler
Tang Dynasty Show Pertunjukan Seni Tari tradisional, musik klasik, kostum kekaisaran Tang

Terracotta Army (Pasukan Terakota)

Salah satu situs sejarah paling populer di Xi’an adalah Terracotta Army. Situs ini merupakan temuan arkeologi terbesar pada abad ke-20, ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1974 oleh para petani yang menggali sumur di dekat makam Kaisar Qin Shi Huang. Di dalam kompleks makam tersebut terdapat ribuan patung prajurit, kuda, dan kereta perang dari tanah liat dengan ukuran hampir sama dengan manusia asli. Setiap patung memiliki ekspresi wajah, gaya rambut, dan detail pakaian perang yang berbeda, menunjukkan tingkat keahlian seni dan teknologi yang tinggi pada masa Dinasti Qin. Pasukan ini diyakini dibuat untuk melindungi Kaisar Qin Shi Huang setelah kematiannya — sebuah kepercayaan dari tradisi spiritual masyarakat Tiongkok kuno. Situs ini ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO pada 1987.

Ribuan patung prajurit Terracotta Army Pasukan Terakota di dalam situs arkeologi Xi'an Warisan UNESCO

Ancient City Wall (Tembok Kota Kuno Xi’an)

Xi’an juga dikenal dengan Ancient City Wall, salah satu tembok kota kuno paling lengkap dan terawat di dunia. Tembok ini dibangun pada masa Dinasti Ming pada abad ke-14 sebagai sistem pertahanan kota. Tembok kota ini memiliki panjang sekitar 13,7 kilometer, dengan tinggi sekitar 12 meter dan lebar yang cukup untuk dilalui kendaraan. Dahulu, tembok ini dipergunakan untuk melindungi kota dari serangan musuh sekaligus menjadi pusat pengawasan militer.

Saat ini, tembok kota tersebut telah menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi mahasiswa dan wisatawan. Banyak mahasiswa internasional menghabiskan waktu sore dengan bersepeda di atas tembok, menikmati pemandangan unik yang memperlihatkan perpaduan antara bangunan tradisional di dalam kota tua dan gedung modern di kawasan kota baru. Pengalaman ini memberikan perspektif menarik tentang bagaimana kota Xi’an berhasil menjaga warisan sejarahnya sambil terus berkembang sebagai kota modern.

Tembok Kota Kuno Xi'an Ancient City Wall peninggalan Dinasti Ming yang masih terawat sepanjang 13 kilometer

Muslim Quarter (Huimin Jie)

Muslim Quarter merupakan kawasan paling hidup dan penuh warna di Xi’an, juga dikenal dengan nama Huimin Jie. Wilayah ini menjadi pusat komunitas Muslim Hui yang telah menetap di Xi’an sejak masa Jalur Sutra. Para pedagang dari berbagai wilayah membawa budaya, agama, dan tradisi kuliner mereka — dari proses interaksi inilah lahir kawasan Muslim Quarter yang unik, tempat budaya Tiongkok dan Islam berpadu secara harmonis.

Kawasan ini terkenal dengan kuliner khas yang menggugah selera. Salah satunya adalah Roujiamo, yang sering dijuluki sebagai “burger Tiongkok” — roti panggang berisi daging cincang berbumbu. Selain itu, terdapat juga Yangrou Paomo, sup daging domba dengan potongan roti yang dihancurkan ke dalam kuahnya. Di luar kuliner, Muslim Quarter dipenuhi toko tradisional, lampion merah, dan aroma rempah yang khas, menciptakan pengalaman budaya yang sangat otentik bagi mahasiswa internasional. Bagi mahasiswa Muslim Indonesia, kawasan ini juga menjadi salah satu tempat termudah untuk menemukan makanan halal di Xi’an.

Suasana ramai Muslim Quarter Huimin Jie Xi'an dengan lampion merah dan kuliner halal khas komunitas Hui

Giant Wild Goose Pagoda

Destinasi bersejarah lainnya yang sangat terkenal di Xi’an adalah Giant Wild Goose Pagoda, sebuah pagoda Buddha yang dibangun pada masa Dinasti Tang pada abad ke-7. Pagoda ini awalnya difungsikan untuk menyimpan kitab-kitab suci Buddha yang dibawa dari India oleh biksu terkenal Xuanzang setelah melakukan perjalanan panjang. Kisah perjalanan Xuanzang ini bahkan menjadi inspirasi bagi cerita klasik Tiongkok yang terkenal, Journey to the West.

Bangunan pagoda ini memiliki arsitektur yang megah dan menjadi simbol penting dalam sejarah penyebaran agama Buddha di Tiongkok. Pada malam hari, area di sekitar pagoda berubah menjadi pusat aktivitas wisata dengan salah satu pertunjukan air mancur musikal terbesar di Tiongkok — air mancur yang menari mengikuti irama musik dan cahaya lampu menciptakan suasana yang sangat spektakuler.

Giant Wild Goose Pagoda pagoda Buddha Dinasti Tang di Xi'an simbol penyebaran agama Buddha di Tiongkok

Kehidupan Malam dan Budaya Dinasti Tang (Tang Dynasty Show)

Xi’an terkenal dengan berbagai pertunjukan seni yang terinspirasi oleh masa kejayaan Dinasti Tang, salah satu periode paling makmur dalam sejarah Tiongkok. Pertunjukan Tang Dynasty Show menyajikan tarian tradisional, musik klasik, dan kostum mewah yang menggambarkan kehidupan istana pada masa itu. Seni pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga cara untuk memperkenalkan kembali budaya klasik Tiongkok kepada generasi modern.

Bagi mahasiswa internasional, pengalaman menyaksikan pertunjukan ini dapat memberikan gambaran tentang bagaimana seni, musik, dan budaya berkembang pada masa ketika Jalur Sutra menjadikan Xi’an sebagai pusat perdagangan dan pertukaran budaya dunia.

Pertunjukan Tang Dynasty Show tari tradisional dan musik klasik kostum kekaisaran Dinasti Tang di Xi'an

Kuliah di Xi’an: Menjadi Bagian dari Inovasi Global

Memilih Xi’an sebagai tujuan studi di Tiongkok melalui BRCC Indonesia bukan hanya keputusan untuk belajar di luar negeri, melainkan juga langkah strategis untuk berada di salah satu pusat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Tiongkok. Dari balik tembok kota kunonya yang berusia ratusan tahun, Xi’an berkembang menjadi kota modern yang memainkan peran penting dalam pendidikan tinggi, riset ilmiah, dan industri teknologi tinggi.

Xi’an adalah salah satu dari sedikit kota di dunia yang berhasil memadukan warisan sejarah ribuan tahun dengan ekosistem inovasi modern yang dinamis. Seperti yang dibahas dalam artikel sejarah ibu kota China dari masa ke masa, Xi’an (dahulu Chang’an) merupakan salah satu dari empat ibu kota kuno terbesar Tiongkok yang membentuk peradaban bangsa ini.

Pusat Pendidikan Nasional

Xi’an dikenal sebagai salah satu kota dengan konsentrasi universitas terbesar di Tiongkok. Kota ini menjadi tempat berdirinya banyak institusi pendidikan tinggi terkemuka dalam bidang teknik, teknologi informasi, ilmu komputer, hingga ilmu sosial. Beberapa universitas ternama di Xi’an bahkan termasuk dalam jaringan universitas elite Tiongkok yang aktif melakukan penelitian dan inovasi global.

Dengan jumlah mahasiswa yang sangat besar, kota ini memiliki atmosfer akademik yang sangat dinamis. Kampus-kampus di Xi’an dipenuhi mahasiswa dari berbagai provinsi di Tiongkok serta ribuan mahasiswa internasional dari Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika. Lingkungan ini menciptakan komunitas akademik yang beragam dan kompetitif — mahasiswa tidak hanya belajar dari dosen dan buku, tetapi juga dari diskusi lintas budaya dan proyek penelitian bersama.

Hub Teknologi Informasi dan Industri Kedirgantaraan

Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Xi’an juga merupakan salah satu pusat industri teknologi tinggi di Tiongkok. Kota ini memiliki kawasan industri teknologi yang berkembang pesat, termasuk sektor teknologi informasi, keamanan siber, manufaktur elektronik, serta industri kedirgantaraan. Banyak perusahaan teknologi besar serta lembaga penelitian nasional beroperasi di kota ini.

Untuk mahasiswa yang mengambil jurusan seperti teknik, teknologi informasi, artificial intelligence, data science, atau aerospace engineering, belajar di Xi’an memberikan keuntungan besar — mereka berada di lingkungan yang dekat dengan industri yang sedang berkembang pesat, dengan peluang lebih besar untuk terlibat dalam penelitian, magang industri, atau kolaborasi teknologi.

Biaya Hidup yang Lebih Bersahabat

Salah satu keunggulan utama Xi’an dibandingkan kota besar lain di Tiongkok adalah biaya hidupnya yang relatif lebih terjangkau. Kota-kota seperti Beijing, Shanghai, atau Shenzhen dikenal dengan biaya hidup yang tinggi sebagai pusat bisnis internasional. Sebaliknya, Xi’an menawarkan kualitas hidup yang baik dengan biaya yang jauh lebih hemat — makanan, tempat tinggal, dan transportasi semuanya lebih bersahabat bagi mahasiswa internasional.

Xi’an juga memiliki sistem transportasi modern berupa Xi’an Metro, jaringan kereta bawah tanah yang memudahkan mobilitas ke berbagai bagian kota. Untuk gambaran lebih detail tentang pengeluaran sehari-hari mahasiswa di Tiongkok, baca artikel tentang kisaran umum biaya hidup di China.

Lingkungan Ideal untuk Belajar Bahasa Mandarin

Bagi mahasiswa internasional yang ingin mempelajari bahasa Mandarin secara efektif, Xi’an juga menjadi tempat yang sangat ideal. Penduduk kota ini menggunakan bahasa Mandarin dengan pelafalan yang relatif standar dan jelas, sehingga memudahkan mahasiswa dalam mempraktikkan percakapan sehari-hari. Berbeda dengan beberapa kota besar yang memiliki dialek lokal yang sangat kuat, penggunaan Mandarin di Xi’an cenderung lebih mudah dipahami oleh pelajar asing.

Selain itu, lingkungan sosialnya yang ramah serta budaya masyarakat yang terbuka terhadap mahasiswa internasional membuat proses adaptasi menjadi lebih mudah. Banyak mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini untuk berlatih bahasa Mandarin melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, termasuk di kawasan Muslim Quarter dan pasar tradisional di sekitar kota.

Suasana kehidupan mahasiswa dan masyarakat di kota Xi'an Tiongkok modern dan bersejarah

Program S1 & S2 Bersubsidi melalui BRCC Indonesia

BRCC Indonesia bermitra dengan universitas-universitas kunci di Xi’an yang masuk dalam jajaran elite nasional untuk memastikan mahasiswa mendapatkan kualitas pendidikan terbaik.

  • Xidian University: Sebagai mitra unggulan, Xidian merupakan salah satu universitas terkemuka di Tiongkok dalam bidang teknologi informasi, telekomunikasi, dan kecerdasan buatan.
  • Jurusan Unggulan: Computer Science, Electronic Engineering, Cyber Security, International Business, hingga Artificial Intelligence (AI).
  • Program Subsidi: BRCC membantu mahasiswa mendapatkan jalur subsidi biaya kuliah, sehingga pendidikan di universitas riset terkemuka di Tiongkok ini menjadi sangat terjangkau bagi pelajar Indonesia. Pelajari pilihan beasiswa dan subsidi yang tersedia di artikel jenis-jenis beasiswa China untuk mahasiswa Indonesia.

Gerbang utama kampus utara Xidian University Xi'an universitas mitra BRCC Indonesia untuk kuliah teknologi di China

FAQ Seputar Kuliah dan Wisata di Xi’an

Apakah Xi’an aman untuk mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia?

Ya, Xi’an termasuk kota yang aman bagi mahasiswa internasional. Tingkat kriminalitas di kota ini sangat rendah, dan sistem keamanan di kampus maupun area publik sangat baik. Keberadaan komunitas Muslim Quarter juga menjadikan Xi’an lebih ramah bagi mahasiswa Muslim Indonesia — di kawasan tersebut tersedia banyak pilihan makanan halal yang dikelola komunitas Hui yang telah bermukim selama ratusan tahun.

Universitas apa saja yang tersedia di Xi’an untuk mahasiswa internasional?

Xi’an memiliki banyak universitas bertaraf nasional dan internasional. Yang paling terkenal antara lain Xi’an Jiaotong University (salah satu dari sembilan universitas elite China dalam jaringan C9 League), Xidian University (unggulan teknologi informasi dan kedirgantaraan, mitra BRCC Indonesia), Northwestern Polytechnical University (fokus penerbangan dan maritim), serta Xi’an University of Technology. Masing-masing universitas memiliki keunggulan jurusan yang berbeda, dan sebagian besar menyediakan program berbahasa Inggris untuk mahasiswa internasional.

Berapa biaya hidup mahasiswa di Xi’an dibandingkan Beijing atau Shanghai?

Biaya hidup di Xi’an secara umum 30–40% lebih rendah dibandingkan Beijing atau Shanghai. Makan di kantin kampus bisa semurah CNY 10–20 per makan, sewa kos di luar kampus berkisar CNY 500–900 per bulan, dan transportasi metro sangat terjangkau mulai CNY 2 per perjalanan. Ini menjadikan Xi’an pilihan yang sangat ekonomis tanpa mengorbankan kualitas pendidikan dan kehidupan kota modern.

Apakah ada transportasi langsung dari Indonesia ke Xi’an?

Saat ini belum ada penerbangan langsung antara Indonesia dan Xi’an. Namun tersedia banyak opsi penerbangan dengan satu kali transit — biasanya melalui Kuala Lumpur, Singapura, atau kota-kota besar China seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou. Dari kota-kota hub tersebut, penerbangan ke Bandara Internasional Xi’an Xianyang tersedia dengan frekuensi yang cukup sering. Durasi perjalanan total dari Jakarta umumnya berkisar antara 7–10 jam tergantung layover.

Apakah mahasiswa bisa kuliah di Xidian University tanpa kemampuan Mandarin?

Ya, Xidian University menyediakan program berbahasa Inggris untuk mahasiswa internasional, sehingga kemampuan Mandarin bukan syarat mutlak untuk memulai studi. Namun BRCC Indonesia sangat menyarankan mahasiswa untuk mempersiapkan kemampuan Mandarin dasar sebelum keberangkatan. Selain memudahkan kehidupan sehari-hari, kemampuan Mandarin juga membuka lebih banyak peluang sosial, akademik, dan karier selama dan setelah masa studi. Program persiapan Mandarin tersedia di BRCC Indonesia sebelum keberangkatan. Sebelum mendaftar, pastikan Anda juga memahami persyaratan masuk universitas di China secara lengkap.

Merajut Masa Depan di Titik Awal Jalur Sutra

Kuliah di Xi’an bukan hanya tentang mengejar gelar akademik, tetapi tentang memahami bagaimana sebuah bangsa besar mempertahankan akarnya sambil melompat menuju masa depan. Bersama BRCC Indonesia, langkah Anda untuk kuliah di pusat inovasi Tiongkok ini akan didukung sepenuhnya — mulai dari persiapan bahasa hingga proses keberangkatan.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 25 April 2026. Artikel ini membahas Xi’an sebagai kota sejarah dan pusat inovasi Tiongkok — mencakup destinasi wisata utama (Terracotta Army, Ancient City Wall, Muslim Quarter, Giant Wild Goose Pagoda, Tang Dynasty Show), profil akademik dan teknologi kota, keunggulan biaya hidup, serta program S1 dan S2 bersubsidi melalui BRCC Indonesia di Xidian University.