Kota Chongqing adalah salah satu dari empat kota setingkat provinsi di Tiongkok, bersama Beijing, Shanghai, dan Tianjin. Dengan wilayah administratif terluas di antara keempatnya, Chongqing menaungi populasi yang sangat besar dan berperan sebagai pusat ekonomi utama di kawasan barat daya Tiongkok.

Yang membuat Chongqing berbeda dari kota besar Tiongkok lainnya adalah topografinya. Kota ini dibangun di atas perbukitan yang dibelah pertemuan Sungai Yangtze dan Sungai Jialing, sehingga jalan, gedung, dan jalur kereta ringan bertumpuk pada ketinggian yang berbeda. Julukannya pun beragam, mulai dari kota pegunungan hingga kota tiga dimensi, karena tidak jarang pintu keluar sebuah gedung berada di lantai puluhan namun langsung terhubung ke jalan raya.

Artikel ini membahas destinasi wisata unggulan di Chongqing beserta lokasinya di peta, pilihan universitas bagi calon mahasiswa internasional, serta hal yang perlu dipersiapkan jika Anda berencana melanjutkan studi di kota ini.

Destinasi Wisata di Kota Chongqing

Chongqing memadukan warisan budaya kuno dengan lanskap alam yang dramatis. Berikut lima destinasi yang paling banyak dikunjungi.

Fengdu Ghost City

Kompleks kuil dan patung di Fengdu Ghost City di tepi Sungai Yangtze Chongqing

Terletak di tepi Sungai Yangtze, Fengdu Ghost City merupakan kompleks kuil dan patung yang menggambarkan konsep kehidupan setelah kematian menurut kepercayaan Taoisme, Buddhisme, dan Konfusianisme. Kawasan ini telah menjadi tempat pemujaan selama berabad-abad dan menyimpan patung serta bangunan yang menampilkan gambaran alam baka dalam tradisi Tiongkok.

Perlu diketahui, kota lama Fengdu yang berada di bagian bawah lembah kini terendam akibat naiknya permukaan air setelah pembangunan Bendungan Tiga Ngarai. Penduduknya telah dipindahkan ke permukiman baru di seberang sungai, sementara kompleks kuil yang berada di lereng bukit tetap terjaga dan dapat dikunjungi.

Ciqikou

Suasana jalan tradisional di desa wisata Ciqikou Chongqing dengan bangunan kuno

Berada di bagian barat kota, Ciqikou adalah kawasan pemukiman tua yang mempertahankan suasana Tiongkok masa lampau. Nama Ciqikou secara harfiah berarti pelabuhan porselen, merujuk pada masa ketika desa ini menjadi pusat produksi dan perdagangan porselen.

Bangunan bergaya Dinasti Ming dan Qing masih berdiri di sepanjang jalan berbatu, kini banyak beralih fungsi menjadi kedai teh, toko kerajinan, dan penjual jajanan tradisional. Kawasan ini populer bagi wisatawan yang ingin merasakan atmosfer Tiongkok kuno tanpa perlu keluar dari kota.

Dazu Rock Carvings

Pahatan batu Buddha di situs Dazu Rock Carvings Chongqing warisan dunia UNESCO

Dazu Rock Carvings merupakan kumpulan pahatan batu yang dikerjakan sejak masa Dinasti Tang dan mencapai puncaknya pada masa Dinasti Song. Situs ini menyimpan lebih dari lima puluh ribu patung yang memadukan unsur Buddhisme, Taoisme, dan Konfusianisme dalam satu kompleks, sesuatu yang tergolong langka.

Selain patung, terdapat pula inskripsi yang totalnya mencapai sekitar seratus ribu karakter Hanzi, memuat naskah keagamaan hingga catatan sejarah. UNESCO menetapkan Dazu Rock Carvings sebagai Situs Warisan Dunia pada tahun 1999 karena nilai artistik dan keragaman temanya.

Wulong Karst

Formasi jembatan alam raksasa di kawasan Wulong Karst Chongqing

Wulong Karst adalah kawasan bentang alam kapur yang menampilkan formasi batuan spektakuler. Kawasan ini mencakup tiga bagian utama, yaitu Tiga Jembatan Alam berupa lengkungan batu raksasa yang terbentuk secara alami, kawasan doline atau lubang runtuhan raksasa di Houping, serta Gua Furong dengan formasi stalaktit dan stalagmitnya.

UNESCO menetapkan kawasan ini sebagai bagian dari Situs Warisan Dunia South China Karst pada tahun 2007. Pemandangannya yang dramatis membuat Wulong beberapa kali dipilih sebagai lokasi pengambilan gambar film layar lebar.

Eling Park

Taman Eling Park dengan bangunan tradisional Tiongkok dan kolam teratai di Chongqing

Berada di atas punggung bukit di tengah kota, Eling Park menawarkan panorama Chongqing dari ketinggian, termasuk pemandangan pertemuan dua sungai yang membelah kota. Taman ini menjadi tempat favorit warga setempat menghabiskan akhir pekan.

Di dalamnya terdapat koleksi tanaman hias, bangunan bertata arsitektur tradisional Tiongkok, serta kolam teratai lengkap dengan jembatan kecil. Karena lokasinya di tengah kota dan mudah dijangkau, taman ini cocok menjadi selingan santai di sela kunjungan ke destinasi lain.

Pilihan Universitas di Kota Chongqing

Selain destinasi wisatanya, Chongqing merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi penting di kawasan barat daya Tiongkok. Berikut tiga universitas yang paling banyak diminati mahasiswa internasional.

Universitas Berdiri Bidang Unggulan
Chongqing University 1929 Teknik mesin, elektro, arsitektur, ekonomi dan manajemen
Southwest University 1906 Pendidikan, pertanian, ilmu hayati
Chongqing University of Technology 1940 Teknik terapan, otomotif, penelitian industri

Chongqing University

Berdiri sejak 1929, Chongqing University berada langsung di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tiongkok dan termasuk universitas papan atas di kawasan barat daya. Kampusnya membentang di area yang sangat luas, dikelilingi Sungai Jialing dan perbukitan hijau, sehingga kerap dijuluki kampus taman karena suasananya yang asri.

Universitas ini memiliki beberapa kampus yang tersebar di lokasi berbeda. Bidang yang paling dikenal mencakup teknik mesin, teknik elektro, arsitektur, serta ekonomi dan manajemen. Tersedia pula program pertukaran pelajar dan skema beasiswa bagi mahasiswa internasional yang memenuhi kualifikasi.

Southwest University

Berlokasi di Distrik Beibei, Southwest University merupakan universitas komprehensif yang akarnya dapat ditelusuri hingga tahun 1906. Kampus ini juga berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tiongkok dan memperoleh dukungan dari pemerintah Kota Chongqing.

Dengan populasi mahasiswa yang sangat besar, Southwest University menawarkan pilihan program studi yang beragam. Bidang yang paling dikenal meliputi ilmu pendidikan, pertanian, dan ilmu hayati. Suasana Distrik Beibei yang lebih tenang dibanding pusat kota menjadi nilai tambah bagi sebagian mahasiswa.

Chongqing University of Technology

Chongqing University of Technology berdiri sejak 1940 dan memiliki beberapa kampus yang tersebar di kawasan Yangjiaping, Liangjiang, dan Huaxi. Universitas ini menitikberatkan pada pendidikan teknik terapan dan penelitian yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.

Keterkaitan erat dengan sektor industri, khususnya otomotif dan manufaktur yang berkembang pesat di Chongqing, menjadikan lulusannya memiliki peluang kerja yang baik. Universitas ini juga membuka skema beasiswa bagi mahasiswa internasional.

Persiapan Kuliah di Chongqing

Bagi Anda yang mempertimbangkan Chongqing sebagai tujuan studi, ada beberapa hal yang perlu disiapkan.

Persyaratan akademik terbaru. Sejak tahun akademik 2026/2027, calon mahasiswa internasional jenjang sarjana umumnya perlu mengikuti China Scholastic Competency Assessment atau CSCA, terutama bagi pelamar beasiswa pemerintah Tiongkok. Pelajari ketentuannya melalui artikel tentang apa itu CSCA, dan pastikan mengecek langsung persyaratan kampus tujuan.

Kemampuan bahasa Mandarin. Meski sebagian program tersedia dalam bahasa Inggris, penguasaan bahasa Mandarin sangat menentukan kenyamanan hidup sehari-hari. Di Chongqing, penggunaan bahasa Inggris tidak seluas kota pesisir seperti Shanghai. Sebagian besar program juga mensyaratkan sertifikat HSK.

Adaptasi iklim dan geografi. Chongqing dikenal dengan musim panasnya yang sangat terik dan lembap, serta kabut yang kerap menyelimuti kota pada musim dingin. Kontur berbukit juga berarti aktivitas sehari-hari melibatkan banyak tanjakan dan tangga, sesuatu yang perlu diantisipasi.

Perhitungan biaya. Biaya hidup di Chongqing umumnya lebih terjangkau dibanding Beijing atau Shanghai. Meski demikian, susun perhitungan realistis yang mencakup akomodasi, makan, transportasi, dan asuransi.

Untuk gambaran berkas dan ketentuan pendaftaran, simak panduan persyaratan masuk universitas di China. Jika Anda ingin membandingkan dengan kota lain, tersedia pula ulasan tentang destinasi wisata dan kampus di Kota Harbin.

Pertanyaan Seputar Kota Chongqing

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Chongqing?

Musim semi sekitar Maret hingga Mei serta musim gugur sekitar September hingga November umumnya paling nyaman. Musim panas di Chongqing tergolong sangat terik dan lembap, sementara musim dingin sering diselimuti kabut tebal yang dapat membatasi pandangan ke arah panorama kota.

Apakah destinasi wisatanya berada di dalam kota?

Sebagian berada di dalam kota seperti Ciqikou dan Eling Park, sehingga mudah dijangkau dengan transportasi umum. Namun Fengdu, Dazu, dan Wulong berada cukup jauh dari pusat kota dan umumnya memerlukan perjalanan tersendiri, sehingga sebaiknya dialokasikan satu hari penuh untuk masing-masing lokasi.

Apakah kuliah di Chongqing cocok untuk mahasiswa Indonesia?

Cocok, terutama bagi yang tertarik pada bidang teknik dan industri, mengingat Chongqing merupakan pusat manufaktur besar di Tiongkok. Biaya hidup yang lebih terjangkau dibanding kota besar di pesisir juga menjadi pertimbangan. Faktor yang perlu diantisipasi adalah iklim yang cukup ekstrem pada musim panas serta kontur kota yang berbukit.

Apakah perlu bisa bahasa Mandarin untuk kuliah di Chongqing?

Sangat dianjurkan. Selain karena banyak program mensyaratkan sertifikat HSK, kemampuan berbahasa Mandarin akan sangat membantu keseharian di kota yang penggunaan bahasa Inggrisnya belum meluas. Anda dapat memulai persiapan melalui kursus bahasa Mandarin di BRCC Indonesia, yang juga menyediakan program persiapan CSCA bagi calon mahasiswa jenjang sarjana.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 23 Agustus 2026. Artikel ini membahas Kota Chongqing sebagai salah satu kota setingkat provinsi di Tiongkok, mencakup lima destinasi wisata unggulan yaitu Fengdu Ghost City, Ciqikou, Dazu Rock Carvings, Wulong Karst, dan Eling Park, serta tiga pilihan universitas beserta lokasinya di peta dan persiapan yang diperlukan bagi calon mahasiswa internasional.