Pengembangan sumber daya manusia lokal di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kini memasuki babak baru. Akademisi asal Pomalaa, Hariani Syamsuddin SPd MSi, menggandeng Belt and Road Chinese Center (BRCC) Indonesia untuk menghadirkan pusat pembelajaran Bahasa Mandarin langsung ke Sulawesi Tenggara. Langkah ini merupakan respons konkret terhadap pesatnya perkembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) di kawasan tersebut.

Inisiatif ini lahir dari kebutuhan nyata akan tenaga kerja yang kompeten di tengah masifnya aktivitas industri regional. Kehadiran berbagai proyek strategis nasional di Kolaka membuka peluang kerja yang besar, namun juga menuntut kesiapan SDM lokal agar tidak tertinggal di daerahnya sendiri.

Pemuda Lokal sebagai Aktor Utama, Bukan Penonton

Hariani menegaskan bahwa Kolaka memiliki potensi besar yang perlu dikelola dengan tepat. Melalui kolaborasi lintas sektor, ia ingin memastikan pemuda Kolaka mampu mengambil peran sentral dalam pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita punya potensi besar di tanah ini. Melalui kolaborasi dari instansi kedinasan, wakil rakyat, pihak industri PSN, sekolah-sekolah, hingga masyarakat bawah, kita ingin pemuda Kolaka menjadi aktor utama yang memimpin roda ekonomi daerah, bukan sekadar penonton di kampung sendiri,” tegas Hariani dalam keterangannya pada Rabu, 5 Februari 2026.

Hariani yang saat ini tengah menyelesaikan gelar Doktor di bidang Manajemen Sumber Daya Manusia menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini terletak pada kemauan masyarakat untuk mengembangkan kapasitas diri. Tanpa kemauan kuat dari dalam, fasilitas dan peluang sebesar apa pun tidak akan memberikan dampak yang optimal.

Dukungan Jaringan Internasional BRCC Indonesia

Langkah Hariani mendapat dukungan penuh dari BRCC Indonesia, jaringan internasional yang berpusat di Guangzhou, China, dan telah mengembangkan jangkauannya di 36 negara. Kemitraan strategis ini dirancang untuk melahirkan sejumlah program unggulan yang akan mendongkrak daya saing pemuda Kolaka.

Beberapa program yang siap digulirkan melalui kemitraan ini meliputi:

  • Kuliah Subsidi ke Perguruan Tinggi Negeri di China untuk jenjang D3 hingga S3.
  • Pelatihan Bahasa Mandarin Intensif selama 3 bulan dengan total lebih dari 180 jam pembelajaran.
  • Kelas Persiapan Sertifikasi HSK untuk membekali peserta dengan sertifikat kemampuan bahasa Mandarin yang diakui secara internasional.
  • Kolaborasi institusi antara kampus di China dengan sekolah dan perguruan tinggi lokal di Sulawesi Tenggara.

“Setiap daerah memiliki potensi SDM yang berbeda, dan tugas kami adalah membuka akses agar potensi itu dapat berkembang. Di Kolaka, kebutuhan akan tenaga kerja yang menguasai bahasa Mandarin sangat nyata karena kehadiran industri. Kami percaya bahwa dengan persiapan bahasa dan keterampilan yang tepat, putra-putri daerah dapat bersaing di level tertinggi tanpa harus meninggalkan akar mereka.”

Veby Millian, CEO and Co-founder BRCC Indonesia

Sinergi Lima Pilar Daerah

Agar program berjalan masif dan tepat sasaran, kemitraan ini memperkuat sinergi multipihak yang melibatkan “5 Pilar Daerah”. Dukungan mengalir dari berbagai elemen pemerintahan dan masyarakat untuk memastikan program ini berdampak nyata.

Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kolaka berperan sebagai pemangku kebijakan utama. Dari sisi stabilitas dan teknis ketenagakerjaan, Kesbangpol bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kolaka turut ambil bagian dalam memetakan serapan kerja. Pemetaan ini bertujuan agar putra-putri daerah dapat diprioritaskan oleh perusahaan-perusahaan PSN yang menampung tenaga kerja.

Sementara itu di sektor hulu, Dinas Pendidikan Kolaka bersama para kepala sekolah tingkat SMA dan SMK sepakat menjadikan jalur pendidikan formal sebagai pintu masuk utama program BRCC Indonesia. Dengan demikian, persiapan SDM dapat dimulai sejak bangku sekolah, jauh sebelum para pemuda memasuki dunia kerja.

Poros Baru Kebangkitan SDM Lokal

Kehadiran BRCC Indonesia di Kolaka diharapkan menjadi poros baru bagi kebangkitan SDM lokal yang mandiri, kompetitif, dan berwawasan global di era industrialisasi. Penguasaan bahasa Mandarin dan keterampilan teknis menjadi modal penting untuk menjembatani pemuda daerah dengan peluang kerja di industri yang terus berkembang.

Bagi masyarakat Kolaka dan Sulawesi Tenggara yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang program kursus bahasa Mandarin serta peluang beasiswa dan subsidi kuliah ke China, BRCC Indonesia membuka kesempatan konsultasi untuk membantu mempersiapkan masa depan yang lebih kompetitif.


Diterbitkan oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada 30 Juni 2026, disarikan dari pemberitaan media mengenai kemitraan BRCC Indonesia dan inisiatif pengembangan SDM di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.