Menelusuri Peran Strategis dan Kekayaan Rasa Kota Zhenjiang

Zhenjiang, kota pelabuhan di tepi Sungai Yangtze, Jiangsu, Tiongkok, menghubungkan perdagangan regional antara Anhui, Jiangsu, dan Shanghai. Meski bukan pelabuhan tersibuk, aktivitas bongkar muat di sini terus berlangsung. Pada masa pemerintahan nasionalis (1928–1949), Zhenjiang pernah menjadi pusat administratif sementara Jiangsu. Kini, sebagai kota prefektur, Zhenjiang tetap strategis dalam transportasi.

Kota ini juga terkenal dengan kulinernya yang khas, menggunakan bahan laut, ayam, dan nasi sebagai makanan pokok. Zhenjiang dikenal dengan yellow wine (anggur kuning) yang sering dipakai sebagai bumbu masakan.

Mengenal Hidangan Legendaris Tiongkok Timur di Zhenjiang

Jiao Hua Ji

Jiao Hua Ji atau Beggar Chicken merupakan makanan tradisional khas dari Provinsi Zhejiang, khususnya daerah Hangzhou, bukan dari Zhenjiang. Dalam bahasa Indonesia, arti dari nama kuliner ini terdengar tidak lazim, yakni ayam pengemis. Walau demikian jangan pernah ragu menikmati karena mempunyai aroma khas yang begitu harum dan terasa menggoyang lidah saat masuk ke mulut.

Selaras dengan namanya, Jiao Hua Ji terbuat dari daging ayam dengan menggunakan bungkus dari daun teratai dan tanah liat. Setelah itu memasaknya menggunakan metode memanggang atau dipanggang dengan api kecil dan butuh waktu hingga enam jam untuk mematangkan. Sehingga dagingnya tidak hanya menjadi empuk, namun juga sangat lembut dan semua bumbunya bisa meresap secara maksimal.

You Bao Da Xia

You Bao Da Xia atau Hot Oil Shrimp adalah hidangan populer di beberapa daerah Tiongkok bagian timur, namun tidak secara khusus menjadi identitas kuliner khas Zhenjiang. Usai masuk penggorengan dengan minyak panas hingga matang, sajian khas Kota Zhenjiang ini tak langsung menjadi hidangan begitu saja. Ada proses lain yakni perebusan dengan ramuan bumbu yang lebih lengkap dan menggunakan api sedang.

Saus tidak boleh terlewatkan untuk menambah rasa manis dan gurih sekaligus menjaga udang yang sudah beraroma harum tetap berair dan semakin lezat. Bagian kepala sengaja tidak dilepas untuk memperkuat aroma yang lebih tajam. Selain itu bagian ini dapat mengeluarkan minyak sebagai penyempurna kelezatan dari sini pula penyebutan makanan ini berasal.

Sheng Bao Shan Pian

Sheng Bao Shan Pian atau irisan belut goreng adalah salah satu hidangan yang dikenal di kawasan timur Tiongkok, termasuk Jiangsu, meskipun tidak menjadi kuliner ikonik Zhenjiang. Sajian dalam bentuk belut goreng tumis ini memakai bumbu utama bawang putih dan beberapa ramuan lain untuk menciptakan cita rasa yang unik. Saat menyantapnya, kita akan merasakan perpaduan rasa manis, asam, dan renyah di bagian luar namun dagingnya tetap lembut.

Dalam perkembangan terkini, masakan yang usianya telah mencapai ratusan tahun ini memiliki sejumlah variasi dalam proses memasaknya atau selama proses memasak. Misalnya ada yang hanya menumis hingga setengah matang saja, kemudian dilanjutkan dengan proses perebusan untuk memperoleh kulit lembut. Hal ini juga berlaku pada campuran bumbunya agar bisa menciptakan cita rasa yang lebih bervariasi.

Xihu Cu Yu

Xihu cu yu atau West Lake sweet and sour fish berasal dari Hangzhou, Provinsi Zhejiang, dan tidak berakar dari tradisi kuliner Zhenjiang Proses pengolahannya memerlukan waktu yang cukup lama, maka wajar apabila harganya juga lumayan mahal. Apalagi jika berada di restoran atau hotel bintang lima, bahkan harganya bisa meningkat secara signifikan.

Terlebih ikan yang menjadi bahan utama harus berasal dari Danau Xihu dan dimasukkan terlebih dahulu ke dalam keramba atau kurungan selama beberapa hari. Tujuannya agar semua kotoran bisa keluar dari tubuh dan tidak ada yang tertinggal dalam perut. Setelah itu ketika memasak harus menggunakan saus khusus, shusao chuanzhen untuk menciptakan cita rasa manis dan asam.

Longjing Xiaren

Longjing Xiaren atau udang kecil tumis dengan daun teh merupakan hidangan khas Hangzhou, bukan Zhenjiang. Bahan utamanya berupa udang dari sungai atau air tawar, putih telur, dan tepung pati. Minyak gorengnya tak boleh sembarangan, harus berasal dari lemak hewan dan dimasak dengan api bersuhu sedang atau rendah dalam waktu singkat sekitar 15 detik saja.

Setelah itu, proses memasak dilanjutkan dengan menumis dan di sini terdapat sebuah keunikan tersendiri karena harus menggunakan teh hijau. Maka jangan heran apabila cita rasanya tidak hanya lezat namun juga sangat khas. Bahkan pada zaman dulu, hidangan tradisional ini hanya untuk kalangan bangsawan dan istana saja. Namun kini, siapa pun dapat memasak dan menikmati hidangan ini secara bebas.

Cuka Beras dan Sup Pangsit

Di luar ulasan di atas masih ada olahan lain yang sering jadi simbol budaya kuliner Zhenjiang yakni cuka beras dan sup pangsit. Zhenjiang memiliki museum cuka beras yang dikelola oleh perusahaan Hengshun, produsen cuka paling terkenal di kota ini. Tempat ini dulunya berfungsi sebagai pusat produksi cuka beras, namun setelah tutup beralih fungsi menjadi objek wisata sejarah.

Oleh karena itu, saat singgah ke Kota Zhenjiang, jangan sampai lupa mencicipi dan menikmati semua masakan tradisional yang ada. Sebab, bagaimanapun juga, saat berkunjung ke suatu daerah atau negara, wisata kuliner menjadi semacam kewajiban. Apalagi setiap wilayah selalu mempunyai makanan tradisional dengan ciri yang berbeda-beda.

Kota Pelabuhan yang Memiliki Peran Historis

Sebagai kota pelabuhan yang menyimpan banyak peran historis dalam lanskap administratif dan ekonomi Tiongkok timur, Kota Zhenjiang tidak hanya dikenal karena lokasinya yang strategis di sepanjang Sungai Yangtze, tapi juga karena kekayaan warisan kulinernya.

Dengan keberadaan hidangan-hidangan tradisional yang mewakili keragaman rasa regional, Zhenjiang berhasil memadukan peran fungsionalnya sebagai pusat logistik dengan kekayaan rasa yang mendalam. Oleh karena itu, kunjungan ke Zhenjiang tidak hanya menawarkan pengalaman sejarah dan transportasi, melainkan juga perjalanan kuliner yang merefleksikan dinamika dan warisan budaya Tiongkok Timur. Bagaimana Anda tertarik untuk berkunjung ke Zhenjiang? Jangan lewatkan untuk melihat informasi lainnya mengenai budaya Tiongkok dan wisata di sana hanya di BRCC Indonesia, pusat bahasa dan budaya Tiongkok yang mempersiapkan Anda untuk memperoleh kesuksesan di Tiongkok dan seluruh dunia.