
Keramik merupakan salah satu karya seni bernilai tinggi dari China. Di negara lain, benda tersebut lebih dikenal dengan istilah tembikar. Hanya saja, Tiongkok menyimpan perjalanan sejarah yang kompleks tentang karya tangan ini. Bahan utama membuat tembikar adalah tanah liat yang membentuknya menjadi sebuah benda yang bermanfaat. Negeri Tirai Bambu terkenal dengan keramik Zisha yang berkualitas baik.
Penggunaan Keramik di Tiongkok
Keramik atau tembikar dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi, umumnya antara 1200 hingga 1300°C. Pemberian suhu panas membuat sifat tanah liat yang lembek menjadi keras dan kuat. Di beberapa negara, keramik biasa digunakan untuk menunjang perkerjaan rumah tangga. Seperti contoh pada vas bunga, wadah air dan gentong. Tapi, Tiongkok membuktikan tembikar tidak hanya bisa digunakan sebagai peralatan. Benda ini memiliki kegunaan yang lebih spesifik dan berharga.
Sebagai Teko Teh
Masyarakat Tiongkok sangat menjunjung tinggi tradisi minum teh. Sebab, bagi negara ini, minum teh bukan sekedar meneguknya. Tapi, sudah menjadi ritual yang memiliki makna filosofi. Tradisi ini telah ada sejak lebih dari 3000 tahun yang lalu, pada masa pemerintahan Kaisar Shen Nong.
Oleh karena itu, Tiongkok sangat memperhatikan wadah yang digunakan untuk menyeduh teh. Wadah terbaik adalah teko yang terbuat dari alam, yaitu tanah liat. Setelah pengrajin membentuk tanah liat, maka teko dibakar dengan suhu tinggi. Sehingga menghasilkan keramik yang berkualitas tinggi dan awet.
Sebagai Barang Koleksi yang Bernilai Tinggi
Keramik Zisha terkenal karena kualitasnya yang sangat baik dan daya tahan lama. Sejarah keberadaan tembikar di Tiongkok sudah dimulai sejak jaman prasejarah. Berangsur-angsur, keramik menjadi sebuah barang yang bernilai tinggi. Tembikar kuno memiliki nilai estetika yang sangat tinggi dan unik. Oleh sebab itu, banyak yang mengoleksi karya tangan ini untuk pajangan atau dijual kembali.
Sebagai Objek Seni
Sejarah kerajinan tanah liat ini berasal dari China dan merupakan salah satu seni tertua di dunia. Sejak kemunculannya, karya tangan ini sudah mencuri perhatian dunia. Perkembangannya begitu pesat, hingga mempengaruhi kemajuan kesenian dan industri. Pengrajin membuat beragam bentuk keramik, tapi tetap memiliki fungsi. Ukiran dan corak pada permukaannya menambah keindahan objek seni ini.
Sebagai Simbol Budaya dan Tradisi
Karya yang terbuat dari tanah liat ini merupakan simbol budaya dan tradisi bagi masyarakat China. Ini terlihat dari kebiasaan masyarakat sekarang yang masih menggunakan teko teh, vas bunga dan hiasan rumah. Bahkan tembikar kuno China ditemukan di berbagai belahan dunia, menandakan penyebaran budaya Tiongkok.
Keunikan Teko Keramik Zisha dari Yixing
Selain guci, kerajinan dari tanah liat yang mencolok adalah teko teh. Perabot yang terlihat sepele ini memiliki makna mendalam. Bagi masyarakat Negeri Tirai Bambu, wadah menyeduh teh merupakan bagian yang sangat penting. Terutama dalam upacara atau ritual minum teh.
Kualitas dari wadahnya sendiri dapat mempengaruhi kualitas seduhan. Teko dengan mutu terbaik datang dari Yixing, Provinsi Jiangsu. Wilayah tersebut menjadi tempat produksi keramik Zisha. Masyarakat China sangat mengapresiasi teko dari Yixing karena keunikan dan kualitasnya yang berbeda dari daerah lain.
Terbuat dari Bahan Alami yang Berkualitas
Teko dari Yixing memiliki kualitas unggul karena terbuat dari bahan alami, yaitu Zisha. Jenis tanah ini hanya ada di provinsi Jiangsu. Zisha sendiri merupakan jenis tanah liat ungu yang berpori. Tanah liat Zisha umumnya berwarna coklat kemerahan atau ungu keabu-abuan, yang disebabkan oleh kandungan mineral alami. Bahan lokal ini biasa disebut dengan tanah liat ungu. Karena terbuat dari bahan alami, membuat teko teh Yixing berkualitas tinggi.
Bersifat Tahan Panas
Menyeduh teh menggunakan keramik Zisha menjadi pilihan terbaik bagi warga China. Sebab, tembikar ini mampu menahan suhu panas dan memiliki nilai konduktivitas panas rendah. Sehingga dapat langsung menuang air mendidih ke dalam teko. Suhu panasnya tidak akan menyebar pada gagang teko sekalipun.
Mampu Mempertahankan Suhu
Kemampuan teko dari tanah liat ungu tak berhenti sampai sini. Banyak yang memilih perabot ini karena memiliki kemampuan mempertahankan panas. Suhu teh yang diseduh dapat bertahan cukup lama dalam satu wadah. Ini menunjukkan, tanah liat dari Yixing ini dapat mengontrol peredaman suhu. Sehingga setiap orang masih sempat menikmati minum hidangan hangat. Sangat cocok untuk upacara minum teh dalam waktu lama.
Tingkat Porositas yang Baik
Tanah liat ungu mengandung mineral dari alam. Dilihat dari teksturnya, tembikar memiliki pori-pori kecil yang padat. Sehingga dapat mempengaruhi kekentalan teh panas. Karakteristik teko ini tidak akan mengubah nikmatnya rasa seduhan teh panas. Tentunya, keharuman dari teh akan tetap terjaga.
Bebas dari Bahan yang Mengandung Racun
Keramik dari tanah liat ungu sudah terkenal kualitasnya. Dibandingkan dengan teko dari bahan lain, masyarakat China sendiri merekomendasikan keramik Zisha ini. Minum teh panas menggunakan teko Yixing merupakan pilihan terbaik. Perabotan ini sangat aman dari bahan-bahan berbahaya. Sebab, tanah yang digunakan kaya akan mineral murni bawaan dari alam.
Penyerap Alami
Bagi masyarakat Tiongkok, minum teh bukan sekedar meneguk air. Kegiatan tersebut bagian dari budaya yang sulit hilang. Tiongkok sangat memperhitungkan daun teh yang digunakan, rasa, aroma hingga perabot yang digunakan. Keramik Yixing memiliki tingkat penyerapan yang baik. Ini membuat aroma dan rasa teh yang diseduh menjadi sangat lezat.
Memiliki Tekstur yang Kuat
Bagi pengrajin, membentuk tanah liat Zisha memerlukan keahlian khusus. Tanah liat ini memiliki tekstur yang lembut saat pertama kali dibentuk, namun setelah dibakar pada suhu tinggi, teksturnya menjadi keras dan kuat. Proses pemanasan tersebut membuat keramik Zisha memiliki daya tahan yang luar biasa. Teko yang terbuat dari tanah liat Zisha dapat bertahan lama dan tetap awet meskipun digunakan setiap hari.
Keramik Zisha dikenal di China karena karakteristik uniknya yang sulit ditemukan pada keramik dari daerah lain. Sentuhan seni ikut menambah keindahan tembikar khas Tiongkok. Salah satunya pada teko teh yang menjadi perhatian saat ritual minum teh. Pengrajin teko dari Zisha tersebar di kota Yixing, asal muasal tanah liat ungu. Masyarakat Tiongkok sangat menghargai dan mendukung pengrajin-pengrajin keramik Zisha sebagai bagian dari warisan budaya mereka.