Guangzhou, 27–28 November 2025 — BRCC Indonesia secara resmi berpartisipasi dalam The 3rd Belt and Road Chinese University and Overseas Partner Exchange Conference, sebuah konferensi internasional tahunan yang diselenggarakan oleh MalishaEdu bekerja sama dengan BRCC, Easy Link, Belt & Road Healthcare Center (BRHC), dan Belt & Road Education Service Center (BRESC). Pada tahun 2025, konferensi ini tercatat sebagai penyelenggaraan terbesar sejak dibentuk, dengan kehadiran 70+ universitas dan institusi, serta lebih dari 500 peserta global dari 50+ negara.

Partisipasi BRCC Indonesia bertujuan memperluas jejaring kolaborasi akademik internasional, membangun kemitraan strategis dengan universitas Tiongkok di bidang pendidikan dan bahasa, serta memperkuat posisi BRCC Indonesia dalam ekosistem pendidikan global Belt & Road.

Tujuan Partisipasi BRCC Indonesia

BRCC Indonesia hadir dalam konferensi untuk:

  • memperluas jejaring kerja sama akademik dan institusional,

  • menjalin kemitraan dengan universitas Tiongkok di bidang pendidikan, bahasa, beasiswa, serta program foundation,

  • mengikuti forum tematik untuk memperkuat peran BRCC Indonesia sebagai lembaga pendidikan Mandarin dan pusat kolaborasi internasional,

  • mendukung visi global BRCC dalam menyediakan akses pendidikan dan mobilitas talenta di negara-negara Belt & Road.

Informasi Penyelenggaraan

Nama Kegiatan: The 3rd Belt and Road Chinese University & Overseas Partner Exchange Conference
Tanggal: 27–28 November 2025
Lokasi: Nanyang King’s Hotel, Guangzhou, China
Penyelenggara: MalishaEdu, BRCC, Easy Link, BRHC, BRESC
Peserta: 70+ universitas dan institusi, 500+ peserta global, perwakilan kedutaan, konsulat, dan kementerian pendidikan dari berbagai negara.

Perwakilan Delegasi Indonesia

Konferensi ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai lembaga pemerintah, organisasi pendidikan, dan universitas di Indonesia, di antaranya:

Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah & Organisasi Pendidikan:

  • Abdul Ghaffarrozin, M.Ed – Ketua – PWNU Jawa Tengah

  • Betty Wulandari, MP – Kepala Bagian Kerja Sama – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

  • Kustrisaptono, S.Si., M.Pd – Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan & Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah

  • Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si – Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 – Kota Administrasi Jakarta Barat

  • Dwi Agustini, S.Pd., M.Si – PAUD Dikmas Wilayah 1 – Kota Administrasi Jakarta Barat

  • Harianto Oghie – Sekretaris – LP Ma’arif NU PBNU

  • Fakhruddin Karmani – Ketua – LP Ma’arif Jawa Tengah

  • Hidayatun – Wakil Ketua – LP Ma’arif Jawa Tengah

  • Fikri Sholahudin – Wakil Sekretaris – LP Ma’arif Jawa Tengah

  • Irfan Nabhani – Rektor – Universitas Garut

  • Ahmad Zaki Fuad – Rektor – IAI Khozinatul Ulum Blora

  • Nur Cholid, M.Pd – Wakil Rektor – Universitas Wahid Hasyim

  • Dimyati Mudasir Sulaiman – Wakil Rektor – Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati

  • Retno Anggarini – Kepala Sekolah – SMA Dwiwarna

  • Hutami Chandra Kusuma – Sekretaris Yayasan – Dwiwarna

  • Joshua Yohanes – Kepala Non-Akademik – Tarumanagara Institute

  • Ahmad Rafiq Abdulloh – Anggota – PWNU Jawa Tengah

  • Soleh Abwa – Ketua BKK – SMK Ma’arif NU Jakarta

  • Iman Fadilah Sonhaji – Dekan Fakultas Studi Islam – Universitas Wahid Hasyim

  • Ubbadul Adzkiya – Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah – Universitas Wahid Hasyim

  • Milul Hana Muharror – Kepala Divisi Bahasa Inggris – IAI Khozinatul Ulum Blora

  • Lisdiana Endah Wahyuni – Kepala Divisi BKK – SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh

  • Fanny Priscyllia – Koordinator Kerja Sama Kantor Internasional – Universitas Ngurah Rai

  • Subekan Nurhadi – Kepala Sekolah – SMK Ma’arif Tunjungan Blora

  • Slamet Edi – Kepala Sekolah – SMK Syafi’i Akrom

  • Dewi Ma’arifatuzzahro – Kepala Sekolah – SMK Al Hikmah Blora

  • Choironi Rofiqul Umam – Guru – SMA NU Al Ma’ruf Kudus

BRCC Indonesia & Mitra Strategis:

  • Veby Millian Kesuma – Direktur – BRCC Indonesia

  • Willy Chiandra – Direktur – TUTORAVEL

  • Mario Agustian Lasut – General Manager – BRCC Indonesia

  • Samuel Pijar Tirtawijaya – Business Development – BRCC Indonesia

  • Arbiatul Zaharantika – Konselor – BRCC Indonesia

  • Dafa Maora Awali – Personal Assistant – BRCC Indonesia

Peserta Pelajar:

  • Nurfadilah

  • Huda Riyana Yasin

  • Risha Fillah Fitriah

Rangkaian Kegiatan

Hari Pertama — 27 November 2025

Agenda dimulai dengan sesi registrasi dan upacara pembukaan, disusul foto bersama dan pameran institusi internasional.

1. Overseas Institution Exhibition & MOU Signing Ceremony

BRCC Indonesia memperkuat kemitraan internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan unveiling board bersama dua universitas elite Tiongkok kategori Kampus 985:

  • Huazhong University of Science and Technology (HUST)

  • Tianjin University

Kolaborasi mencakup:
• student exchange
• joint research
• peningkatan kapasitas akademik
• peluang studi lanjutan
• peluang pembukaan foundation program

2. University Booth Exhibition

BRCC Indonesia menghadirkan berbagai mitra dari Indonesia untuk membuka booth, termasuk:
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Suku Dinas Jakarta Barat, PWNU, PBNU, universitas, sekolah, hingga SMK mitra BRCC. Booth ini menarik perhatian delegasi internasional dalam penjajakan kerja sama pendidikan, vokasi, dan program budaya.

3. CSCA Forum

Forum China Scholastic Competency Assessment merupakan sesi koordinasi dan diskusi yang membahas sistem asesmen kompetensi akademik yang digunakan di Tiongkok sebagai standar penilaian kemampuan scholastic siswa dan calon mahasiswa internasional.

Hari Kedua — 28 November 2025

Hari kedua diisi dengan pameran universitas Tiongkok, sesi one-to-one meetings, dan forum tematik.

1. University Expo & Special Forums

Hari kedua konferensi diisi dengan rangkaian Chinese University Exhibitions & One-to-One Discussions, yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari. Kegiatan ini menghadirkan lebih dari 70 universitas Tiongkok yang membuka booth resmi mereka di Chang Sheng Hall. Setiap booth menyediakan informasi lengkap terkait pendaftaran mahasiswa internasional, beasiswa, program akademik, kesempatan studi lanjutan, hingga potensi kolaborasi institusi dengan mitra dari berbagai negara.

Lebih dari 500+ partisipan dari Indonesia maupun delegasi negara lainnya mengunjungi booth secara aktif untuk berdiskusi langsung, menggali peluang kerja sama, serta menjajaki kemungkinan MoU dengan pihak universitas. Suasana berlangsung sangat meriah dan antusias, terlihat dari kerumunan panjang di berbagai booth. Selain sesi konsultasi, acara juga dimeriahkan dengan pembagian sertifikat partisipasi, sesi foto bersama, serta interaksi hangat antara universitas Tiongkok dan para delegasi internasional. Kegiatan ini menjadi momen penting dalam memperluas jejaring global dan membuka banyak pintu kerja sama baru bagi institusi pendidikan dari Indonesia.

Memasuki agenda hari kedua yang begitu meriah dan interaktif, konferensi kemudian dilanjutkan dengan berbagai forum khusus dan sesi kolaborasi yang semakin memperdalam kerja sama antara institusi Indonesia dan Tiongkok.

2. BRCC Medical Institutions and Overseas Partners Exchange

Forum ini diselenggarakan untuk mempertemukan rumah sakit Tiongkok, institusi medis luar negeri, dokter, serta para pemangku kepentingan di sektor kesehatan guna membahas peluang kolaborasi layanan kesehatan lintas negara. Acara ini menjadi wadah strategis bagi penguatan jejaring, pertukaran pengetahuan, dan penjajakan kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok di bidang kesehatan.

Pada sesi ini, Mario Agustian Lasut selaku General Manager BRCC Indonesia menyampaikan paparan mengenai posisi strategis Indonesia sebagai negara besar dengan 288 juta penduduk dan GDP mencapai US$ 1.7 triliun. Indonesia juga memiliki Universal Health Coverage terbesar di dunia melalui BPJS Kesehatan. Nilai industri kesehatan nasional pada tahun 2024 tercatat mencapai US$ 11.6 miliar, termasuk Foreign Direct Investment (FDI) sebesar US$ 4 miliar, dengan pertumbuhan stabil sekitar 8% per tahun. Meski demikian, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan signifikan, seperti inflasi sektor kesehatan yang mencapai 13%—jauh di atas rata-rata inflasi nasional sebesar 3%—tingginya ketergantungan impor, akses layanan kesehatan yang belum merata, kenaikan biaya pendidikan di bidang medis, serta rasio dokter yang masih di bawah standar WHO.

Di sisi lain, jumlah pasien Indonesia yang berobat ke luar negeri telah mencapai 2 juta orang setiap tahun, sehingga memicu economic outflow sekitar US$ 10 miliar. Melalui forum ini, BRCC Indonesia mengundang Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nahdlatul Ulama, serta berbagai kampus dan fakultas kedokteran Indonesia untuk menjajaki potensi kolaborasi dengan industri kesehatan Tiongkok. Bentuk kerja sama yang didorong meliputi perekrutan tenaga kerja kesehatan, transfer pengetahuan dan teknologi, serta peluang investasi strategis di sektor kesehatan Indonesia. BRCC Indonesia berharap kehadiran delegasi dalam forum ini dapat menghasilkan kabar baik, inisiasi program konkret, dan masa depan yang lebih baik bagi dunia pendidikan dan kesehatan di Indonesia.

3. Vocational Education Forum

Workshop bertema “Chinese+ Vocational Training & the Globalization of Vocational Education” membahas internasionalisasi pendidikan vokasi, peluang kerja sama kurikulum, serta peningkatan kompetensi SDM melalui kolaborasi antara Tiongkok dan lembaga vokasi luar negeri.

4. Special Career Fair of HUST

Sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengenal lebih dekat peluang karier, riset, dan kolaborasi internasional di HUST.

5. CSR Examination Training Program

Forum ini membahas pengembangan dan implementasi program China Study Review (CSR) yang berfokus pada penyediaan materi pembelajaran berbasis e-learning. Diskusi mencakup penguatan sistem pembelajaran digital, penyelarasan konten akademik, pemanfaatan platform daring untuk pelatihan peserta, serta pengembangan mekanisme asesmen yang terintegrasi dalam ekosistem e-learning CSR. Program ini dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan akses pendidikan melalui teknologi digital.

Hasil & Capaian BRCC Indonesia

1. Penguatan Jejaring Kerja Sama

BRCC Indonesia berhasil memperluas jaringan kerja sama dengan lebih dari 20 universitas Tiongkok, termasuk kampus-kampus bereputasi tinggi dalam bidang teknologi, engineering, ekonomi, dan bahasa. Selain memperkuat jejaring dengan institusi luar negeri, BRCC Indonesia juga membangun sinergi strategis dengan berbagai lembaga pendidikan dan pemerintah di Indonesia. Kolaborasi ini mencakup dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, PWNU Jawa Tengah, LP Ma’arif Jawa Tengah, LP Ma’arif NU PBNU, Universitas Wahid Hasyim, Universitas Ngurah Rai, Universitas Garut, Tarumanagara Institute, IAI Khozinatul Ulum Blora, Institut Pesantren Mathaliul Falah Pati, SMA Dwiwarna, SMK Ma’arif NU 1 Sumpiuh, SMK Ma’arif NU Jakarta, SMK Ma’arif Tunjungan Blora, SMK Syafi’i Akrom, SMK Al Hikmah Blora, dan SMA NU Al Ma’ruf Kudus.  Kemitraan ini memperluas cakupan program akademik, mobilitas pelajar, peningkatan kompetensi Bahasa Mandarin, dan pengembangan kerjasama bilateral Indonesia–Tiongkok dalam bidang pendidikan.

2. Potensi Penandatanganan MoU Baru

BRCC Indonesia berkesempatan memperkuat kolaborasi internasional dengan dua universitas unggulan Tiongkok, yaitu Huazhong University of Science and Technology (HUST) dan Tianjin University. Kerja sama ini diresmikan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) serta sesi unveiling board bersama kedua institusi. Sebagai bagian dari jajaran Kampus 985, HUST dan Tianjin University merupakan universitas elite Tiongkok yang memiliki standar akademik dan riset bertaraf dunia, sehingga kemitraan ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang pendidikan, riset, dan pengembangan program internasional bagi pelajar Indonesia.

3. Peningkatan Visibilitas Internasional

Partisipasi BRCC Indonesia memperkuat keberadaan lembaga di tingkat internasional, khususnya sebagai: Authorized HSK Test Center, Mitra resmi pendidikan bahasa Mandarin, Platform resmi kolaborasi Indonesia–Tiongkok di bawah Belt & Road Initiative.

4. Akses Kebijakan & Informasi Baru

BRCC Indonesia mendapatkan pembaruan mengenai:

  • Sistem CSCA sebagai standar seleksi mahasiswa asing
  • Kebijakan universitas Tiongkok terkait penerimaan mahasiswa asing 2026
  • Perluasan beasiswa Belt & Road
  • Tren baru dalam bidang kesehatan, engineering, vocational, dan medical tourism

Rencana Tindak Lanjut

  1. Menindaklanjuti komunikasi dengan universitas yang telah ditemui melalui email dan meeting daring.
  2. Menyiapkan draft kerja sama atau MoU untuk ditawarkan ke universitas yang berminat.
  3. Mengembangkan proposal program foundation dan program pertukaran yang dapat diajukan ke universitas.
  4. Menyampaikan hasil konferensi ke BRCC Global untuk langkah strategis berikutnya.
  5. Membuat materi promosi baru yang sesuai dengan arah kerja sama terbaru.

Penutup

Partisipasi BRCC Indonesia dalam konferensi internasional ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kerja sama pendidikan Indonesia–Tiongkok. Melalui jejaring yang lebih luas, informasi kebijakan terbaru, dan peluang kolaborasi lintas sektor, BRCC Indonesia berkomitmen menghadirkan akses pendidikan internasional yang lebih luas bagi pelajar Indonesia.

Sebagai bagian dari ekosistem BRCC Indonesia, Tutoravel—platform pendampingan studi luar negeri—juga terus memperluas layanan bimbingan persiapan studi, konsultasi akademik, serta coaching karier global. Kehadiran Tutoravel mendukung misi BRCC dalam membantu lebih banyak pelajar Indonesia mendapatkan peluang pendidikan internasional dengan layanan yang terstruktur, terpercaya, dan mudah diakses.