
Bagi mahasiswa Indonesia, melanjutkan pendidikan tinggi ke Tiongkok melalui BRCC Indonesia adalah langkah awal untuk memulai sebuah pengalaman yang tidak hanya melibatkan akademik, tetapi juga adaptasi gaya hidup. Salah satu aspek terpenting dalam adaptasi tersebut adalah makanan. Tiongkok dikenal memiliki keragaman kuliner yang luas dengan cita rasa yang beragam. Namun, sebagai negara dengan mayoritas penduduk non-Muslim, memahami peta kuliner halal dan non-halal adalah kunci utama agar pengalaman tinggal di sana tetap nyaman dan sesuai dengan prinsip keyakinan.
Contents
Memahami Konsep “Qingzhen”: Standar Halal di Tiongkok
Di Tiongkok, istilah “Halal” dikenal dengan sebutan Qingzhen (清真). Kata ini secara harfiah berarti “Murni dan Sejati”. Jika Anda melihat papan nama restoran atau label makanan dengan karakter Mandarin seperti ini, biasanya disertai dengan logo kubah masjid atau tulisan Arab, itu adalah penanda bahwa tempat tersebut umumnya menyajikan hidangan halal.
Restoran Etnis Hui dan Xinjiang
Komunitas Muslim di Tiongkok cukup besar, terutama dari etnis Hui dan Uighur. Mereka dapat ditemukan di berbagai kota besar seperti Beijing, Shanghai, Nanjing, hingga Guangzhou.
- Lanzhou Lamian (Mi Tarik): Ini menjadi pilihan yang efisien bagi mahasiswa. Restoran ini umumnya halal dan mudah ditemukan di berbagai wilayah kota. Menunya sederhana, terjangkau, dan lezat, mulai dari mi kuah sapi hingga nasi goreng telur.
- Restoran Xinjiang: Menawarkan cita rasa rempah yang lebih kuat seperti sate kambing (Chuan’er) dan ayam porsi besar (Dapanji). Restoran ini sering menjadi salah satu tempat berkumpul mahasiswa internasional untuk makan besar.

Fasilitas Kantin Muslim di Universitas Mitra BRCC
Salah satu keunggulan kuliah di Tiongkok melalui jalur resmi BRCC Indonesia adalah ketersediaan fasilitas di dalam kampus. Beberapa universitas besar menyediakan Kantin Muslim.
Kantin ini dikelola khusus dengan peralatan masak yang terpisah dari kantin umum. Menunya bervariasi dan harganya relatif terjangkau dan pada beberapa dengan harga yang relatif terjangkau, karena adanya subsidi umum dari kampus. Hal ini memberikan rasa aman bagi mahasiswa Muslim untuk fokus belajar sehingga membantu mahasiswa Muslim merasa lebih nyaman dalam memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.
Waspada Kuliner Non-Halal: Bahan yang Perlu Diperhatikan
Tiongkok memiliki budaya kuliner yang sangat luas, dan daging babi (Zhu Rou) adalah protein utama dalam masakan Tionghoa umum. Sebagai mahasiswa, penting untuk mengetahui bahan-bahan yang perlu dihindari saat makan di restoran non-halal atau saat membeli camilan di supermarket:
Istilah Daging dalam Bahasa Mandarin
Jika di menu hanya tertulis “Rou” (肉) tanpa keterangan jenis hewannya, umumnya merujuk pada daging babi, namun tetap perlu dikonfirmasi. Daging sapi disebut “Niu Rou” (牛肉) dan ayam disebut “Ji Rou” (鸡肉). Pastikan selalu bertanya kepada pelayan: “Zhè shì zhū ròu ma?” (Apakah ini daging babi?).
Penggunaan Minyak Babi (Lard)
Dalam masakan tumisan atau sup di restoran umum, terkadang digunakan minyak babi (Zhu You) untuk menambah aroma. Mahasiswa disarankan untuk makan di restoran yang berlabel Qingzhen untuk menghindari risiko kontaminasi silang pada peralatan masak.
Alkohol dalam Masakan
Beberapa masakan Tiongkok menggunakan arak masak (Liao Jiu) untuk menghilangkan bau amis pada daging atau ikan. Meskipun sebagian alkohol dapat menguap saat dimasak, bagi mahasiswa yang menjaga aspek syariah secara ketat, hal ini perlu diperhatikan saat memesan makanan di restoran umum.
Tips Belanja Cerdas di Supermarket
Perhatikan Label dan Logo Halal
Saat berbelanja camilan atau bahan makanan di supermarket seperti Hema atau Carrefour, diperlukan kehati-hatian dan teliti dalam membaca label produk. Hal ini penting untuk memastikan makanan yang dibeli sesuai dengan kebutuhan, terutama bagi yang menjaga konsumsi halal. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperhatikan logo halal, biasanya berbentuk lingkaran dengan tulisan Arab “Halal” atau karakter Mandarin 清真. Dengan mengenali tanda ini, mahasiswa dapat lebih mudah memilih produk yang aman dikonsumsi.
Manfaatkan Aplikasi Penerjemah
Selain membaca label, penggunaan aplikasi penerjemah juga amat diperlukan untuk membantu karena sebagian besar produk menggunakan bahasa Mandarin. Mahasiswa dapat memanfaatkan fitur kamera pada aplikasi seperti Google Translate atau Pleco untuk memindai daftar bahan secara langsung. Dengan cara ini, istilah seperti gelatin atau emulsifier dapat dikenali dengan lebih mudah. Jika tidak terdapat label halal yang jelas, sebaiknya produk tersebut dihindari untuk menjaga keamanan konsumsi.
Pilih Bahan Segar dari Sumber Terpercaya
Di sisi lain, bagi mahasiswa pendatang yang ingin memasak sendiri di asrama, pemilihan bahan segar juga perlu diperhatikan. Daging sebaiknya dibeli di pasar khusus Muslim atau di bagian daging halal yang tersedia di supermarket besar. Dengan demikian, proses penyembelihan cenderung lebih terjamin, sehingga mahasiswa dapat memasak dengan lebih tenang dan sesuai dengan prinsip yang dianut.
Etika dan Sosialisasi Kuliner
Secara umum, masyarakat Tiongkok cukup menghargai keberagaman. Jika Anda diundang makan oleh teman lokal yang non-Muslim, jangan ragu untuk menyatakan batasan diet Anda sejak awal. Katakan, “Wǒ chī qīngzhēn” (Saya makan makanan halal). Mereka biasanya tidak akan segan untuk membantu mencarikan restoran halal untuk menghormati Anda.
Budaya makan bersama di Tiongkok menggunakan meja bundar (Lazy Susan) sangat menonjolkan kebersamaan. Dengan memilih restoran halal, Anda tetap bisa menikmati tradisi ini bersama teman-teman dari berbagai negara dengan lebih nyaman.

Menikmati Keberagaman Rasa bersama BRCC Indonesia
Kuliah di Tiongkok bukan artinya akan membatasi diri. Justru, ini adalah kesempatan untuk mengenal sejarah Islam di Tiongkok melalui kulinernya melalui kulinernya yang khas. Dari kehangatan Mi Tarik Lanzhou di musim dingin hingga aroma sate rempah Xinjiang di musim panas, setiap hidangan menjadi bagian dari pengalaman studi Anda.
BRCC Indonesia berkomitmen untuk membimbing mahasiswa dalam segala aspek kehidupan di Tiongkok, termasuk memberikan pembekalan mengenai navigasi kuliner halal. Dengan persiapan bahasa yang matang dan pemahaman budaya yang tepat, Anda dapat melihat bahwa Tiongkok merupakan tempat yang relatif ramah dan inklusif bagi pelajar Muslim Indonesia.
Dengan demikian, mahasiswa dapat meraih peluang masa depan di universitas terkemuka di Tiongkok dan nikmati setiap momen pengalaman kuliner yang aman dan nyaman bersama BRCC Indonesia!