Bahasa dan budaya memiliki hubungan yang erat dan tidak dapat dipisahkan. Mempelajari festival tradisional Tiongkok merupakan cara menarik untuk memahami nilai-nilai budayanya sekaligus memperkaya kosakata dalam bahasa Mandarin.

Berikut ini adalah lima festival tradisional Tiongkok yang paling dikenal, lengkap dengan makna budaya dan kosakata pentingnya:

Contents

1. 清明节 (Qīngmíng Jié) – Festival Qingming / Festival Menziarahi Leluhur

Nama lain dari festival ini adalah Hari Menyapu Makam atau Tomb-Sweeping Day. Berasal dari praktik kuno ziarah makam dan penghormatan kepada leluhur dalam budaya Tionghoa. Festival Qingming telah berlangsung selama lebih dari 2.500 tahun dan menjadi momen penting dalam menyambung kembali nilai-nilai kekeluargaan dan tradisi.

Kisah legenda yang sering dikaitkan dengan festival ini adalah kisah Jie Zitui, yaitu seorang pengikut setia yang rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan tuannya. Untuk mengenangnya, Raja Chong’er menetapkan hari Qingming sebagai waktu untuk memperingati leluhur. Waktu festival ini sekitar tanggal 4–6 April setiap tahun (mengikuti kalender matahari). Festival ini bukan sekadar acara ziarah biasa, tetapi bisa menjadi simbol filial piety atau bakti anak kepada orang tua dan leluhur, serta refleksi tentang asal-usul dan identitas keluarga.

Tradisi Umum dalam Festival Qingming (清明节 – Qingmíng jié)

扫墓 (sǎomù) – Menyapu Makam

Membersihkan makam leluhur dari debu dan daun sebagai bentuk penghormatan dan menjaga kebersihan tempat peristirahatan mereka.

祭拜祖先 (jìbài zǔxiān) – Bersembahyang kepada Leluhur

Ritual seperti membakar dupa, menyalakan lilin, serta mempersembahkan makanan dan minuman untuk menghormati arwah leluhur.

Menanam Pohon

Merupakan simbol kelahiran kembali, kehidupan baru, dan penghormatan terhadap alam yang sedang tumbuh subur di musim semi.

Terbang Layang-layang

Ini adalah salah satu aktivitas menyenangkan yang biasa dilakukan bersama keluarga saat Festival Qingming. Selain sebagai hiburan, layang-layang juga dipercaya dapat mengirim doa ke langit dan mengusir nasib buruk.

2. 端午节 (Duānwǔ Jié) – Festival Perahu Naga

Festival Duanwujie dilakukan tanggal 5 bulan 5 dalam kalender lunar (biasanya jatuh antara Mei–Juni dalam kalender Masehi). Nama lain festival ini adalah Dragon Boat Festival, selain itu Duanwujie juga diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia oleh UNESCO pada tahun 2009. Festival ini memiliki kaitan kisah Qu Yuan (屈原), seorang penyair dan negarawan dari negara Chu pada zaman Negara-Negara Berperang (sekitar abad ke-3 SM). Qu Yuan dikenal sebagai patriot yang sangat setia. Ketika negaranya jatuh ke tangan musuh, ia merasa putus asa dan akhirnya melompat ke Sungai Miluo untuk mengakhiri hidupnya.

Rakyat yang mengaguminya berduka serta merasa sedih kemudian menghormatinya dengan mendayung perahu di sungai untuk mencari jasadnya. Mereka juga melempar zongzi (ketan yang dibungkus daun) ke sungai agar ikan tidak memakan jasad Qu Yuan. Dari sanalah muncul tradisi balapan perahu naga dan makan zongzi.

Tradisi dan Aktivitas Festival Duanwu:

赛龙舟 (sài lóngzhōu) – Lomba Perahu Naga

Mendayung perahu adalah salah satu perlombaan pada Festival Duanwu. Perahu panjang berbentuk naga didayung secara berkelompok. Dentuman genderang menambah semangat peserta dan penonton. Tradisi ini berasal dari upaya rakyat mencari jenazah Qu Yuan, seorang pujangga patriotik.

吃粽子 (chī zòngzi) – Makan Zòngzi

Zòngzi adalah kuliner ketan yang diisi daging, telur asin, atau kacang merah, lalu dibungkus daun bambu dan dikukus. Makanan ini merupakan simbol penghormatan kepada Qu Yuan, yang dilemparkan ke sungai agar ikannya tidak memakan tubuhnya.

挂艾草 (guà àicǎo) – Menggantung Tanaman Herbal

Banyak warga menggantung daun mugwort dan calamus di pintu atau jendela rumah. Ramuan herbal ini juga dipercaya dapat mengusir roh jahat, serangga, dan penyakit, khususnya di awal musim panas.

佩香囊 (pèi xiāngnáng) – Memakai Kantong Harum

Anak-anak sering memakai kantong kecil berisi campuran rempah-rempah dan wewangian, dijahit dengan kain warna-warni. Kantong ini juga dipercaya membawa keberuntungan dan melindungi dari penyakit.

喝雄黄酒 (hē xiónghuáng jiǔ) – Minum Arak Xiónghuáng

Orang dewasa dahulu meminum arak berisi bubuk arsenik ringan (雄黄) sebagai penolak racun dan penyakit. Kini tradisi ini sudah jarang dilakukan karena alasan kesehatan dan keamanan.

3. 中秋节 (Zhōngqiū Jié) – Festival Pertengahan Musim Gugur / Mid-Autumn Festival

Festival ini memiliki nilai simbolis tentang persatuan, kebersamaan, dan kerinduan terhadap orang-orang tercinta. Dalam budaya Tiongkok, bulan purnama melambangkan keutuhan keluarga dan keharmonisan hubungan antaranggota. Oleh karena itu, Mid-Autumn Festival menjadi momen penting untuk berkumpul, makan malam bersama keluarga, dan mendoakan kesehatan serta kebahagiaan.

Festival ini dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 dalam kalender lunar Tiongkok, yang biasanya jatuh pada bulan September atau awal Oktober dalam kalender Masehi. Waktu ini dianggap sebagai saat bulan paling terang, bulat, dan indah dalam setahun.

Tradisi Umum yang Dilakukan

月饼 (yuèbǐng) – Makan Kue Bulan

Kue bulan biasanya berbentuk bulat dan diisi dengan pasta kacang, telur asin, atau bahan manis lainnya. Bentuk bulat melambangkan keutuhan dan kesempurnaan. Kue ini juga sering dibagikan sebagai simbol doa dan rasa syukur.

赏月 (shǎng yuè) – Menikmati Bulan

Kegiatan melihat bulan sambil berkumpul bersama menjadi tradisi utama. Banyak keluarga menikmati suasana malam, melihat bulan purnama, dan berdoa untuk kesejahteraan, kelimpahan, serta keselamatan.

放灯笼 (fàng dēnglóng) – Menerbangkan Lampion

Di beberapa daerah, anak-anak dan keluarga menerbangkan atau membawa lampion warna-warni sebagai bagian dari perayaan malam hari.

4. 春节 (Chūnjié) – Tahun Baru Imlek

Tahun Baru Imlek adalah salah satu perayaan paling penting dalam budaya Tionghoa. Festival ini menandai datangnya musim semi dan dimulainya tahun baru, menurut kalender tradisional. Chūnjié tidak hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga mengandung makna spiritual dan budaya yang dalam, seperti harapan baru, keberuntungan, dan penghormatan terhadap leluhur. Tahun Baru Imlek biasanya dirayakan pada tanggal 1 bulan pertama dalam kalender lunar (umumnya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari di kalender Masehi).

Tradisi dan Aktivitas Khas Tahun Baru Imlek

大扫除 (dàsǎochú) – Membersihkan Rumah

Membersihkan rumah sebelum Imlek dilakukan untuk “menyapu keluar” nasib buruk dan menyambut keberuntungan di tahun yang baru.

贴春联 (tiē chūnlián) – Menempelkan Syair Merah

Menempelkan chūnlián (春联), yaitu syair berisi harapan baik dan keberuntungan, di pintu atau dinding rumah. Warna merah dipercaya membawa hoki dan menolak roh jahat.

年夜饭 (nián yè fàn) – Makan Malam Reuni

Makan malam adalah momen penting dalam perayaan yang biasa keluarga lakukan untuk berkumpul dan menikmati makan malam bersama pada malam sebelum Imlek. Hidangan khas seperti ikan (鱼 / yú) selalu disajikan karena melambangkan kemakmuran (余 / yú berarti ‘lebih’ atau ‘berkelimpahan’).

发红包 (fā hóngbāo) – Memberi Angpau

Orang tua atau yang sudah menikah memberikan amplop merah berisi uang (红包 / hóngbāo) kepada anak-anak atau kerabat yang belum menikah sebagai simbol keberuntungan dan doa restu.

放鞭炮 (fàng biānpào) – Menyalakan Petasan

Petasan dan kembang api dinyalakan untuk mengusir roh jahat dan menyambut dengan semangat dan harapan yang baik.

舞龙舞狮 (wǔ lóng wǔ shī) – Tarian Naga dan Singa

Pertunjukan meriah ini dipercaya membawa keberuntungan dan semangat baru. Naga melambangkan kekuatan, sedangkan singa simbol keberanian dan penangkal kejahatan.

拜年 (bài nián) – Saling Mengunjungi dan Memberi Ucapan Tahun Baru

Keluarga dan kerabat saling berkunjung untuk mengucapkan “新年快乐 (xīnnián kuàilè)” dan menyampaikan doa-doa baik seperti kesehatan, keberuntungan, dan umur panjang.

Kosakata Terkait

  1. 新年快乐 (xīnnián kuàilè) = Selamat Tahun Baru
  2. 红包 (hóngbāo) = Angpau / amplop merah
  3. 放鞭炮 (fàng biānpào) = Menyalakan petasan
  4. 年夜饭 (nián yè fàn) = Makan malam Tahun Baru
  5. (fú) = Keberuntungan. Karakter ini sering ditempel secara terbalik di pintu atau dinding rumah untuk melambangkan bahwa “keberuntungan telah datang” (福到 fú dào), karena kata “terbalik” (倒 dào) memiliki pelafalan yang sama dengan kata “datang” (到 dào) dalam bahasa Mandarin.

5. 元宵节 (Yuánxiāo Jié) – Festival Lampion

Menandai berakhirnya rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek, diadakan dengan Festival Lampion. Pada malam perayaan, masyarakat merayakannya dengan menggantung lampion warna-warni, mengikuti tebak-tebakan isi lampion (cāi dēngmí), dan menikmati tangyuan (汤圆) atau yuanxiao—bola ketan manis yang melambangkan keutuhan dan keharmonisan keluarga.

Aktivitas Umum di Festival Lampion

  1. Menyalakan dan menggantung lampion (灯笼 dēnglóng)
  2. Mengikuti tebak-tebakan di lampion (猜灯谜 cāi dēngmí)
  3. Menikmati tangyuan bersama keluarga

Kosakata Terkait

  1. 灯笼 (dēnglóng) = lampion
  2. 元宵 (yuánxiāo) = bola ketan manis
  3. 猜灯谜 (cāi dēngmí) = tebak-tebakan lampion

BRCC: Tempat Belajar Mandarin yang Menghidupkan Budaya

Perayaan Tahun Baru Imlek (春节 / Chūnjié) bukan sekadar pergantian tahun, tetapi juga mengandung makna budaya yang mendalam, penuh harapan, dan mempererat ikatan keluarga. Dari membersihkan rumah, makan malam keluarga, hingga pemberian angpau dan tarian barongsai—semua tradisi ini mencerminkan nilai-nilai penting dalam budaya Tionghoa.

Ingin memahami lebih dalam makna di balik setiap tradisi dan kosakata Mandarin yang digunakan saat Imlek? Belajar bersama BRCC Mandarin Course! Di sini, kamu tidak hanya belajar bahasa, tapi juga memahami budaya Tionghoa secara menyeluruh.