Berada di daerah pesisir Provinsi Shandong, Tiongkok Timur, Kota Yantai memiliki perjalanan sejarah yang sangat panjang. Sejak sekitar 10.000 tahun lalu, pada zaman Pleistosen atau zaman es, sudah ada kelompok masyarakat yang tinggal di sini.
Kurang lebih 3.000 tahun berikutnya, hadir zaman Neolitikum atau zaman batu, di mana manusia mulai menggunakan batu untuk berbagai kegiatan seperti berburu binatang.
Kota Yantai mulai tercatat dalam sejarah pada era Dinasti Ming yang berkuasa dari tahun 1368–1644 Masehi. Pada tahun 1398, pemerintah membentuk pasukan militer Qishan di Yantai untuk memperkuat pertahanan pesisir. Kemudian, setelah Perjanjian Tianjin tahun 1858 di era Dinasti Qing, kota ini memainkan peran strategis sebagai pelabuhan untuk perdagangan luar negeri.
Tak lama setelah itu, pada 1861 sejumlah negara dari Amerika dan Eropa membuka kantor konsulat di Yantai. Ketika Republik Rakyat Tiongkok berdiri pada tahun 1949, pemerintah memposisikan Kota Yantai sebagai bagian dari Provinsi Shandong. Lalu, pada tahun 1983, Yantai resmi menyandang status sebagai kota prefektur, sehingga lebih mandiri dalam pengelolaannya.
Keunikan dan Keistimewaan Yantai
Hampir semua kota di Tiongkok identik dengan arsitektur bernuansa oriental lengkap dengan kuil tradisional. Namun, Yantai justru menawarkan suasana yang berbeda. Kota ini lebih menonjolkan nuansa kolonial yang kental, dengan banyak bangunan bergaya Eropa, baik klasik maupun modern.
Hal ini wajar, mengingat Yantai merupakan kota yang dihuni banyak ekspatriat dari negara-negara Eropa. Sebagian besar dari mereka bekerja di industri galangan kapal dan telah menetap di sini bersama keluarga selama puluhan tahun. Kehadiran industri galangan kapal ini tidak lepas dari posisi strategis Yantai yang terletak di tepian laut.
Selain itu, Yantai dikenal dengan suasana santainya, sangat cocok untuk relaksasi atau sekadar menikmati suasana baru. Salah satu kawasan pejalan kaki paling populer di kota ini adalah Jalan Chaoyang. Selama bertahun-tahun, jalan ini sukses menarik banyak wisatawan mancanegara untuk berkunjung.
Lokasinya dekat dengan pantai, dan di sisi kiri-kanannya berjajar kafe serta rumah makan. Di malam hari, banyak ekspatriat dan wisatawan bersantai di sini. Kini, Jalan Chaoyang bahkan menjadi salah satu landmark Kota Yantai, memadukan nuansa masa lalu dan masa kini dalam tampilan yang unik.
Yantai juga dikenal sebagai surga kuliner hasil laut, terutama untuk hidangan udang dan teripang. Selain itu, ada anggur lokal Changyu, yang menjadi favorit para wisatawan karena rasanya yang lezat dan menghangatkan. Jika ingin pengalaman yang lebih spesial, pengunjung bisa datang langsung ke pabrik Changyu untuk menyaksikan proses produksinya dari awal hingga akhir.
Bagi yang ingin menjelajahi lebih jauh, ada sejumlah destinasi menarik di Yantai yang patut dikunjungi. Seperti Gold Beach, Penglai Water City, Yantai Mountain, dan Yangma Island. Setiap tempat menawarkan keindahan dan keunikan tersendiri, mampu membuat siapa pun merasa senang dan puas menikmati perjalanan mereka.
Fasilitas Pendidikan Tinggi
Berbicara tentang pendidikan, Yantai termasuk salah satu kota terbaik untuk menimba ilmu karena menyediakan dukungan penuh bagi para pelajar. Salah satunya adalah Yantai University yang memiliki 10 kategori disiplin ilmu, meliputi sains, hukum, ekonomi, manajemen, kedokteran, pertanian, teknik, pendidikan, budaya, hingga seni.
Jumlah mahasiswa yang mencapai 29.000 orang menjadi bukti kualitas pengajaran di universitas ini. Terlebih lagi, Yantai University telah mendapat izin menerima mahasiswa asing melalui program pertukaran dan beasiswa, serta menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan internasional.
Ludong University juga tak kalah menarik bagi mahasiswa internasional, termasuk dari Indonesia. Setiap tahun, sekitar 300 mahasiswa asing belajar di sini melalui berbagai program beasiswa dan pertukaran pelajar. Secara keseluruhan, kampus ini memiliki sekitar 23.000 mahasiswa.
Ludong University bekerja sama dengan lebih dari 50 institusi pendidikan dari lebih 20 negara. Didirikan pada tahun 1958, kampus ini menawarkan 73 program sarjana, 13 disiplin ilmu untuk program magister tingkat pertama, dan 77 program magister tingkat kedua. Selain itu, terdapat 5 program magister profesional dengan 19 spesialisasi.
Sebagai perguruan tinggi swasta, Yantai Nanshan University juga mampu menyediakan pengajaran berkualitas berkat dukungan ribuan tenaga pengajar. Universitas ini memiliki 2.262 dosen penuh waktu, termasuk 568 dosen senior, 648 dosen lulusan diploma pascasarjana, dan 22 dosen asing.
Berada di bawah naungan Nanshan Group, universitas ini mengusung tiga budaya utama: praktis, terbuka, dan fleksibel. Yantai Nanshan University juga menjunjung tinggi keberagaman bakat dan kepribadian, dengan fokus pada peningkatan kualitas mahasiswa agar menjadi insan unggul.
Kesimpulan
Belajar memang tidak harus terpaku pada satu tempat saja. Jika ada kesempatan, tak ada salahnya untuk melanjutkan kuliah ke China. Negeri ini menawarkan banyak pilihan menarik, dan salah satu yang terbaik adalah Kota Yantai dengan berbagai universitas unggulan yang siap mendukung perjalanan pendidikan Anda.
