Dalam perayaan Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa atau chindo mengadakan berbagai kegiatan yang telah menjadi tradisi selama ribuan tahun. Tepat pada hari ke-15 Tahun Baru Imlek, warga Tionghoa merayakannya dengan Festival Lampion atau Lentera China.
Contents
Rangkaian Acara dalam Festival Lampion
Festival Lampion menandai bulan purnama pertama dalam kalender lunar serta menandakan berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. Selama festival berlangsung, rumah-rumah warga Tionghoa atau kawasan Pecinan diterangi cahaya lampion yang berwarna-warni. Selain pemasangan lampion, ada berbagai acara seru yang menjadi daya tarik festival ini.
1. Pemasangan Lampion
Pemasangan lampion merupakan tradisi utamanya. Lampion melambangkan harapan akan masa depan yang lebih baik. Dalam Festival Lentera China, hanya lampion berwarna merah, kuning, biru, dan hijau yang biasanya digunakan, dengan warna merah mendominasi karena dianggap paling membawa keberuntungan.
2. Permainan Teka-Teki Berhadiah
Permainan teka-teki lampion (灯谜, dēngmí) adalah salah satu tradisi paling ditunggu.
- Para tuan rumah atau pemilik toko menuliskan teka-teki pada kertas dan menggantungkannya di lampion.
- Siapa pun boleh mencoba menjawab teka-teki tersebut. Jika berhasil menjawab dengan benar, mereka akan mendapatkan hadiah menarik.
- Permainan ini tidak hanya dimainkan oleh warga Tionghoa, tetapi juga dapat diikuti oleh masyarakat umum.
3. Menikmati Hidangan Yuanxiao atau Tangyuan
Makanan khas pada festival ini adalah Yuanxiao (元宵) di China Utara dan Tangyuan (汤圆) di China Selatan. Kedua hidangan ini sering dianggap sama, tetapi sebenarnya memiliki perbedaan:
- Yuanxiao dibuat dengan cara menggulung isian dalam tepung ketan hingga membentuk bola kecil, kemudian direbus atau digoreng.
- Tangyuan dibuat dengan cara mencampurkan tepung ketan dengan air hingga membentuk adonan, kemudian diisi dan direbus dalam kuah manis.
Hidangan ini melambangkan kebersamaan dan persatuan keluarga, sehingga lebih nikmat disantap bersama keluarga besar.
4. Pertunjukan Barongsai dan Tarian Naga
Festival ini semakin meriah dengan pertunjukan Barongsai dan Tarian Naga, yang dipercaya membawa keberuntungan dan mengusir roh jahat.
- Barongsai melambangkan keberanian dan perlindungan dari roh jahat.
- Tarian Naga melambangkan kesejahteraan dan keberuntungan.
Kedua pertunjukan ini biasanya digelar sejak hari pertama Tahun Baru Imlek hingga malam Cap Go Meh, yang bertepatan dengan Festival Lampion. Banyak warga yang memberikan angpao kepada para pemain sebagai bentuk berbagi keberkahan.
Makna Warna-Warni Lampion dalam Festival
Lampion-lampion dihiasi berbagai warna, yang masing-masing memiliki filosofi tersendiri.
1. Merah
Merah adalah warna paling dominan dalam Festival Lampion. Dalam budaya China, merah melambangkan kemakmuran, keberuntungan, dan keberanian. Warna ini juga dipercaya dapat mengusir roh jahat.
2. Kuning
Kuning melambangkan kehormatan, kejayaan, dan kemuliaan. Dahulu, warna ini identik dengan kekaisaran China dan melambangkan kebesaran seorang raja. Dalam ajaran Buddha, warna kuning juga diartikan sebagai simbol kebebasan dari urusan duniawi.
3. Hijau
Hijau melambangkan kedamaian, harmoni, serta pertumbuhan. Lampion hijau menjadi simbol keinginan untuk terus maju dan hidup berdampingan dengan damai.
4. Biru
Biru sering dikombinasikan dengan warna hitam atau hijau. Warna ini melambangkan umur panjang, penyembuhan, dan energi positif.
Makna Warna Lampion Lainnya
Selain warna utama, ada juga lampion berwarna hitam dan putih, meskipun jarang digunakan dalam perayaan Festival Lampion.
- Lampion Hitam
Hitam melambangkan keabadian, stabilitas, dan kekuatan. Dalam budaya China, hitam juga dikaitkan dengan langit barat dan utara, yang dianggap sebagai nirwana atau surga. - Lampion Putih
Warna putih lebih sering digunakan dalam upacara pemakaman karena melambangkan kesucian dan duka cita. Oleh karena itu, lampion putih jarang dipakai.
Perayaan di Indonesia
Saat ini, Festival Lampion tidak hanya dirayakan di China, tetapi juga di berbagai negara, termasuk Indonesia. Beberapa kota yang mengadakan perayaan ini sebagai acara tahunan antara lain:
- Singkawang, Kalimantan Barat – terkenal dengan perayaan Cap Go Meh yang meriah.
- Semarang, Jawa Tengah – Pemasangan lampion dan acara Cap Go Meh sering diadakan di Klenteng Sam Poo Kong.
- Jakarta – Beberapa kawasan Pecinan seperti Glodok juga mengadakan perayaan Cap Go Meh dan pemasangan lampion.
Festival Lampion telah menjadi salah satu warisan budaya dunia yang memikat banyak orang, baik warga Tionghoa maupun masyarakat umum.
