Imlek atau Sincia dikenal masyarakat sebagai Tahun Baru Tiongkok. Inilah salah satu perayaan penting dalam budaya etnis Tionghoa. Perayaan ini menandai awal datangnya tahun baru berdasarkan kalender lunar.

Perayaan ini mendapatkan julukan sebagai salah satu perayaan tertua di dunia. Ada banyak cerminan yang terlihat dari pelaksanaan perayaan Tahun Baru Tiongkok ini. Sebut saja adanya dimensi spiritual dan sosial, cerminan nilai-nilai keluarga, tradisi, serta harapan. Semuanya tertuang di dalam satu perayaan tahunan ini.

Sejarah dan Asal Usul Imlek

Sebagai sebuah perayaan yang memiliki akar sejarah panjang, banyak yang memperkirakan lahirnya sudah ada lebih dari 3.000 tahun lalu, yaitu pada masa Tiongkok Kuno. Tepatnya, perayaan ini sudah ada sejak Dinasti Shang.

Perayaan ini awalnya berhubungan dengan upacara penghormatan kepada para dewa dan leluhur. Ada pula kaitan dengan usaha untuk memohon keberuntungan untuk hasil panen yang melimpah.

Nama asli dari perayaan ini dalam bahasa Tiongkok adalah Chunjie (春节). Kata ini bermakna sebagai Festival Musim Semi. Nama ini mencerminkan harapan akan musim semi yang subur dan membawa kehidupan baru.

Perayaan ini awalnya berhubungan dengan praktik pertanian yang dijalankan masyarakat. Kemudian, berkaitan juga dengan kepercayaan spiritual masyarakat Tionghoa. Inilah yang ada di balik makna harapan datangnya musim semi yang subur. Harapan petani untuk bisa bertani dan mendapatkan hasil yang memuaskan.

Awal munculnya perayaan ini terkait dengan upacara penghormatan masyarakat kepada dewa-dewa dan leluhur. Inilah bentuk rasa syukur atas hasil panen yang mereka dapatkan dan doa yang mereka berikan untuk mendapatkan kesejahteraan. Semua ini terjadi pada masa Dinasti Shang.

Perkembangan terjadi di masa Dinasti Zhou (1046–256 SM). Perayaan ini berkembang menjadi sebuah tradisi tahunan yang banyak dipraktikkan masyarakat. Perayaan ini mencakup pesta, doa, dan berbagai ritual.

Pada masa ini, perayaan masih berupa tradisi tahunan yang memiliki hubungan erat dengan pertanian dan musim. Barulah di masa Dinasti Han, sekitar tahun 206 SM–220 M, perayaan ini mendapatkan konsepnya sebagai sebuah perayaan tahun baru.

Hal ini terkait keberadaan kalender lunar, di mana masyarakat mulai menggunakannya secara luas. Berdasarkan kalender ini, penentuan awal tahun mengikuti siklus bulan. Waktu ini biasanya jatuh antara akhir Januari hingga pertengahan Februari. Inilah metode penentuan tanggal yang masih banyak digunakan hingga saat ini.

Imlek di Masa Modern

Adanya Revolusi Kebudayaan di Tiongkok yang terjadi pada 1966 hingga 1976 memberikan pengaruh pada perayaan tahun baru ini. Awalnya, beberapa tradisi perayaan tidak diperbolehkan untuk diadakan.

Namun, setelah tahun 1980-an, pemerintah Tiongkok memutuskan untuk menghidupkan kembali tradisi ini. Sejak itu, semakin banyak masyarakat yang kembali merayakan tradisi tahunan ini dengan lebih meriah. Tak lagi hanya terkait dengan masalah pertanian, tapi sudah menjadi satu perayaan tahunan yang mendapatkan perhatian besar dari masyarakat Tiongkok sendiri.

Menyebarnya komunitas Tionghoa di seluruh dunia juga memberikan pengaruh pada keberadaan perayaan ini. Semakin banyak yang menerima tradisi ini. Saat ini, perayaan Tahun Baru Tiongkok ini tak hanya dirayakan di Tiongkok saja.

Namun, sejumlah komunitas etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh dunia juga turut merayakannya. Contohnya, di Indonesia, Malaysia, Singapura, dan berbagai negara lainnya. Hal ini mencerminkan penerimaan budaya Tionghoa di luar Tiongkok. Juga membuktikan bagaimana budaya Tionghoa mampu diterima oleh masyarakat luas.

Di Indonesia sendiri, perayaan ini juga mengalami pasang surut. Pada masa Orde Baru, pemerintah sempat melarang perayaan ini. Namun, sejak tahun 2000-an, masyarakat etnis Tionghoa atau Chindo sudah bisa kembali mengadakan perayaan momen pergantian tahun baru ini. Bahkan, sejak tahun 2003, perayaan ini sudah mendapatkan pengakuan dan menjadi hari libur nasional.

Tradisi Utama dan Perayaan Imlek

pemberian angpau saat hari sincia atau imlek

Perayaan ini tak hanya memiliki arti sebagai penanda datangnya awal tahun baru. Ada sejumlah makna yang terkandung di dalamnya. Sebut saja sebagai satu momen refleksi, penghapusan energi negatif, dan persiapan untuk keberuntungan di tahun yang akan datang.

Perayaan ini juga mencerminkan konsep yin dan yang. Nilai keseimbangan tercermin dalam kegelapan dan terang, masa lalu dan masa depan. Semua aspek ini bersatu menjadi tema sentral.

Perayaan ini juga memiliki makna kuat dalam hubungan keluarga. Keberadaannya menjadi satu momen khusus bagi anggota keluarga untuk berkumpul. Tradisi berkumpul bersama ini ada untuk acara makan malam dan menghormati leluhur.

Ada beberapa hal yang menjadi tradisi utama dalam perayaan Imlek ini. Layaknya setiap perayaan besar, pastilah ada persiapan besar pula yang dilakukan. Begitu pula dengan perayaan ini, yang merayakan akan membuat persiapan yang paripurna untuk menyambut hari spesial yang hanya ada setahun sekali ini.

Bersih-Bersih Rumah

Persiapan sebelum hari Sincia ini terkait dengan pembersihan rumah secara menyeluruh. Hal ini pun juga memiliki makna untuk mengusir nasib buruk dan energi negatif dari tahun sebelumnya. Selain itu, proses pembersihan ini juga menunjukkan kesiapan penghuni rumah untuk menyambut keberuntungan baru. Namun pada hari Sincia, pastikan tidak bersih-bersih rumah karena kerap dianggap mengusir rejeki pada hari tersebut. Jadi hanya lakukan bersih-bersih rumah pada hari-hari sebelumnya ya.

Dekorasi Sincia

Persiapan selanjutnya adalah menyiapkan dekorasi. Warna merah dipercaya mampu mencerminkan beberapa lambang, seperti keberuntungan, kebahagiaan, dan perlindungan dari roh jahat. Sehingga dekorasi warna merah ini banyak mendominasi perayaan Imlek.

Ada pula dekorasi lain seperti lampion, kertas potong, dan tulisan kaligrafi keberuntungan yang menghiasi rumah dan tempat umum. Semuanya pun sebisa mungkin hadir dengan corak warna merah menyala.

Angpau

Perayaan ini juga identik dengan pemberian angpau (红包). Angpau adalah amplop berwarna merah yang berisikan uang. Biasanya saudara yang sudah menikah wajib memberikan angpau kepada saudara yang belum menikah. Sebelum pemberian angpau, biasanya kedua pihak saling mengucapkan Gong Xi Fa Cai (恭喜发财) yang berarti semoga Anda bahagia dan sejahtera. Tradisi pengucapan Gong xi fa cai dan pemberian angpau adalah simbol keberuntungan dan doa untuk kesejahteraan.

Makan Malam Imlek

Makan malam bersama sering menjadi penanda perayaan ini. Keluarga biasanya menyiapkan aneka hidangan untuk dinikmati bersama saat perayaan berlangsung. Ada beberapa jenis makanan khusus yang dianggap memiliki hubungan dengan nilai dari perayaan ini. Sebut saja ikan yang melambangkan kelimpahan, pangsit yang melambangkan kekayaan, dan kue keranjang yang menyiratkan rasa persatuan.

Inilah perayaan Imlek atau Tahun Baru Tiongkok yang menjadi salah satu tradisi kebudayaan Tionghoa itu sendiri.