Siapa saja yang akan menghadapi tes IELTS, mengikuti kursus IELTS sebelumnya adalah hal yang sangat dianjurkan. Karena dengan kursus ini, ada persiapan maksimal guna mendapatkan hasil optimal dari tes IELTS.
Contents
Cakupan Kursus IELTS
Setiap kursus IELTS ini mencakup persiapan untuk mendapatkan kemampuan utama bahasa Inggris pada empat aspek, yaitu Listening (Mendengarkan), Reading (Membaca), Writing (Menulis), dan Speaking (Berbicara). Sedangkan untuk isi kursus sendiri, bisa mencakup beberapa hal berikut ini:
Latihan Listening (Mendengarkan)
Pada latihan ini, kursus akan mengajarkan kepada pesertanya untuk memahami dan mendengarkan berbagai ragam aksen bahasa Inggris. Karena bahasa Inggris memiliki sejumlah aksen yang berbeda antara satu sama lain, maka butuh adanya pengetahuan yang lengkap mengenai hal ini.
Ada aksen Inggris yang berbeda dengan aksen Australia ataupun Amerika. Demikian pula sebaliknya. Beberapa pembicaraan dengan menggunakan beragam aksen ini akan muncul dalam tes IELTS, sehingga peserta perlu untuk mempelajarinya.
Latihan untuk listening ini mencakup berbagai jenis soal. Peserta pun disiapkan untuk mampu memecahkan beragam jenis soal ini, seperti pilihan ganda, mengisi titik-titik, ataupun mengisi diagram.
Untuk bisa memahami aspek mendengarkan ini, beberapa teknik utama akan diajarkan. Misalnya adalah dengan berfokus pada konteks, mencari kata kunci pada setiap pembicaraan atau bacaan yang didengar. Penting pula untuk selalu mencatat hal-hal utama di setiap mendengarkan rekaman audio di bagian tes mendengarkan ini.
Latihan Reading (Membaca)
Pada bagian ini, setiap peserta akan berhadapan dengan berbagai jenis teks di mana setiap teks akan memiliki konsentrasi atau perhatian yang berbeda. Sebut saja ada artikel ilmiah, cerita atau percakapan, laporan, atau cuplikan surat kabar.
Kursus akan mengajarkan kepada peserta untuk mampu memahami setiap bacaan yang ada, kemudian menyelesaikan soal yang berkaitan dengan bacaan tersebut. Kursus juga akan mengajarkan beberapa keterampilan membaca yang terkait dalam tes IELTS ini.
Keterampilan membaca yang diajarkan meliputi scanning, yaitu membaca dengan cepat demi mendapatkan informasi spesifik yang ada dalam bacaan. Ada juga skimming, yaitu membaca untuk memahami ide utama yang ada dalam bacaan. Termasuk juga kemampuan membaca untuk memahami bacaan secara mendalam.
Berbagai jenis soal juga akan ada untuk aspek membaca ini, mulai dari pilihan ganda, melengkapi kalimat dengan kata-kata yang tepat, benar atau salah, dan beberapa yang lain. Peserta akan disiapkan untuk mampu memecahkan soal dari berbagai jenis soal yang ada.
Latihan Writing (Menulis)
Kemampuan menulis dalam bahasa Inggris mencakup beberapa hal. Pertama, terkait dengan pemahaman mengenai kosakata atau vocabulary yang lengkap. Setiap diksi mewakili makna tersendiri, sehingga sangat perlu untuk memiliki kosakata yang tepat karena mampu menyiratkan makna yang terkandung.
Setelah pemahaman mengenai kata, selanjutnya adalah bagaimana membentuk kalimat. Ada beragam jenis kalimat di mana peserta kursus harus mampu membuatnya. Hal ini juga terkait dengan grammar yang benar, karena bahasa Inggris erat kaitannya dengan penggunaan grammar.
Susunan kalimat yang sempurna akan mampu membentuk paragraf yang baik pula. Setiap peserta akan dibekali dengan pemahaman dan teori untuk membuat paragraf yang baik. Setiap paragraf harus mampu mengungkapkan maksud dengan baik dan tersampaikan.
Peserta IELTS akan berlatih untuk menulis beragam jenis tulisan, mulai dari deskripsi tentang grafik, tabel, atau diagram, sampai pada mempelajari bagaimana penulisan surat formal dan informal.
Tak hanya itu, peserta juga harus mampu untuk menulis esai yang menampilkan pendapat masing-masing. Setiap tulisan harus berada pada struktur yang tepat dan jelas.
Pemilihan diksi yang tepat, pembuatan kalimat yang kompleks, serta paragraf yang mampu menerangkan maksud dengan baik menjadi indikator utama untuk menentukan skor yang lebih tinggi.
Latihan Speaking (Berbicara)
Belajar mengenai bahasa asing erat kaitannya dengan kemampuan berbicara dalam bahasa tersebut. Kemampuan bahasa ini juga erat kaitannya dengan kemampuan memahami teori dalam bahasa itu sendiri.
Jika sudah mencukupi dalam pemahaman ilmu grammar bahasa Inggris dan juga vocabulary, kemampuan speaking juga akan memadai. Walaupun bagi sebagian orang, kemampuan speaking mereka tidak dipengaruhi oleh dua hal ini.
Untuk kursus IELTS ini, peserta akan mendapatkan simulasi sesi speaking secara formal, misalnya dalam sebuah wawancara, memperkenalkan diri, ataupun menjawab pertanyaan umum.
Dalam speaking ini, kursus akan memberikan konsep dan teori mengenai bagaimana memberikan jawaban yang tepat dengan struktur yang sempurna serta penggambaran yang logis dan relevan.
Latihan kelancaran juga menjadi aspek penting. Peserta bisa mencapainya dengan memperbanyak latihan berbicara, meningkatkan kemampuan menggunakan beragam kosakata, dan juga pelafalan yang tepat.
Cakupan Tambahan Kursus IELTS
Target skor dalam kursus IELTS bisa beragam bagi setiap peserta. Hal ini berkaitan dengan tujuan mengikuti kursus. Misalnya ada yang memiliki target dengan skor sebesar 6.5 ataupun 7.
Untuk itu, biasanya setiap pengajar kursus akan bersiap diri untuk memberikan umpan balik kepada setiap peserta. Mereka akan memberikan rincian detail mengenai kekuatan dan kelemahan peserta, sehingga bisa menguatkan yang lemah dan mempertahankan yang sudah kuat.
Peserta juga bisa mengikuti vocabulary building guna memperkaya kosakata. Ada pula sesi grammar review untuk semakin memperdalam kemampuan membuat kalimat dengan struktur yang tepat pada kalimat yang lebih kompleks.
Sesi tambahan ini juga bisa berupa latihan berbicara dalam bentuk diskusi kelompok. Diskusi bisa sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan memperluas kemampuan berkomunikasi.
Mau Kursus IELTS?
Untuk mendapatkan kursus IELTS sesuai harapan, jangan ragu untuk menghubungi BRCC sebagai satu tempat kursus IELTS terbaik untuk Anda.
View this post on Instagram
