
Tren minuman herbal di Tiongkok telah berevolusi dari sekadar pengobatan tradisional menjadi bagian dari identitas gaya hidup modern. Jika dahulu obat herbal identik dengan rasa pahit dan lebih banyak digunakan oleh kalangan lansia, kini Generasi Z dan milenial di Tiongkok kini turut mendorong popularitas tren “Punk Health” (Pengke Yangsheng), yaitu sebuah gaya hidup di mana mereka tetap bekerja keras namun tetap berupaya menjaga kesehatan melalui berbagai kebiasaan, termasuk konsumsi minuman herbal modern.
Contents
Revolusi Minuman Herbal: Gaya Hidup Sehat Gen-Z di Tiongkok
Gen Z di Tiongkok tidak meninggalkan tradisi, melainkan melakukan proses rebranding terhadapnya. Minuman herbal kini hadir dengan rasa yang lebih ringan, kemasan yang menarik secara visual dan cocok untuk dibagikan di media sosial.
Fenomena “Punk Health” (Pengke Yangsheng)
Istilah Punk Health menggambarkan gaya hidup yang terkesan kontradiktif, yaitu melakukan aktivitas yang merusak kesehatan (begadang atau makan makanan berat), tetapi segera “mengimbangi dampaknya” dengan konsumsi produk kesehatan bernutrisi tinggi. Dengan ritme kerja 996 (jam 9 pagi – 9 malam, 6 hari seminggu) atau persiapan ujian yang intens, mahasiswa sering mengabaikan waktu tidur. Banyak orang menganggap minuman herbal sebagai solusi praktis untuk membantu menjaga kondisi tubuh di tengah gaya hidup yang padat. Alih-alih berhenti begadang, mereka memilih mengimbangi gaya hidup tersebut dengan konsumsi herbal yang dipercaya dapat mendukung kesehatan tubuh. Ini adalah bentuk adaptasi praktis terhadap persaingan hidup yang ketat.
“Stay Up Late Water” (Ao Ye Shui)
Minuman botolan ini berisi akar ginseng utuh, jujube (kurma merah), dan krisan. Minuman ini sering diklaim membantu memulihkan energi setelah begadang. Namun, manfaatnya dapat berbeda pada setiap individu. Ginseng dikenal sebagai tanaman adaptogen dalam pengobatan tradisional. Kehadiran akar ginseng utuh memberi kesan alami dan berkualitas.
Jujube dalam TCM dipercaya membantu menjaga keseimbangan energi dan memberi efek relaksasi ringan. Krisan dalam TCM sering dikaitkan dengan efek menenangkan. Bahan ini juga dipercaya membantu mengurangi ketegangan akibat paparan layar digital. Mengonsumsi Ao Ye Shui sering memberi rasa lega secara emosional. Mahasiswa merasa telah berupaya menjaga kondisi tubuh setelah aktivitas melelahkan.
Minuman Herbal untuk Mengurangi “Kelembapan” Tubuh (Qu Shi)
Populer di kalangan mahasiswa untuk mengatasi perut kembung atau lesu yang menurut pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) disebabkan oleh “kelembapan” tubuh. Terlalu lama di ruangan ber-AC, kurang olahraga, dan pola makan yang tidak teratur membuat tubuh terasa “berat”. Oleh karena itu, muncul tren konsumsi minuman herbal yang dipercaya membantu menjaga keseimbangan tubuh. Minuman herbal ini umumnya mengandung bahan seperti jali-jali (barley) dan kacang merah (red bean) yang diproses dengan teknologi modern sehingga rasanya menyerupai teh susu tanpa gula. Minuman ini populer di kalangan mahasiswa karena dikonsumsi untuk membantu memberikan rasa segar di pagi hari.

Integrasi TCM ke dalam Industri New Tea
Integrasi antara Traditional Chinese Medicine (TCM) dan industri New Tea tidak hanya menjadi tren musiman, tetapi juga bagian strategi rebranding budaya yang banyak diterapkan. Memahami fenomena ini sangat menarik karena menunjukkan bagaimana ilmu pengetahuan tradisional diaplikasikan ke dalam gaya hidup modern yang sangat dinamis. Merek teh modern di Tiongkok (seperti HeyTea atau Nayuki) kini berkolaborasi dengan apotek tradisional untuk menciptakan menu inovatif:
Kopi Herbal
Kopi sering kali dikaitkan dengan energi instan namun pada sebagian orang dapat menimbulkan efek seperti gelisah atau peningkatan asam lambung. Penambahan bahan TCM ke dalam latte bertujuan untuk menyeimbangkan efek tersebut secara konseptual dalam perspektif TCM. Penambahan bahan seperti Goji Berry, Ginseng, atau Luo Han Guo ke dalam kopi latte menjadi inovasi yang menggabungkan cita rasa dengan nilai fungsional. Inovasi ini memberikan rasa manis alami sekaligus potensi manfaat yang dikaitkan dengan kesehatan dan kebugaran tubuh.

Goji Berry (Gouqi)
Goji berry dikenal kaya akan antioksidan juga dikenal dalam TCM untuk menyehatkan mata. Penambahan Goji Berry ke dalam kopi memberikan rasa manis buah yang halus serta sering dikaitkan dengan dukungan terhadap kesehatan mata, terutama bagi mahasiswa yang banyak terpapar layar digital.
Ginseng
Digunakan untuk memulihkan Qi (energi vital). Kopi ginseng sering dianggap memberikan energi yang lebih stabil dan tahan lama, sering dikaitkan dengan dukungan terhadap stamina dan fokus, meskipun efeknya dapat berbeda pada setiap individu.
Luo Han Guo (Monk Fruit)
Digunakan sebagai pemanis alami tanpa kalori. Selain memberikan rasa manis yang unik, bahan ini secara tradisional digunakan untuk mendukung kesehatan tenggorokan dan sistem pernapasan, sangat bermanfaat di lingkungan perkotaan yang sibuk.
Es Krim Herbal
Es krim sering dianggap sebagai makanan penutup yang sering dianggap kurang sehat. Namun, dengan sentuhan TCM, es krim bertransformasi menjadi kudapan yang dikaitkan dengan konsep keseimbangan suhu tubuh dalam TCM. Penggunaan bahan seperti infus bunga krisan atau kulit jeruk kering (Chenpi) untuk memberikan cita rasa unik dan manfaat mendinginkan tubuh.
Infus Bunga Krisan
Dalam TCM, krisan bersifat “dingin” dan digunakan untuk membuang panas dalam tubuh (Internal Heat). Es krim rasa krisan memberikan sensasi segar yang nyata di musim panas, sering diasosiasikan dengan efek menyegarkan dalam kondisi cuaca panas.
Kulit Jeruk Kering (Chenpi)
Bahan yang telah difermentasi selama bertahun-tahun ini memiliki cita rasa sitrus yang dalam dan sedikit pahit-manis. Dalam TCM, bahan ini sering digunakan untuk mendukung sistem pencernaan dan menjaga keseimbangan tubuh. Penggunaannya dalam es krim menciptakan profil rasa “gourmet” yang sangat diminati Gen-Z.

Transformasi Gaya Hidup Sehat dan Relevansinya dalam Persiapan Studi ke Tiongkok bersama BRCC Indonesia
Tren minuman herbal di Tiongkok membuktikan adanya transformasi yang signifikan dari praktik pengobatan tradisional menjadi bagian dari gaya hidup modern generasi muda. Melalui fenomena Punk Health, integrasi Traditional Chinese Medicine (TCM) ke dalam industri minuman kekinian, serta penguatan aspek estetika dan digitalisasi, hal ini menunjukkan bahwa generasi muda Tiongkok mampu mengadaptasi nilai-nilai tradisional ke dalam kehidupan yang serba cepat. Minuman herbal kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai konsumsi kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, keseimbangan hidup, serta cara menghadapi tekanan akademik dan sosial. Pemahaman terhadap dinamika ini penting bagi calon mahasiswa internasional, khususnya yang akan melanjutkan studi di Tiongkok, karena berkaitan dengan pola hidup dan budaya masyarakat setempat.
Dalam konteks ini, BRCC Indonesia hadir sebagai mitra pendamping yang membantu calon mahasiswa memahami bahasa, budaya, serta kesiapan akademik sebelum studi ke Tiongkok. Melalui program kursus bahasa, konsultasi pendidikan, hingga pendampingan kuliah S1 dan S2, BRCC Indonesia mendukung persiapan studi secara lebih optimal.