Daftar delapan penerima beasiswa kuliah di China peserta binaan LP Ma'arif NU PWNU Jawa Tengah

Delapan pelajar asal Jawa Tengah, sebagian besar lulusan madrasah dan sekolah di bawah naungan Nahdlatul Ulama, berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Tiongkok. Mereka adalah peserta binaan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, dan menempuh persiapan bahasa serta seleksi bersama BRCC Indonesia.

Kabar ini sempat menjadi sorotan nasional ketika salah satu di antara mereka, Akhmad Khafidz Al Mubarok, tampil dalam tayangan CNN Indonesia berjudul “Santri Berprestasi Menuju Dunia, Kisah Inspiratif dari Jawa Tengah” bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada 23 Oktober 2026.

Artikel ini memuat daftar lengkap penerima beasiswa, kampus dan jurusan tujuannya, jenis beasiswa yang diperoleh, tahapan persiapan yang mereka lalui, serta hal-hal yang perlu diketahui bagi yang ingin menempuh jalur serupa.

Delapan Penerima Beasiswa dan Kampus Tujuannya

Nama Asal Sekolah Kampus Tujuan Jurusan
Suryono SMK Karya Nugraha Boyolali Guangxi University Electrical Engineering and Automation
Afrizal Robifatih Zakhan MA Nahdlatul Ulama Lasem, Rembang Dalian University of Technology Urban and Rural Planning
Amhar Abimanyu SMA Negeri 2 Klaten Dalian University of Technology Art and Technology
Akhmad Khafidz Al Mubarok MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, Kudus Dalian University of Technology Computer Science and Technology
Annahdliyah SMA Ma’arif NU 1 Kemranjen, Banyumas Shandong University of Traditional Chinese Medicine Food Hygiene Quality
Putri Chanda Cantika MAN 2 Kebumen Shandong University of Traditional Chinese Medicine Clinical Medicine
Danisy Ahza Abrisam MAS Tahfidz Yanbu’ul Qur’an, Kudus Jiangxi University of Water Resources and Electric Power International Economics and Trade
Lucky Lituhayu Al-Fahrisi MA Negeri 1 Kudus Jiangxi University of Water Resources and Electric Power International Economics and Trade

Yang menarik dari daftar ini adalah sebaran jurusannya. Mereka tidak diarahkan ke satu bidang seragam, melainkan tersebar dari teknik elektro, perencanaan kota, ilmu komputer, seni dan teknologi, kedokteran, hingga ekonomi dan perdagangan internasional. Sebaran ini menunjukkan bahwa jalur beasiswa ke Tiongkok terbuka untuk berbagai minat, bukan hanya bidang tertentu.

Sebaran asal sekolahnya juga layak diperhatikan. Ada yang berasal dari madrasah aliyah negeri dan swasta, pesantren tahfidz, sekolah di bawah Ma’arif NU, SMA negeri, bahkan SMK. Artinya latar belakang pendidikan menengah yang beragam tidak menjadi penghalang.

Profil Singkat Kampus Tujuan

Dalian University of Technology menjadi tujuan tiga di antara delapan penerima. Kampus negeri yang berdiri pada 1949 ini berlokasi di Ganjingzi, Kota Dalian, Provinsi Liaoning, dan berada langsung di bawah Kementerian Pendidikan Tiongkok. Statusnya termasuk papan atas nasional karena masuk dalam Project 211, Project 985, sekaligus program penerusnya, Double First Class. Jumlah mahasiswanya sekitar 25 ribu di jenjang sarjana dan hampir 18 ribu di jenjang pascasarjana, dengan belasan anggota Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok di jajaran pengajarnya.

Guangxi University adalah universitas negeri di Nanning, Provinsi Guangxi, di wilayah selatan Tiongkok yang berbatasan dengan Vietnam. Kampus ini bersifat komprehensif dengan beragam bidang keilmuan, termasuk keteknikan.

Shandong University of Traditional Chinese Medicine berlokasi di Jinan, Provinsi Shandong, dan berfokus pada pengobatan tradisional Tiongkok beserta bidang kesehatan terkait. Dua penerima beasiswa menempuh jalur ini, masing-masing di bidang kedokteran klinis dan keamanan serta mutu pangan.

Jiangxi University of Water Resources and Electric Power berada di Provinsi Jiangxi dan memusatkan perhatian pada bidang sumber daya air serta ketenagalistrikan, meskipun juga membuka program di bidang ekonomi dan perdagangan.

Jenis Beasiswa yang Diperoleh

Tidak semua penerima mendapat skema yang sama. Perbedaan ini penting dipahami karena menunjukkan bahwa jalur beasiswa ke Tiongkok tidak tunggal.

Skema Cakupan
Full Scholarship Beasiswa penuh, diperoleh satu penerima di Guangxi University
Tuition Fee Exemption Pembebasan biaya kuliah, diperoleh para penerima di Dalian University of Technology
Beasiswa Santri LFSP Jateng Dukungan tambahan dari dalam negeri yang menyertai pembebasan biaya kuliah
One Year Preparatory Language Beasiswa untuk satu tahun persiapan bahasa sebelum masuk program utama

Skema One Year Preparatory Language layak mendapat perhatian khusus bagi calon pendaftar yang belum menguasai bahasa Mandarin. Jalur ini memberi satu tahun penuh untuk belajar bahasa di Tiongkok sebelum masuk ke program studi utama, sehingga kemampuan Mandarin yang belum memadai tidak otomatis menutup peluang.

Begitu pula kombinasi Tuition Fee Exemption dengan beasiswa dari dalam negeri. Pembebasan biaya kuliah dari kampus tidak selalu mencakup biaya hidup, sehingga dukungan tambahan dari lembaga di Indonesia menjadi penentu apakah keberangkatan benar-benar bisa terlaksana. Pola gabungan semacam ini sering luput dipertimbangkan oleh calon pendaftar yang hanya mencari beasiswa penuh.

Lembaga yang Terlibat dan Perannya

Keberhasilan ini melibatkan beberapa pihak dengan peran yang berbeda, dan memahami pembagian itu membantu calon pendaftar mengetahui ke mana harus bertanya.

  • LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah menaungi para peserta sebagai siswa binaan, menjadi pintu masuk program di tingkat kelembagaan pendidikan.
  • BRCC Indonesia menangani persiapan akademik, yaitu kursus bahasa Mandarin dan pembekalan menghadapi seleksi CSCA.
  • Tutoravel membantu pengurusan dokumen keberangkatan dan keperluan administrasi studi.
  • BAZNAS dan JiaYou turut tercantum sebagai pihak pendukung dalam program ini.

Pembagian peran ini menjelaskan satu hal yang sering membuat calon pendaftar kewalahan: jalur beasiswa ke luar negeri tidak bisa diselesaikan satu pihak. Ada sisi akademik berupa penguasaan bahasa dan kelulusan seleksi, ada sisi administratif berupa legalisasi dan penerjemahan dokumen, dan ada sisi pembiayaan. Ketika ketiganya ditangani sendiri tanpa pendampingan, yang paling sering gagal bukan bagian akademiknya, melainkan dokumen yang tidak selesai tepat waktu.

Tahapan yang Mereka Lalui

Secara garis besar, perjalanan dari pendaftaran sampai keberangkatan melewati tahapan berikut.

  1. Pembekalan bahasa Mandarin. Dimulai dari nol bagi sebagian besar peserta, mencakup pinyin, nada, kosakata dasar, dan pengenalan karakter Han.
  2. Persiapan seleksi CSCA. Latihan menghadapi format ujian, baik dari sisi materi maupun kebiasaan mengerjakan soal.
  3. Pemilihan kampus dan jurusan. Disesuaikan dengan minat, kemampuan, dan peluang beasiswa yang tersedia di masing-masing kampus.
  4. Pengurusan dokumen. Ijazah, transkrip, legalisasi, penerjemahan, dan berkas pendaftaran ke kampus tujuan.
  5. Pengajuan beasiswa. Baik ke kampus maupun ke lembaga pemberi dukungan di dalam negeri.
  6. Persiapan keberangkatan. Visa pelajar dan pembekalan sebelum berangkat.

Tahap kedua dan keempat yang biasanya paling menentukan. Seleksi menentukan diterima atau tidak, sementara dokumen menentukan apakah yang sudah diterima benar-benar bisa berangkat.

Mengenal CSCA sebagai Jalur Seleksi

CSCA adalah tes standar yang dipakai sejumlah universitas di Tiongkok untuk menyeleksi calon mahasiswa internasional jenjang sarjana. Keberadaannya memberi jalur yang lebih terukur dibanding mendaftar ke masing-masing kampus dengan persyaratan yang berbeda-beda.

Bagi lulusan sekolah dan madrasah di Indonesia, jalur ini punya keuntungan praktis. Hasil seleksi dapat dipakai untuk mendaftar ke beberapa kampus, sehingga peluang diterima lebih besar dibanding menaruh harapan pada satu kampus saja. Penjelasan lebih rinci mengenai tes ini tersedia di halaman program CSCA dan artikel pengenalan tes CSCA.

Yang perlu disiapkan bukan hanya materi ujiannya, tetapi juga kebiasaan mengerjakan soal dalam format dan tekanan waktu yang berbeda dari ujian sekolah. Inilah bagian yang paling terbantu oleh pembekalan terstruktur.

Galeri Penerima Beasiswa

Suryono, alumni SMK Karya Nugraha Boyolali, penerima beasiswa penuh di Guangxi University
Afrizal Robifatih Zakhan, alumni MA NU Lasem, penerima beasiswa di Dalian University of Technology
Amhar Abimanyu, alumni SMA Negeri 2 Klaten, penerima beasiswa di Dalian University of Technology
Akhmad Khafidz Al Mubarok, alumni MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kudus, penerima beasiswa di Dalian University of Technology
Annahdliyah, alumni SMA Ma'arif NU 1 Kemranjen, penerima beasiswa di Shandong University of Traditional Chinese Medicine
Putri Chanda Cantika, alumni MAN 2 Kebumen, penerima beasiswa di Shandong University of Traditional Chinese Medicine
Danisy Ahza Abrisam, alumni MAS Tahfidz Yanbu'ul Qur'an Kudus, penerima beasiswa di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power
Lucky Lituhayu Al-Fahrisi, alumni MA Negeri 1 Kudus, penerima beasiswa di Jiangxi University of Water Resources and Electric Power

Dokumentasi Video

Pertanyaan Keluarga: Bagaimana Ibadah dan Makanan di Sana

Ini pertanyaan pertama yang muncul di hampir setiap keluarga pesantren, dan jawabannya sering dibuat terlalu manis oleh pihak yang ingin merekrut. Kami memilih menyampaikannya apa adanya, karena keluarga yang berangkat dengan gambaran keliru justru lebih berat menjalaninya.

Beribadah di Tiongkok menuntut penyesuaian yang nyata. Catatan dari mahasiswa Indonesia yang pernah menempuh studi di sana menggambarkan beberapa hal: masjid tergolong jarang dan jaraknya bisa jauh dari asrama sehingga perlu kendaraan untuk mencapainya; salat Jumat kadang diselenggarakan di lorong asrama tanpa pengeras suara sehingga yang datang terlambat bisa tidak kebagian tempat; fasilitas wudu seperti di Indonesia umumnya tidak tersedia sehingga wudu dilakukan di kamar sebelum berangkat; dan khotbah sering disampaikan dalam bahasa Inggris atau Arab.

Cara mereka menyiasatinya juga tergambar jelas. Mahasiswa muslim dari berbagai negara membentuk kelompok salat Jumat sendiri di asrama, membagi peran untuk menggelar karpet dan menyampaikan khotbah secara bergilir, meminta izin pengelola asrama, serta datang lebih awal untuk mendapat tempat. Penghuni lain yang bukan muslim umumnya menghormati dengan tidak membuat keributan selama ibadah berlangsung.

Soal makanan, kondisinya berbeda antarkota. Wilayah dengan komunitas muslim Hui yang besar umumnya lebih mudah karena rumah makan halal lebih banyak dan sebagian kampus menyediakan kantin khusus. Di kota lain pilihannya terbatas sehingga banyak mahasiswa akhirnya memasak sendiri.

Kesimpulannya jujur saja: menjalankan ibadah di sana mungkin dilakukan, tetapi menuntut kemandirian yang lebih besar dibanding di Indonesia. Bagi lulusan pesantren yang sudah terbiasa hidup berasrama dan mengatur diri sendiri, penyesuaian ini umumnya lebih ringan. Kondisi ini sebaiknya dibicarakan terbuka di dalam keluarga sebelum keputusan diambil, bukan setelah keberangkatan.

Untuk yang Ingin Menyusul

Bagi santri, pelajar, orang tua, maupun pengurus lembaga pendidikan yang ingin menempuh jalur serupa, urutan berikut biasanya paling efisien.

  1. Pastikan status dan kesetaraan ijazah lebih dulu. Ini penentu kelayakan dan prosesnya paling lama, sehingga jangan ditunda sampai mendekati musim pendaftaran.
  2. Mulai belajar bahasa Mandarin sedini mungkin, bahkan jika mengincar skema yang menyertakan tahun persiapan bahasa.
  3. Pelajari format seleksi CSCA dan siapkan kebiasaan mengerjakannya, bukan hanya materinya.
  4. Tentukan bidang studi lebih dulu, baru kampusnya. Bidang studi menentukan kampus mana yang masuk akal, bukan sebaliknya.
  5. Siapkan dokumen dan terjemahannya lebih awal, karena tahap ini paling sering menyebabkan keterlambatan.
  6. Bicarakan kondisi ibadah dan makanan secara terbuka dengan keluarga.

Untuk pesantren, madrasah, atau lembaga pendidikan yang ingin menyiapkan siswanya secara berkelompok, pembekalan bahasa dan persiapan seleksi dapat diselenggarakan di lokasi lembaga. Hal ini dapat dibicarakan melalui WhatsApp 0851-7505-6618 atau halaman kontak.

Konsultasi Jalur Beasiswa ke China

“Yang sering menghambat santri bukan kemampuannya, melainkan keyakinan bahwa jalur ini bukan untuk mereka. Delapan nama ini membuktikan sebaliknya, dan sebagian besar dari mereka memulai bahasa Mandarin benar-benar dari nol.”

— Veby Millian, CEO and Co-founder BRCC Indonesia

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah harus bisa bahasa Mandarin dulu untuk mendaftar?

Tidak selalu. Sebagian penerima dalam program ini memperoleh skema beasiswa yang menyertakan satu tahun persiapan bahasa di Tiongkok. Meski begitu, pembekalan bahasa sejak di Indonesia tetap sangat membantu, baik untuk seleksi maupun untuk kehidupan sehari-hari setelah tiba.

Apakah lulusan madrasah dan pesantren bisa ikut?

Bisa. Dari delapan penerima, sebagian besar berasal dari madrasah aliyah dan pesantren tahfidz, dan sisanya dari SMA serta SMK. Yang perlu dipastikan adalah status dan kesetaraan ijazah sesuai ketentuan, serta kelengkapan dokumen yang diterjemahkan dan dilegalisasi.

Apakah beasiswanya menanggung biaya hidup?

Bergantung skemanya. Beasiswa penuh umumnya mencakup lebih banyak komponen, sedangkan pembebasan biaya kuliah tidak selalu mencakup biaya hidup. Karena itu sebagian penerima menggabungkannya dengan dukungan dari lembaga di dalam negeri.

Apa itu CSCA dan apakah wajib?

CSCA adalah tes standar yang dipakai sejumlah universitas di Tiongkok untuk menyeleksi calon mahasiswa internasional jenjang sarjana. Tidak semua kampus mensyaratkannya, tetapi mengikutinya memperluas pilihan kampus yang bisa dituju dengan satu kali proses seleksi.

Berapa lama persiapan yang realistis?

Untuk dokumen dan kesetaraan ijazah, sebaiknya dimulai lebih dari setahun sebelum rencana keberangkatan. Untuk bahasa, bergantung target levelnya, dan semakin awal dimulai semakin ringan bebannya.

Apakah lembaga pendidikan bisa mengirim siswanya secara berkelompok?

Bisa, dan program ini contohnya. Pendekatan berkelompok sering lebih efektif karena pembekalan dapat dilakukan bersama di lokasi lembaga, dan peserta saling menguatkan selama masa persiapan maupun setelah berada di Tiongkok.

Informasi mengenai kerja sama kelembagaan tersedia di halaman program kerja sama kampus China. Untuk persiapan bahasa, tersedia kursus bahasa Mandarin, sedangkan rincian persyaratan masuk kampus dapat dilihat di persyaratan masuk universitas di China dan jenis-jenis beasiswa China.

Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 27 Oktober 2026. Artikel ini memuat daftar penerima beasiswa kuliah di Tiongkok dari kalangan peserta binaan LP Ma’arif NU PWNU Jawa Tengah, beserta kampus, jurusan, dan skema beasiswanya, sebagaimana diumumkan dalam materi resmi program. BRCC Indonesia berperan pada pembekalan bahasa Mandarin dan persiapan seleksi CSCA, sedangkan pengurusan dokumen studi dibantu oleh Tutoravel. Keterangan mengenai profil kampus merujuk pada informasi publik yang tersedia pada tanggal peninjauan. Keterangan mengenai kondisi ibadah dan ketersediaan makanan halal merujuk pada catatan pengalaman mahasiswa Indonesia di Tiongkok dan dapat berbeda antarkota serta antarkampus. Ketentuan beasiswa, persyaratan pendaftaran, dan pengakuan ijazah dapat berubah sewaktu-waktu; konfirmasi terbaru melalui WhatsApp 0851-7505-6618.