Kota Shanghai adalah kota terbesar di Tiongkok sekaligus salah satu pusat keuangan paling berpengaruh di dunia. Namun di balik hutan gedung pencakar langitnya, kota ini menyimpan lapisan sejarah yang membuatnya terasa berbeda dari kota besar lain di Tiongkok.

Dalam bahasa Mandarin, Shanghai ditulis 上海 (Shànghǎi), yang secara harfiah berarti di atas laut. Letaknya di muara Sungai Yangtze menjadikannya pelabuhan penting sejak abad ke-19, dan dari situlah masuk pengaruh asing yang membentuk wajah kotanya hingga sekarang.

Artikel ini membahas destinasi wisata utama di Shanghai, pilihan universitasnya, serta hal yang perlu dipersiapkan bila Anda berencana melanjutkan studi di kota ini.

Destinasi Wisata di Kota Shanghai

Panorama gedung pencakar langit dan kawasan tepi sungai di Kota Shanghai

The Bund

The Bund atau 外滩 (Wàitān) adalah kawasan tepi Sungai Huangpu yang menjadi ikon Shanghai. Di sepanjang jalurnya berdiri deretan bangunan bergaya Eropa peninggalan awal abad ke-20, mulai dari gaya neoklasik hingga art deco, yang dahulu merupakan kantor bank dan perusahaan dagang asing.

Daya tarik utamanya justru terletak pada kontras. Berdiri di sisi barat sungai, Anda melihat arsitektur Eropa lama di belakang, sementara di seberangnya menjulang gedung pencakar langit futuristik kawasan Pudong. Dua wajah Shanghai dalam satu bingkai pandangan.

Waktu terbaik berkunjung adalah menjelang senja hingga malam hari, ketika lampu-lampu gedung mulai menyala.

Menara Mutiara Oriental

Menara Mutiara Oriental setinggi 468 meter merupakan salah satu penanda paling dikenal di Shanghai. Bentuknya yang khas dengan bola-bola raksasa membuatnya mudah dikenali dari kejauhan.

Pengunjung dapat naik ke dek pandang untuk menikmati panorama kota dari berbagai ketinggian, termasuk bagian berlantai kaca yang cukup memacu adrenalin. Di bagian bawah menara terdapat museum yang menampilkan sejarah perkembangan Shanghai.

Sebagai catatan, menara ini bukan lagi bangunan tertinggi di Shanghai. Shanghai Tower yang berada tidak jauh dari sana kini jauh lebih tinggi dan juga menyediakan dek pandang.

Taman Yuyuan

Di tengah kepadatan kota, Taman Yuyuan menghadirkan suasana yang sepenuhnya berbeda. Taman ini dibangun pada masa Dinasti Ming sekitar tahun 1559, sehingga usianya telah melampaui empat abad.

Rancangannya mengikuti prinsip taman klasik Tiongkok, yaitu menghadirkan lanskap alam dalam bentuk miniatur. Tatanan batu mewakili gunung, kolam mewakili perairan, dan paviliun serta jembatan berkelok ditempatkan sedemikian rupa sehingga pemandangan terbuka sedikit demi sedikit saat Anda berjalan.

Di sekitarnya terdapat kawasan pasar tradisional yang menjual jajanan khas Shanghai, kerajinan, dan suvenir. Jika Anda tertarik pada taman klasik Tiongkok yang lebih lengkap, kota terdekat yang terkenal dengan hal ini adalah Suzhou, seperti diulas pada artikel tentang Kota Suzhou, Venesia dari Timur.

Konsesi Prancis

Kawasan bekas Konsesi Prancis membentang di sebagian Distrik Huangpu dan Xuhui. Inilah wilayah yang dahulu berada di bawah pengelolaan Prancis, dan jejaknya masih sangat terasa hingga kini.

Yang membuatnya menarik adalah suasananya. Jalan-jalannya lebih sempit dan teduh, dinaungi pohon platanus yang ditanam sejak masa itu. Rumah bergaya Eropa dengan pekarangan kecil berjajar di sepanjang jalan, kini banyak beralih fungsi menjadi kafe, butik, dan galeri.

Kawasan ini cocok dinikmati dengan berjalan kaki tanpa tujuan tertentu. Suasananya kontras dengan hiruk-pikuk kawasan pusat bisnis, dan menjadi salah satu tempat favorit warga menghabiskan akhir pekan.

Nanjing Road

Nanjing Road merupakan kawasan perbelanjaan utama Shanghai, dengan bagian timurnya berupa jalur pejalan kaki yang selalu ramai. Di sepanjang jalannya berjajar pusat perbelanjaan, toko, restoran, hingga gerai merek internasional.

Selain berbelanja, kawasan ini menarik karena keramaiannya sendiri, terutama pada malam hari ketika papan reklame menyala terang. Letaknya juga strategis karena terhubung langsung dengan The Bund, sehingga keduanya dapat dikunjungi dalam satu perjalanan.

Pilihan Universitas di Kota Shanghai

Shanghai merupakan salah satu pusat pendidikan tinggi terkemuka di Tiongkok, dengan beberapa universitas yang secara konsisten berada di jajaran teratas.

Universitas Berdiri Bidang Unggulan
Fudan University 1905 Kedokteran, ekonomi, jurnalisme, ilmu sosial
Shanghai Jiao Tong University 1896 Teknik, kedokteran, bisnis, ilmu komputer
Tongji University 1907 Arsitektur, teknik sipil, perencanaan kota
Donghua University 1951 Tekstil, desain mode, teknik material

Fudan University

Berdiri sejak 1905, Fudan merupakan salah satu universitas paling bergengsi di Tiongkok dan secara konsisten menempati peringkat teratas nasional. Kampus ini dikenal kuat di bidang kedokteran, ekonomi, jurnalisme, dan ilmu sosial.

Fudan memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar, dengan beberapa ribu di antaranya merupakan mahasiswa internasional dari berbagai negara. Tersedia sejumlah program berbahasa pengantar Inggris, terutama pada jenjang pascasarjana, serta beragam skema beasiswa.

Shanghai Jiao Tong University

Didirikan pada 1896, Shanghai Jiao Tong University atau SJTU merupakan salah satu universitas tertua sekaligus paling terkemuka di Tiongkok, dan konsisten berada di jajaran teratas pemeringkatan dunia.

Kekuatan utamanya berada di bidang teknik, ilmu komputer, kedokteran, dan bisnis. Kampus ini juga aktif menjalin kerja sama internasional, termasuk program gelar ganda dengan universitas di berbagai negara. Fasilitasnya lengkap, mencakup perpustakaan besar, sarana olahraga, dan pusat penelitian.

Tongji University

Tongji memiliki sejarah menarik karena awalnya didirikan pada 1907 oleh dokter berkebangsaan Jerman. Jejak hubungan dengan Jerman ini masih terasa hingga sekarang melalui berbagai program kerja sama akademik.

Universitas ini paling dikenal di bidang arsitektur, teknik sipil, dan perencanaan kota, dan reputasinya di bidang tersebut termasuk yang terkuat di Tiongkok. Selain itu tersedia pula program di bidang kedokteran, hukum, dan ilmu sosial.

Donghua University

Berdiri sejak 1951, Donghua bermula sebagai institut tekstil dan kini berkembang menjadi universitas dengan cakupan lebih luas. Meski demikian, bidang tekstil, desain mode, dan teknik material tetap menjadi keunggulan utamanya.

Bagi Anda yang tertarik pada industri mode atau rekayasa material, Donghua merupakan salah satu rujukan utama di Tiongkok. Kampus ini juga cukup aktif menerima mahasiswa internasional.

Selain keempatnya, Shanghai juga memiliki universitas lain yang menarik bagi mahasiswa internasional, di antaranya East China Normal University yang kuat di bidang pendidikan, serta beberapa kampus hasil kerja sama internasional dengan bahasa pengantar Inggris.

“Shanghai selalu jadi pilihan populer, dan wajar saja karena kotanya sangat internasional. Tapi yang perlu dipertimbangkan calon mahasiswa adalah biaya hidupnya yang paling tinggi di Tiongkok. Kami biasanya menyarankan membandingkan dulu dengan kota lain yang kualitas kampusnya juga bagus. Kalau memang tujuannya bidang tertentu yang memang unggul di Shanghai, barulah keputusan itu masuk akal.”

— Veby Millian, CEO and Co-founder BRCC Indonesia

Persiapan Kuliah di Shanghai

Bila Anda mempertimbangkan Shanghai sebagai tujuan studi, berikut beberapa hal yang perlu disiapkan.

Persyaratan akademik terbaru. Sejak tahun akademik 2026/2027, calon mahasiswa internasional jenjang sarjana umumnya perlu mengikuti China Scholastic Competency Assessment atau CSCA, terutama bagi pelamar beasiswa pemerintah Tiongkok. Pelajari ketentuannya melalui artikel tentang apa itu CSCA, dan pastikan mengecek langsung persyaratan kampus tujuan.

Kemampuan bahasa Mandarin. Shanghai memang termasuk kota dengan penggunaan bahasa Inggris paling luas di Tiongkok, dan tersedia banyak program berbahasa Inggris. Meski begitu, kemampuan berbahasa Mandarin tetap sangat menentukan kenyamanan hidup sehari-hari di luar lingkungan kampus. Sebagian besar program juga mensyaratkan sertifikat HSK.

Perhitungan biaya. Inilah pertimbangan terpenting. Shanghai merupakan salah satu kota dengan biaya hidup tertinggi di Tiongkok, khususnya untuk akomodasi. Susun perhitungan yang realistis, dan bandingkan dengan kota lain sebelum memutuskan.

Manfaatkan letak strategisnya. Shanghai terhubung sangat baik dengan kota-kota di sekitarnya melalui kereta cepat. Suzhou hanya berjarak sekitar dua puluh lima menit, sementara Nanjing dapat ditempuh sekitar satu setengah jam, seperti diulas pada artikel tentang Nanjing, ibu kota selatan Tiongkok.

Untuk gambaran berkas dan ketentuan pendaftaran, simak panduan persyaratan masuk universitas di China.

Pertanyaan Seputar Kota Shanghai

Kapan waktu terbaik berkunjung ke Shanghai?

Musim semi sekitar Maret hingga Mei serta musim gugur sekitar September hingga November merupakan waktu paling nyaman. Musim panas cenderung terik dan sangat lembap, sementara musim dingin terasa dingin dan lembap meski jarang bersalju. Sebaiknya hindari periode libur nasional Tiongkok karena tempat wisata sangat padat.

Berapa lama sebaiknya berada di Shanghai?

Tiga sampai empat hari umumnya memadai untuk menikmati destinasi utamanya. Bila ingin menambahkan perjalanan ke kota sekitar seperti Suzhou atau Hangzhou, tambahkan satu hingga dua hari lagi, mengingat aksesnya sangat mudah dengan kereta cepat.

Apakah kuliah di Shanghai cocok untuk mahasiswa Indonesia?

Cocok, terutama bagi yang mencari lingkungan internasional dan tertarik pada bidang bisnis, keuangan, teknik, atau kedokteran. Faktor utama yang perlu dipertimbangkan adalah biaya hidup yang tergolong paling tinggi di Tiongkok, sehingga perencanaan keuangannya perlu lebih matang dibanding kota lain.

Apakah bisa kuliah di Shanghai tanpa bisa bahasa Mandarin?

Tersedia sejumlah program dengan bahasa pengantar Inggris, terutama pada jenjang pascasarjana, sehingga secara akademik memungkinkan. Namun untuk keseharian di luar kampus, kemampuan berbahasa Mandarin akan sangat membantu. Anda dapat memulai persiapan melalui kursus bahasa Mandarin di BRCC Indonesia, yang juga menyediakan program persiapan CSCA.

Apa yang membedakan Shanghai dari kota besar lain di Tiongkok?

Perpaduan antara warisan arsitektur asing dan perkembangan modernnya. Sejarah Shanghai sebagai pelabuhan internasional meninggalkan kawasan seperti The Bund dan bekas Konsesi Prancis, yang berdampingan dengan kawasan Pudong yang sepenuhnya modern. Kombinasi ini sulit ditemukan di kota lain di Tiongkok.


Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 27 Agustus 2026. Artikel ini membahas Kota Shanghai, mencakup destinasi wisata utama seperti The Bund, Menara Mutiara Oriental, Taman Yuyuan, kawasan bekas Konsesi Prancis, dan Nanjing Road, serta pilihan universitas terkemuka beserta bidang unggulannya dan persiapan yang diperlukan bagi calon mahasiswa internasional. Ketentuan studi dan informasi wisata dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga disarankan melakukan konfirmasi terkini.