Fujian merupakan provinsi terpadu dari pegunungan hijau dengan garis pantai yang luas dan visual yang menawan. Karena letak geografisnya yang terisolasi oleh pegunungan di daratan namun terbuka luas ke arah laut, masyarakat asli Fujian kebanyakan berkembang dengan profesi menjadi komunitas pelaut, pedagang, dan penjelajah yang tangguh.
Contents
Budaya Maritim dan Semangat “Hokkien”
Selain dikenal dengan lanskapnya, Fujian juga memiliki akar budaya yang kuat. Fujian merupakan salah satu tanah leluhur utama bagi banyak warga keturunan Tionghoa di Indonesia. Budaya Min Nan (Hokkien) sangat kental di sini, mulai dari dialek, musik, hingga tradisi lisan.
Lebih dari itu, semangat “Ai Pia Jia E Ya” yang berarti “Berjuanglah maka kamu akan menang” menjadi filosofi hidup masyarakat pesisir Fujian. Nilai ini mencerminkan etos kerja yang gigih dan pantang menyerah, yang masih terasa hingga saat ini.
Fakta Menarik dan Keajaiban Budaya Fujian
Tidak hanya unggul dari sisi budaya, Fujian juga menyimpan berbagai keunikan yang menarik untuk dipelajari. Kawasan ini bukan hanya indah secara alam, tetapi juga kaya akan sejarah dan tradisi.
Mulai dari Tulou yang mencerminkan kehidupan komunal, Quanzhou yang menunjukkan keterbukaan global, hingga budaya teh yang sarat filosofi, semuanya memperlihatkan bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan. Dengan demikian, Fujian menawarkan pengalaman belajar yang tidak hanya akademik, tetapi juga penuh nilai budaya.
Tulou: Apartemen Komunal dengan Sistem Pertahanan Unik
Tempat ini merupakan salah satu keajaiban arsitektur tradisional Tiongkok yang tidak hanya unik dari segi bentuk, tetapi juga fungsi. Bangunan ini biasanya berbentuk lingkaran atau persegi besar, terbuat dari tanah liat yang dipadatkan hingga membentuk dinding tebal yang sangat kokoh. Tulou dirancang sebagai tempat tinggal komunal bagi satu klan besar yang bisa terdiri dari ratusan orang.
Menariknya, desain Tulou juga memiliki fungsi sebagai sistem pertahanan. Hanya terdapat satu pintu utama yang kuat, sementara jendela di lantai bawah dibuat minim untuk mencegah serangan. Pada bagian dalam, terdapat halaman luas yang menjadi pusat aktivitas bersama, mencerminkan kehidupan komunal yang erat. Oleh karena itu, Tulou bukan sekadar tempat tinggal. Bangunan ini juga mencerminkan solidaritas dan kebersamaan dalam satu komunitas.

Quanzhou: Pelabuhan Global yang Multikultural
Pada masa Dinasti Song dan Yuan, Quanzhou sering dikenal sebagai salah satu pelabuhan terbesar di dunia pada masanya dan menjadi titik penting Jalur Sutra Maritim. Kota ini menjadi tempat bertemunya pedagang dari berbagai wilayah seperti Timur Tengah, Asia Tenggara, hingga Eropa. Aktivitas perdagangan yang tinggi membuat Quanzhou berkembang menjadi kota kosmopolitan dengan keberagaman budaya yang luar biasa.
Yang membuatnya menjadi istimewa adalah keharmonisan antaragama yang telah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. Di kota ini, pengunjung dapat menemukan berbagai tempat ibadah dari agama Islam, Buddha, Kristen, hingga Hindu yang berdiri berdekatan. Salah satu yang paling terkenal adalah Masjid Qingjing, yang merupakan salah satu masjid tertua di Tiongkok. Ini menunjukkan bahwa toleransi sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Fujian sejak lama.

Budaya Teh Oolong & Gongfu Cha: Seni dalam Setiap Seduhan
Di sisi lain, Fujian juga dikenal sebagai daerah penghasil teh berkualitas, terutama Oolong dan Lapsang Souchong. Namun, keistimewaannya tidak hanya terletak pada produk teh, tetapi juga cara menikmatinya. Di sini, minum teh berkembang menjadi seni yang disebut Gongfu Cha. Proses ini tidak sekadar menyeduh teh, tetapi membutuhkan ketelitian dan ketenangan. Mulai dari suhu air, waktu seduh, hingga cara menuang, semuanya memiliki teknik tersendiri. Oleh karena itu, Gongfu Cha mencerminkan filosofi hidup yang menekankan kesabaran, fokus, dan keseimbangan.

Arsitektur Atap Ekor Walet: Simbol Status dan Harapan
Tidak kalah menarik, arsitektur tradisional di Fujian juga memiliki ciri khas tersendiri. Atap bangunan yang melengkung ke atas seperti ekor burung walet menjadi identitas visual yang mudah dikenali. Selain berfungsi estetis, bentuk ini juga memiliki makna simbolis, seperti keberuntungan dan perlindungan. Bahkan, desain atap ini sering menjadi penanda status sosial pemiliknya. Dengan demikian, arsitektur di Fujian tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna budaya.
Pulau Gulangyu: Perpaduan Budaya dan Ketenangan
Jika ingin menikmati suasana yang lebih santai, Pulau Gulangyu di Xiamen bisa menjadi pilihan. Pulau ini menawarkan suasana yang berbeda dari kota besar. Karena bebas kendaraan bermotor, suasananya terasa lebih tenang dan nyaman. Selain itu, jalan-jalannya dipenuhi bangunan bergaya kolonial Eropa yang unik. Gulangyu juga dikenal sebagai “Pulau Piano” karena tingginya minat masyarakat terhadap musik. Oleh sebab itu, suasananya terasa artistik dan romantis, sehingga cocok bagi mahasiswa untuk melepas penat.

Pendidikan S1 & S2 di Fujian melalui BRCC Indonesia
Melalui BRCC Indonesia, mahasiswa dapat mengakses berbagai institusi pendidikan berkualitas di Fujian. Untuk jenjang S1, salah satu pilihan yang tersedia adalah Minjiang University, yang dikenal dengan program studi yang aplikatif dan berorientasi pada kebutuhan industri. Sementara itu, untuk jenjang S2, tersedia Fujian Agriculture and Forestry University, yang terkemuka di bidang pertanian, lingkungan, dan keberlanjutan.
Mengapa Kuliah di Fujian Bersama BRCC Indonesia?
Salah satu kelebihan utama Fujian adalah kedekatannya dengan budaya Indonesia, terutama dalam hal kuliner. Tidak sedikit makanan khas Indonesia seperti bakmi, bakpao, dan siomay memiliki akar dari tradisi kuliner Fujian. Dengan demikian, mahasiswa Indonesia biasanya tidak mengalami culture shock dalam hal makanan.
Selain itu, Fujian kini menjadi salah satu pusat industri manufaktur dan energi baru. Banyak perusahaan besar beroperasi di sini, seperti CATL di bidang baterai listrik serta Anta dan 361° di industri olahraga. Hal ini membuka peluang luas bagi mahasiswa untuk magang sekaligus membangun karier di perusahaan global. Kemudian, kualitas lingkungan hidup di Fujian juga menjadi nilai tambah yang signifikan. Provinsi ini dikenal memiliki kualitas udara yang relatif baik di Tiongkok berkat tutupan hutan yang luas. Karena itu, mahasiswa dapat belajar di lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Tidak kalah penting, BRCC Indonesia juga menyediakan akses kuliah bersubsidi melalui kerja sama resmi dengan universitas di Fujian. Program ini memungkinkan mahasiswa menempuh pendidikan S1 maupun S2 dengan biaya yang lebih terjangkau tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.


