Kain sutra termasuk salah satu kain unggulan di dunia tekstil. Dari kelembutan kain, kemilau warna, hingga kesan mewah, sutra tetap menjadi “ratu” di antara jenis-jenis kain lainnya. Bahkan, serat sutra kerap disebut sebagai salah satu serat alami terkuat di dunia.

Begitu istimewanya sutra sehingga tidak mengherankan jika harganya tergolong mahal dan kurang pasaran. Biasanya hanya kalangan tertentu yang memilihnya sebagai bahan pakaian khusus. Namun sutra bukan melulu soal keindahan dan kemewahan. Ada beberapa fakta menarik tentang kain ini yang kerap luput dari pengetahuan banyak orang. Apa saja faktanya?

Fakta Menarik Tentang Kain Sutra

1. Rahasia Besar Selama 3000 Tahun

Menurut sejarah, Tiongkok adalah negara pertama yang memproduksi kain sutra. Konon, istri Kaisar Huang Di yang bernama Lei-Tzu menemukan kepompong ulat sutra secara tidak sengaja saat tercebur ke dalam cangkir tehnya. Ketika diangkat, kepompong tersebut terurai menjadi benang halus dan panjang.

Karena penasaran, Lei-Tzu lalu menenun benang itu menjadi kain dan menjahitkannya sebagai pakaian untuk sang kaisar. Sang Kaisar lantas mengumpulkan orang-orang cerdas untuk membudidayakan ulat sutra agar dapat menghasilkan lebih banyak benang. Dari sinilah awal sejarah Tiongkok menjadi negara penghasil sutra terbesar di dunia.

Untuk melindungi rahasia ini, pemerintah dan rakyat Tiongkok pun menutup rapat informasi soal ulat sutra serta kepompongnya hingga 3000 tahun lamanya.

2. Hukuman Mati untuk Pencuri Ulat Sutra

Tidak hanya merahasiakan ulat sutra, Pemerintah Tiongkok juga menetapkan hukuman berat bagi siapa saja yang ketahuan mencuri atau memperdagangkannya secara ilegal.

Sekitar tahun 550 M, diceritakan dua orang biksu pendatang dihukum mati karena sengaja membuat lubang di tongkatnya untuk menyelundupkan larva ulat sutra keluar Tiongkok, lalu membawanya ke sebuah wilayah di Yunani Kuno yang disebut Byzantium.

3. Ribuan Kepompong Hanya Bisa Menghasilkan 500 Gram Benang Sutra

Proses pembuatan benang dan kain sutra memang rumit dan memakan banyak sumber daya. Untuk mendapatkan 500 gram benang sutra saja, dibutuhkan sekitar 3.000 kepompong. Sementara, pembuatan satu meter kain sutra membutuhkan 2.800 hingga 3.300 kepompong.

Sebagai gambaran, satu dasi sutra memerlukan 110 kepompong, sedangkan sehelai blus sutra memerlukan 650 kepompong, dan membuat satu selimut sutra bisa menghabiskan lebih dari 12.000 kepompong.

Selain itu, untuk mendapatkan satu cone benang sutra (±250 gram) saja bisa menghabiskan waktu hingga 12 jam kerja.

4. Sutra Masuk ke India Melalui Jalur Pernikahan

Banyak yang mengira sutra masuk ke India melalui jalur perdagangan. Padahal, menurut sebuah versi cerita, sutra pertama kali dibawa ke India lewat pernikahan antara seorang raja India dengan putri Kaisar Tiongkok.

Karena tahu larva ulat sutra dan benih pohon murbei (mulberry) tidak boleh dibawa keluar Tiongkok, sang putri lalu menyembunyikannya di dalam rambut. Berkat hal ini, India pun akhirnya turut mengembangkan industri sutra dan menjadi salah satu produsen sutra di dunia.

5. Lapis Kain Sutra Dapat Menahan Peluru

Meski terdengar mustahil, sejumlah referensi menyebutkan bahwa beberapa lapis kain sutra sanggup meredam tembakan peluru. Hal ini terkait keunikan susunan serat sutra yang begitu kuat dan tak mudah sobek meski diberi tekanan keras.

Sejak zaman dahulu, sutra memang pernah diuji coba untuk membuat pelindung tubuh atau rompi antipeluru sederhana.

6. Sutra Alami (Budidaya) dan Sutra Non Alami (Liar)

Proses Pembuatan kain Sutra

Dahulu, kain sutra selalu merujuk pada hasil budidaya ulat sutra jenis Bombyx mori yang memakan daun murbei. Sembilan puluh persen produksi sutra terbaik di dunia dihasilkan oleh ulat ini. Namun, seiring meningkatnya permintaan pasar, mulai banyak digunakan ulat sutra liar (non-murbei).

Meski sama-sama memproduksi benang sutra, perbedaan jenis ulat dan pakan menjadikan kualitas sutra liar umumnya berbeda, baik dari sisi kilau, tekstur, hingga kehalusannya.

Contoh perbedaan mencolok terlihat saat dibakar. Sutra alami akan berbau seperti rambut terbakar, tidak cepat menyebarkan api, dan sisa bakarannya menjadi abu. Sutra non alami atau dari ulat liar bisa saja menunjukkan reaksi pembakaran yang agak berbeda.

7. Sutra Mampu Mempertahankan Suhu Internal

Salah satu keistimewaan kain sutra adalah sifat termoregulasi alaminya. Artinya, kain ini dapat terasa sejuk saat cuaca panas dan terasa hangat saat cuaca dingin. Keunggulan ini membuat sutra nyaman dipakai di berbagai iklim.

8. Tungau dan Debu Tidak Suka Menempel di Kain Sutra

Kain ini terkenal mahal dan mewah. Namun, keunggulannya bukan hanya itu. Serat sutra mengandung protein serisin yang berperan melapisi benang. Protein ini bersifat tidak disukai serangga, termasuk tungau, sehingga kain sutra cenderung terhindar dari gangguan hama.

Lapisan serisin juga membuat debu sulit menempel, sehingga kain ini relatif lebih ramah bagi pemilik kulit sensitif. Hanya saja, lapisan serisin dapat terkikis jika kain sutra sering direndam air panas. Oleh sebab itu, kain sutra dianjurkan diperlakukan dengan hati-hati agar sifat istimewanya bertahan lama.

Akhir Kata

Itulah 8 fakta menarik tentang kain sutra, sang Ratu Tekstil. Meski harganya tinggi, kualitas dan prestisenya kerap membuat banyak orang rela mengeluarkan biaya lebih untuk memilikinya.