Di masa yang erat sekali dengan kemajuan teknologi ini, kemajuannya telah merambah hampir ke setiap aspek kehidupan, pendidikan hingga tak bisa hanya bergantung pada metode tradisional semata. China menjadi salah satu negara yang berhasil menunjukkan bagaimana perubahan dan perkembangan digital dapat mengubah wajah pendidikan pada negaranya secara menyeluruh, mulai dari kelas dasar hingga universitas, dari kota besar hingga pelosok desa. Dengan strategi jangka panjang, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta infrastruktur digital yang masif, China tidak hanya meningkatkan kualitas belajar masyarakatnya, tetapi juga memberi inspirasi bagi dunia tentang bagaimana pendidikan bisa lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Kenapa Model Pembelajaran di China Layak Ditiru di Seluruh Dunia?

Strategi Digital Jangka Panjang dan Berkelanjutan

Program Education Informatization resmi dimulai pada awal 2000-an. Fase 1.0 berjalan pada 2010–2020 dengan tujuan meningkatkan akses internet di sekolah dasar hingga menengah, yang berhasil mencapai lebih dari 90% pada akhir periode tersebut.
Keberhasilan ini menjadi dasar yang kuat untuk memasuki fase berikutnya. Fase 2.0 dimulai 2018 dengan adopsi AI, big data, dan cloud computing—lebih awal dibanding sebagian besar negara lain.

Infrastruktur Digital Nasional yang Luas & Canggih

Smart Education of China adalah platform publik layanan pendidikan digital terbesar di dunia yang menyediakan ribuan konten pembelajaran untuk SD–SMA, pendidikan vokasi, serta perguruan tinggi.

Tidak hanya platform digital, keberhasilan ini juga ditopang oleh infrastruktur teknologi yang masif. Berbagai infrastruktur pendukung seperti CERNET (jaringan riset dan pendidikan nasional), pusat data pelayanan nasional, jaringan fiber optic dan superkomputer turut membuka akses luas bagi semua jenjang pendidikan.

Mendorong Inovasi Mulai dari Sekolah hingga Universitas

Di beberapa kota, seperti Beijing, materi AI mulai diintegrasikan ke dalam kurikulum TIK dan sains, misalnya melalui program percontohan berupa 8 jam pelajaran per tahun. Selain kurikulum, inovasi juga hadir dalam bentuk metode dan teknologi pembelajaran adaptif. Sistem pembelajarannya yang adaptif seperti Squirrel AI menggunakan AI untuk merancang materi sesuai kebutuhan individu siswa, meningkatkan hasil belajar secara signifikan dibanding kelas tradisional.

Pendidikan digital untuk ekuitas & inklusi

Teknologi digital sangat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan pedesaan. Contohnya, guru-guru unggulan kini bisa mengajar di daerah terpencil melalui platform digital dan kelas secara sinkron.

Program seperti “MOOCs to the West” dan inisiatif lain menjangkau daerah tertinggal, memberikan sumber daya yang setara kepada siswa di berbagai wilayah.

Membangun Kolaborasi Global dan Standar Digital

Pada 2022, Tiongkok bersama UNESCO mendukung peluncuran World Digital Education Alliance. Melalui platform seperti XuetangX, universitas Tiongkok membuka kursus daring bagi jutaan pelajar global, menciptakan “komunitas pembelajaran umat manusia” digital.

Resiliensi di Masa Krisis (Pandemi COVID-19)

Selama pandemi, platform digital dan MOOC membantu menjaga kelangsungan belajar, meski kesenjangan digital di wilayah pedesaan tetap menjadi tantangan. Pendekatan seperti blended learning dan kelas hibrida kini menjadi bagian dari reformasi yang lebih luas.

Etika, Keamanan Data, dan Integritas Akademis

Negeri Tirai Bambu ini tidak hanya fokus pada teknologi saja tapi juga etika dan keamanan. Mereka membangun kerangka keamanan digital, transparansi algoritma, dan mencegah penyalahgunaan AI di pendidikan.
Langkah ini penting untuk memastikan transformasi digital tidak mengabaikan nilai-nilai pendidikan dan integritas akademis.

Pemanfaatan AI dalam Pendidikan di China

Evolusi Strategi Pendidikan Digital

China mulai mengembangkan strategi pendidikan digital sejak akhir abad ke-20, yang kemudian difokuskan melalui program Education Informatization pada awal 2000-an. Pada fase 1.0, negara ini berhasil meningkatkan akses internet di sekolah dari 25 % menjadi 90%, serta melayani 63 juta pengguna berupa ruang pembelajaran daring. Kemudian pada 2018, diluncurkan fase 2.0 yang mendorong pemanfaatan AI, big data, dan cloud computing dalam sistem Pendidikan.

AI dalam Kurikulum Nasional

Mulai 2025, pemerintah Tiongkok menargetkan integrasi AI dalam kurikulum sekolah secara bertahap, diawali dengan proyek percontohan di sejumlah wilayah. Di Beijing, misalnya, satu sekolah menetapkan minimal delapan jam pelajaran AI per tahun, yang bisa disisipkan dalam pelajaran seperti sains atau TI, atau menjadi mata pelajaran mandiri.

Implementasi Teknologi AI di Tingkat Sekolah

Laboratorium AI & Robotika

Banyak sekolah di sana seperti di Shenyang dan Chongqing, yang telah merancang laboratorium pendidikan inovasi AI, lengkap dengan robot, drone, dan perangkat cerdas. Misalnya, di Chongqing siswa sekolah dasar merancang dan menerbangkan drone menggunakan pemrograman sebagai bagian dari kegiatan belajar.

Real-Time Data & Personalisasi Pembelajaran

Di Shenyang, sekolah telah menggunakan jam tangan detak jantung untuk memonitor olahraga secara real-time dan menyesuaikan latihan. Sementara itu, papan tulis pintar dan perangkat terminal cerdas (misalnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris) memberi umpan balik langsung kepada guru dan siswa.

AI sebagai Dukungan di Tingkat Universitas

Pembantu Belajar AI (AI Learning Companions)

Tsinghua University menggunakan asisten belajar berbasis AI dalam lebih dari 220 mata kuliah pilot, siswa bisa belajar kapan saja secara mandiri. Sistem Praktik Pendidikan Pintar: Di Sichuan University dan Open University of China, digunakan AI untuk simulasi konsultasi virtual, latihan bahasa Inggris, serta pembuatan animasi fisika atau kimia secara otomatis. Hingga akhir 2024, lebih dari 2,97 juta guru telah mendapatkan pelatihan literasi AI, dan tercipta 700+ alat AI untuk mendukung pengajaran dan manajemen Pendidikan.

AI Generatif & Aplikasi Cerdas

Berbagai model AI generatif telah diterapkan:

  1. Ernie Bot (Baidu) membantu menulis esai dan menyelesaikan masalah sains.
  2. askpku.com, platform khusus untuk Peking University.
  3. OpenEdu4Fin, platform edukasi keuangan berbasis model bahasa besar.
    Semua ini memperkuat pendekatan pembelajaran yang adaptif dan interaktif.

Pendidikan Tinggi & Investasi AI

Beberapa universitas populer seperti Peking, Renmin, dan Shanghai Jiao Tong memperluas kuota mahasiswa di bidang AI, teknik, sains informasi, dan teknologi kesehatan, sebagai bagian dari upaya mendukung kebutuhan nasional akan talenta AI. China menargetkan membangun sistem pendidikan modern kelas dunia pada 2035.

Menjaga Integritas Akademis

Selama ujian gaokao 2025, perusahaan seperti Tencent, ByteDance, dan Moonshot AI menonaktifkan fitur AI seperti pengenalan foto dan tanya-jawab real-time untuk mencegah kecurangan. Langkah ini menegaskan bahwa AI dimaksudkan sebagai alat bantu belajar, bukan jalan pintas untuk ujian.

Aplikasi Populer untuk Pembelajaran di China

Help with Homework (作业帮 / Zuoyebang)

Aplikasi ini sangat populer bagi siswa SD dan SMP. Fitur-fiturnya seperti foto PR, koreksi otomatis, bank soal, dan materi tambahan. Aplikasi ini memiliki lebih dari 400 juta pengguna dan populer di kalangan anak-anak hingga orang dewasa berusia 36–45 tahun.

MOOC & Platform Pembelajaran Online

XuetangX merupakan platform MOOC terbesar di China, bekerja sama dengan universitas seperti Tsinghua, MIT, dan lainnya. Menyediakan ribuan kursus lintas disiplin dalam bahasa Tionghoa dan Inggris.

Squirrel AI

Inovator AI dalam pendidikan adaptif. Mengembangkan sistem pembelajaran cerdas yang memecah kurikulum menjadi ribuan knowledge points. Dimulai dengan tes diagnostik dan terus memperbaiki jalur belajar siswa.

VIPKid & DaDaABC

Kedua platform tersebut adalah aplikasi pembelajaran bahasa Inggris online:

  1. VIPKid meluncurkan kelas gratis selama pandemi dan mengintegrasikan teknologi cerdas dalam pembelajaran.
  2. DaDaABC merupakan pesaing VIPKid, menonjol dengan sistem tutoring interaktif serta kolaborasi dengan media besar seperti Baidu dan Tencent.

Layanan Kamus & Pembelajaran Bahasa

Pleco adalah aplikasi kamus dan flashcards cerdas yang menyediakan input via pinyin, tulisan tangan, OCR, serta menyertakan kamus Oxford, audio native speaker, dan fitur pembelajaran mandiri.

Aplikasi Pendidikan Politik

Xuexi Qiangguo, aplikasi edukasi yang memuat pemikiran Xi Jinping, dipromosikan luas oleh Partai Komunis dan memiliki puluhan juta pengguna aktif

BRCC Indonesia: Jembatan Menuju Pendidikan dan Budaya Global

Sebagai kesimpulan, transformasi pendidikan digital di China menunjukkan bagaimana strategi jangka panjang, pemanfaatan AI, dan pembangunan infrastruktur digital mampu menciptakan sebuah sistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Keberhasilan ini tidak hanya menginspirasi negara lain dalam mengatasi tantangan pendidikan di era digital, tetapi juga membuka peluang kolaborasi internasional. Bagi Indonesia, hal ini bisa menjadi pembelajaran berharga, terutama melalui peran BRCC Indonesia yang mendukung generasi muda untuk mengenal budaya China, mempelajari bahasa Mandarin, hingga memfasilitasi kesempatan melanjutkan kuliah di universitas-universitas ternama di Tiongkok. Dengan demikian, BRCC tidak hanya menjadi jembatan budaya, tetapi juga pintu menuju pengalaman pendidikan internasional yang lebih luas dan berdaya saing global.