Zhouzhuang terletak di Provinsi Jiangsu, yaitu sekitar 70–80 km dari Shanghai dan 30 km dari Suzhou. Desa ini dikenal sebagai salah satu water town paling terkenal di Tiongkok, memiliki sejarah lebih dari 900 tahun. Keindahannya membuat Zhouzhuang sering dijuluki sebagai “Venesia dari Timur”, karena jaringan kanalnya yang luas dan transportasi utamanya yang masih menggunakan perahu tradisional.

Daya Tarik Utama Desa Air Zhouzhuang

Jembatan Kembar (Twin Bridges – Shide & Yong’an Bridge)

Jembatan ini merupakan ikon dari Zhouzhuang sering dijuluki sebagai “jantung desa air”. Kedua jembatan ini dibangun pada awal Dinasti Qing dan saling bersilangan membentuk sudut indah di atas kanal. Arsitektur dari jembatan ini sederhana namun elegan membuatnya menjadi objek favorit para pelukis klasik Tiongkok dan fotografer modern. Saat matahari terbenam, pantulan jembatan di air menciptakan pemandangan bak lukisan hidup yang menawan.

Kediaman Kuno Dinasti Ming & Qing

Selain kanal, Zhouzhuang dikenal karena koleksi rumah kunonya yang terawat dengan baik. Desa ini menyajikan arsitektur khas Jiangnan dengan ukiran kayu yang rumit, halaman luas, dan pintu masuk megah. Beberapa rumah yang menjadi daya tarik wisata antara lain:

Zhang House

Dibangun pada abad ke-15, rumah bangsawan ini memiliki lebih ari 70 kamar, aula besar, serta jendela berukir yang indah. Bangunannya mencerminkan gaya hidup mewah keluarga terpandang pada zamannya.

Shen House

Tempat ini merupakan kediaman keluarga Shen, keturunan dari Shen Wansan, yaitu saudagar kaya raya pada akhir Dinasti Yuan hingga awal Ming. Bangunan ini sendiri berdiri pada 1742, era Dinasti Qing, dengan arsitektur elegan khas Jiangnan. Rumah ini menampilkan arsitektur elegan dengan perpaduan desain tradisional Tiongkok dan sentuhan gaya Jiangnan, lengkap dengan halaman dalam dan jembatan kecil pribadi yang menghubungkan ke kanal.

Perahu Gondola Tradisional

Menjelajahi Zhouzhuang juga harus naik perahu gondola tradisional. Perahu kayu kecil ini dikayuh perlahan oleh penduduk setempat, mengajak wisatawan menyusuri kanal sempit di antara rumah-rumah kuno. Suasana romantis terasa saat mendengar percikan air, suara dayung, dan kadang nyanyian rakyat dari pengemudi perahu. Banyak pengunjung menyamakan pengalaman ini dengan gondola di Venesia, meski sesungguhnya perahu kayu tradisional Zhouzhuang punya bentuk dan nuansa khas Tiongkok.

Budaya & Kesenian Lokal

Selain arsitektur dan kanal, Zhouzhuang juga kaya akan budaya dan tradisi seni. Salah satu yang paling menarik adalah Kunqu Opera, ialah bentuk opera klasik Tiongkok yang berusia ratusan tahun. Pertunjukan ini kadang dipentaskan di tepi kanal atau halaman rumah tua, menghadirkan suasana magis seolah membawa penonton kembali ke masa lalu. Selain itu, berbagai perayaan tradisional seperti Festival Perahu Naga dan Zhouzhuang International Tourism Festival dirayakan dengan meriah, menambah warna budaya bagi wisatawan.

Daya Tarik Modern di Zhouzhuang

Wisata Malam yang Fotogenik

Saat sore hari menuju malam, Zhouzhuang berubah menjadi desa air yang penuh pesona. Lampion merah bergantungan di sepanjang jalan sempit dan jembatan batu, memantulkan cahaya hangat di permukaan kanal. Suara musik tradisional Tiongkok, seperti petikan guzheng dan alunan erhu, menambah suasana magis. Bayangan bangunan kuno yang berderet di tepian air seakan hidup, menciptakan panorama malam yang romantis sekaligus fotogenik. Tidak heran, wisata malam di Zhouzhuang menjadi momen favorit bagi wisatawan yang ingin mengabadikan keindahan dengan kamera atau sekadar menikmati suasana sambil menyusuri kanal dengan perahu.

Galeri Seni & Kerajinan Lokal

Tempat ini bukan hanya tentang sejarah, tetapi juga kreativitas masyarakatnya. Banyak galeri seni sederhana yang menyajikan lukisan tinta khas Jiangnan dengan pemandangan kanal, jembatan, dan perahu sebagai objek utama. Selain itu, wisatawan bisa menemukan blue printed cloth, yaitu kain biru bermotif putih yang dicetak dengan teknik tradisional, sering digunakan sebagai taplak, pakaian, atau hiasan dinding. Ukiran kayu buatan tangan juga banyak dijual, mulai dari miniatur perahu hingga dekorasi rumah. Bagi pecinta seni, berjalan-jalan di galeri dan toko kerajinan ini seperti menyelami jiwa artistik desa yang masih hidup hingga kini.

Surga Bagi Fotografer & Dunia Perfilman

Keindahan Zhouzhuang yang autentik membuatnya sering menjadi pilihan terbaik untuk latar pengambilan film dan drama Tiongkok klasik. Jembatan batu berusia ratusan tahun, kanal dengan air jernih, dan rumah tradisional beratap abu-abu menciptakan suasana sinematik alami. Banyak pasangan juga menjadikan desa ini lokasi foto prewedding karena kesan romantisnya yang kuat. Tak sedikit fotografer profesional maupun wisatawan biasa yang rela menunggu momen tertentu, untuk mendapatkan visual yang bagus untuk dipotret seperti pantulan cahaya matahari pagi atau kabut tipis sore hari.

Suasana & Keunikan Zhouzhuang

Melangkah ke Zhouzhuang serasa kembali ke masa lalu Tiongkok klasik. Jalanannya yang sempit yang tertata dari batu-batu alam berpadu dengan deretan rumah tradisional bercat putih dengan atap ubin hitam yang khas. Dari kejauhan, bayangan atap melengkungnya terlihat anggun, berpadu dengan jendela kayu berukir yang menambah kesan antik dan elegan.

Saat malam tiba, suasana desa semakin memikat. Ratusan lampion merah digantung di sepanjang kanal, memantulkan cahaya di permukaan air yang tenang. Pemandangan ini menciptakan atmosfer romantis, yang membuat Zhouzhuang dijuluki sebagai salah satu desa air paling indah di Tiongkok, sekaligus ‘Venesia dari Timur’ oleh sebagian wisatawan. Naik perahu tradisional sambil mendengar alunan lagu rakyat menjadi pengalaman yang tak terlupakan bagi wisatawan.

Selain pemandangan, Zhouzhuang juga memanjakan lidah dengan kuliner khasnya. Hidangan legendaris Wan San Ti (Wansan Pork Knuckle), yaitu daging babi yang dipanggang dan direbus lama dengan kecap manis khas, menjadi sajian utama yang wajib dicicipi. Kudapan sederhana berbahan dasar beras ketan juga banyak dijual di kios-kios tradisional, cocok sebagai teman berkeliling.

Pengakuan & Pariwisata

Keindahan Zhouzhuang tidak hanya dikenal secara lokal, tetapi juga diakui secara nasional hingga internasional. Desa ini dinobatkan sebagai salah satu dari Top 10 Towns in China for Tourism, sebuah pengakuan yang menegaskan daya tariknya bagi wisatawan.

Bagi wisatawan asing, terutama yang berkunjung ke Shanghai atau Suzhou, Zhouzhuang menjasi salah satu daftar destinasi wajib. Hanya dengan perjalanan sekitar 1–2 jam dari kedua kota besar tersebut, wisatawan bisa menemukan ketenangan, sejarah, dan keindahan arsitektur yang abadi.

Oleh karena itu banyak fotografer dunia menjadikan Zhouzhuang sebagai lokasi favorit. Refleksi bangunan kuno di kanal yang tenang, jembatan batu bersejarah, serta cahaya lampion pada malam hari menciptakan komposisi visual yang sulit ditandingi.

Kuliner Lokal yang Wajib Dicoba di Zhouzhuang

Mengunjungi Desa Air Zhouzhuang rasanya belum lengkap jika tidak mencicipi kuliner khas yang sudah diwariskan turun-temurun. Makanan di sini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga sarat cerita sejarah dan budaya lokal.

Wan san ti (Wansan Pork Knuckle)

Hidangan ini menjadi ikon kuliner Zhouzhuang. Daging kaki babi yang dimasak perlahan dengan kecap hitam manis, gula, dan rempah pilihan, menghasilkan rasa gurih manis dengan tekstur daging yang begitu empuk hingga mudah terlepas dari tulangnya. Nama ‘Wansan’ diambil dari Shen Wansan, seorang saudagar kaya raya yang hidup pada akhir Dinasti Yuan hingga awal Dinasti Ming, yang konon gemar menyajikan hidangan ini untuk menjamu tamu. Kini, wisatawan bisa menikmatinya di berbagai restoran lokal sambil merasakan kehangatan tradisi Zhouzhuang.

Green Soybean Rice Balls (Qingtuan)

Qingtuan adalah kudapan khas yang terbuat dari tepung ketan dicampur sari daun hijau (seperti daun wormwood), sehingga menghasilkan warna hijau alami. Di dalamnya terdapat pasta kacang merah manis yang lembut, memberikan kontras rasa gurih dan manis dalam sekali gigit. Kudapan ini sering disajikan saat musim semi, terutama di sekitar Festival Qingming, menjadikannya makanan yang penuh makna budaya.

Wine Zhouzhuang

Selain makanan, Zhouzhuang juga terkenal dengan anggur beras tradisionalnya. Wine Zhouzhuang biasanya disajikan dalam kendi keramik kecil yang menambah kesan autentik. Rasanya manis lembut dengan sedikit sensasi hangat di tenggorokan, cocok diminum sambil bersantai menikmati suasana desa air yang tenang. Minuman ini tidak hanya menjadi pelengkap kuliner, tetapi juga cerminan tradisi masyarakat setempat dalam merayakan kebersamaan.