
Kini banyak mahasiswa Indonesia yang datang ke China tidak hanya untuk liburan tetapi juga dengan tujuan utama menempuh pendidikan. Tapi, siapa bilang jika kuliah di luar negeri hanya soal kelas, tugas, dan perpustakaan? Kesempatan yang besar untuk memperluas wawasan tidak hanya di kampus tetapi pelajar juga mendapat keuntungan besar bagi pelajar internasional di Negeri Tirai Bambu untuk menjelajahi tempat-tempat menakjubkan yang mungkin sebelumnya hanya bisa kita lihat di layar kaca.
Salah satu destinasi yang menarik untuk dikunjungi adalah Zhangjiajie National Forest Park, taman nasional yang jadi inspirasi film Avatar. Buat kamu yang sedang studi di China, Zhangjiajie bukan sekadar tempat wisata, tapi pengalaman sekali seumur hidup.
Contents
- 1 Sekilas Tentang Zhangjiajie
- 2 Bagaimana Cara ke Sana?
- 3 Harga Tiket dan Biaya Masuk
- 4 Waktu Terbaik untuk Berkunjung
- 5 Apa yang Bisa Kamu Jelajahi?
- 6 Tips untuk Mahasiswa Internasional
- 7 Kenapa Cocok untuk Pelajar?
- 8 Perkiraan Biaya Perjalanan Mahasiswa (3 Hari 2 Malam)
- 9 Mengapa Zhangjiajie Cocok untuk Mahasiswa Internasional?
- 10 Saatnya Gabung BRCC Indonesia!
Sekilas Tentang Zhangjiajie

Destinasi ini adalah Zhangjiajie berada di Provinsi Hunan, sekitar 1.100 km dari Beijing, dengan jarak tempuh udara sekitar 3 jam. Kawasan ini populer dengan ribuan pilar batu pasir kuarsa yang menjulang tinggi, seakan menembus langit. Uniknya, formasi geologi ini terbentuk secara alami selama jutaan tahun akibat erosi angin dan air.
Zhangjiajie National Forest Park telah ditetapkan sebagai taman hutan nasional pertama di Tiongkok pada 1982. Sepuluh tahun kemudian, kawasan Wulingyuan Scenic Area yang meliputi taman ini dinobatkan sebagai Warisan Alam Dunia UNESCO pada 1992. Kawasan ini semakin melejit setelah film Avatar tayang tahun 2009, karena lanskap di sini menginspirasi planet Pandora. Bahkan salah satu puncaknya dinamai ulang menjadi Hallelujah Mountain.
Untuk pelajar internasional yang memiliki minat fotografi atau sekadar berburu konten Instagram, Zhangjiajie bisa jadi “studio alam” yang nggak ada tandingannya.
Bagaimana Cara ke Sana?

Jika saat ini kamu sedang menempuh pendidikan di kota besar seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, atau Wuhan, akses ke Zhangjiajie sebenarnya cukup mudah. Ada beberapa opsi:
1. Pesawat
Bagi yang mengutamakan kepraktisan dan waktu tempuh singkat, pesawat adalah pilihan paling nyaman untuk menuju Zhangjiajie. Kota ini memiliki bandara sendiri, yaitu Zhangjiajie Hehua International Airport, yang melayani penerbangan domestik dari berbagai kota besar di Tiongkok. Dari Beijing, penerbangan ke Zhangjiajie biasanya memakan waktu sekitar tiga jam. Dari Shanghai, penerbangan bisa sekitar 2,5 jam, tetapi jadwal penerbangan langsung tidak selalu tersedia sehingga pada periode tertentu perlu transit di kota lain. Harga tiket pesawat domestik di Tiongkok cukup bervariasi, mulai dari ¥400 hingga ¥900 atau setara Rp900 ribu–Rp2 juta, tergantung musim serta waktu pemesanan. Jika kamu bepergian di musim liburan atau festival besar, biaya cenderung lebih tinggi, jadi sebaiknya pesan tiket jauh-jauh hari untuk mendapatkan harga terbaik.
2. Kereta Cepat
Jika ingin merasakan pengalaman unik di Tiongkok sekaligus lebih menghemat biaya, kereta cepat bisa menjadi alternatif menarik. Sejak akhir 2019, Zhangjiajie telah terhubung dengan jalur kereta cepat dari Changsha, ibu kota Provinsi Hunan, dengan waktu tempuh sekitar 2,5–3 jam. mencapai Changsha sendiri tidaklah sulit, karena kota ini juga dilayani kereta cepat dari berbagai kota besar seperti Beijing, Shanghai, atau Guangzhou. Perjalanan dengan kereta cepat biasanya lebih stabil dalam hal harga dan jadwal, serta memberi kesempatan melihat pemandangan pedesaan Tiongkok yang berbeda dengan hiruk pikuk kota besar.
3. Bus Antar Kota
Bagi pelancong yang ingin menekan biaya perjalanan seminimal mungkin, bus antar kota bisa menjadi pilihan terakhir. Dari beberapa kota di Provinsi Hunan, tersedia bus menuju Zhangjiajie dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan pesawat atau kereta cepat. Namun, opsi ini juga paling melelahkan karena waktu tempuh bisa mencapai lebih dari enam hingga delapan jam, tergantung titik keberangkatan. Fasilitas bus umumnya standar, sehingga kurang cocok untuk yang tidak terbiasa perjalanan jauh. Meski begitu, bagi mahasiswa atau backpacker dengan anggaran terbatas, bus tetap bisa menjadi cara hemat untuk mencapai Zhangjiajie, apalagi jika berangkat bersama teman sehingga perjalanan panjang terasa lebih menyenangkan.
Tips jika kalau libur kuliah cukup panjang, dapat dikombinasikan perjalanan ke Zhangjiajie dengan kota lain di Hunan, seperti Changsha yang terkenal dengan street food murah meriah.
Harga Tiket dan Biaya Masuk
Sebagai pelajar, budget pasti jadi pertimbangan utama. Tenang, Zhangjiajie masih cukup ramah di kantong jika direncanakan dengan baik.
- Tiket masuk standar: ¥248 (sekitar Rp550 ribu). Tiket ini berlaku 4 hari, jadi kamu bisa jelajah santai tanpa khawatir terburu-buru.
- Paket lengkap (Admission + Transport): ¥520 (sekitar Rp1,1 juta). Paket ini termasuk shuttle bus dalam taman, tiga kereta gantung, dan Bailong Elevator. Kalau kamu mau pengalaman full dan nyaman, opsi ini lebih worth it.
- Transportasi tambahan: Kereta gantung ¥65–¥76 sekali jalan, Bailong Elevator ¥65.
Buat mahasiswa, sebaiknya pilih tiket standar dulu. Kalau memang ingin coba semua fasilitas modernnya, tinggal bayar tambahan di lokasi.
Waktu Terbaik untuk Berkunjung
Pelajar biasanya punya waktu luang saat liburan musim panas (Juli–Agustus) atau liburan musim dingin (Januari–Februari). Namun, dua periode ini juga waktu tersibuk di Zhangjiajie karena banyak turis domestik.
Kalau bisa, manfaatkan libur semester pendek atau long weekend di musim semi (Maret–Mei) atau musim gugur (September–November). Cuacanya sejuk, pemandangan lebih indah, dan jumlah pengunjung tidak terlalu padat.
Apa yang Bisa Kamu Jelajahi?
Kawasan Zhangjiajie National Forest Park memiliki luas sekitar 4.800 hektar, dan seluruh Wulingyuan Scenic Area mencapai lebih dari 26.000 hektar. Jadi, jangan berharap bisa habis dijelajahi hanya dalam sehari. Berikut beberapa spot utama yang cocok untuk mahasiswa yang waktunya terbatas:
Yuanjiajie & Hallelujah Mountain

Tempat ini merupakan ikon utama Zhangjiajie yang tak boleh dilewatkan. Kawasan ini terkenal karena keindahan tebing-tebing menjulang yang menjadi inspirasi dunia Pandora dalam film Avatar. Salah satu cara tercepat untuk mencapainya adalah dengan menaiki Bailong Elevator, sebuah lift raksasa yang menempel di tebing batu. Saat bergerak naik, rasanya seolah kamu sedang melayang di antara tebing-tebing tinggi dengan pemandangan spektakuler yang sulit dilupakan.
Tianzi Mountain

Berbeda dengan Yuanjiajie, Tianzi Mountain memberikan suasana yang lebih mistis. Dari puncaknya, kamu bisa menyaksikan ribuan pilar batu yang berdiri gagah, sering kali diselimuti kabut tipis yang menambah kesan magis. Tempat ini menjadi spot favorit fotografer, terutama saat matahari terbit atau tenggelam, ketika cahaya emas menembus kabut dan menciptakan panorama yang dramatis.
Golden Whip Stream

Bagi kamu yang mencari suasana yang tenang, Golden Whip Stream adalah pilihan sempurna. Jalur trekking sepanjang 5 hingga 6 kilometer ini membentang di antara pepohonan hijau dan aliran sungai jernih yang menenangkan. Suasananya damai dan tenang, sehingga cocok untuk melepas penat setelah padatnya aktivitas kuliah. Menyusuri jalur ini terasa seperti perjalanan healing alami yang menyegarkan pikiran.
Glass Bridge Zhangjiajie

Sementara itu, Glass Bridge Zhangjiajie saat dibuka pada 2016 telah memecahkan rekor sebagai jembatan kaca terpanjang dan tertinggi di dunia. Meskipun rekor tersebut kini sudah diambil alih oleh beberapa jembatan kaca lain di Tiongkok, jembatan ini tetap menjadi ikon wisata yang mendunia dan salah satu daya tarik utama Zhangjiajie. Berjalan di atas lantai transparan membuatmu serasa melayang di udara, sebuah pengalaman uji nyali yang sekaligus menyajikan pemandangan luar biasa dari ketinggian.
Tips untuk Mahasiswa Internasional

Agar perjalananmu ke Zhangjiajie terasa aman, nyaman, dan tetap hemat, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan sejak awal. Luangkan waktu dua hingga tiga hari agar tidak terburu-buru, karena setiap sudut Zhangjiajie menyajikan pesona yang indah untuk dinikmati dengan santai. Untuk urusan tiket masuk, lebih baik memesan secara online melalui aplikasi resmi atau platform seperti Ctrip dan Klook. Selain praktis, kamu juga berkesempatan mendapatkan potongan harga, terutama jika memiliki kartu pelajar internasional (ISIC) yang memang sering memberikan diskon khusus di berbagai objek wisata di Tiongkok.
Selama menjelajahi taman, pastikan kamu mengenakan sepatu yang nyaman karena jalur trekking di sini cukup panjang dan menantang. Jangan lupa juga menyiapkan anggaran makan. Harga makanan di dalam kawasan taman umumnya lebih mahal, sehingga akan lebih hemat jika kamu membeli bekal ringan seperti snack atau roti dari luar sebelum masuk. Untuk akomodasi, Wulingyuan Town bisa menjadi pilihan yang tepat karena selain lebih murah dibandingkan menginap di pusat Zhangjiajie, lokasinya juga dekat dengan pintu masuk taman. Terakhir, jika memungkinkan, carilah teman sesama mahasiswa untuk melakukan perjalanan bersama. Dengan cara ini, biaya transportasi maupun penginapan bisa dibagi, agar perjalanan terasa lebih ringan di kantong sekaligus lebih seru karena dilakukan bersama-sama.
Kenapa Cocok untuk Pelajar?
Zhangjiajie menjadi destinasi yang cocok untuk pelajar bukan hanya karena pemandangannya yang menakjubkan, tetapi juga karena pengalaman belajar non-akademis yang ditawarkannya. Di sana, kamu bisa mengenal budaya lokal serta berinteraksi langsung bersama etnis minoritas Tujia dan Miao yang memiliki tradisi unik dan menarik untuk dipelajari. Selain itu, perjalanan ini juga memberi kesempatan untuk melatih kemampuan bahasa Mandarin secara langsung melalui percakapan dengan penduduk setempat, sehingga ilmu yang biasanya hanya dipelajari di kelas bisa benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan nyata. Lebih dari itu, berdiri di hadapan ribuan pilar batu raksasa menghadirkan pengalaman yang membuka perspektif hidup baru, seolah mengingatkan kita akan betapa kecilnya manusia di hadapan alam semesta. Pengalaman spiritual semacam ini tentu tak bisa ditemukan hanya dari membaca buku teks.
Perkiraan Biaya Perjalanan Mahasiswa (3 Hari 2 Malam)
Perjalanan mahasiswa selama tiga hari dua malam di Tiongkok rata-rata bisa menghabiskan biaya sekitar ¥1.300–¥1.700. Jika dikonversi dengan kurs saat ini, kira-kira setara dengan sekitar Rp2,9–3,8 juta, tergantung nilai tukar saat perjalanan dilakukan. Komponen utama dari biaya ini mencakup transportasi dari kota besar menuju lokasi, baik dengan kereta maupun pesawat, yang biasanya berada di kisaran ¥500 hingga ¥900. Untuk akomodasi, pilihan hostel dengan anggaran ramah kantong selama dua malam dapat diperoleh dengan biaya sekitar ¥200. Selama perjalanan, mahasiswa juga perlu menyiapkan dana untuk tiket masuk ke destinasi wisata standar, yaitu sekitar ¥248, serta anggaran makan dan jajan sebesar ¥200. Selain itu, biaya transportasi lokal dan keperluan tambahan diperkirakan menghabiskan sekitar ¥150. Dengan perhitungan ini, mahasiswa dapat merencanakan perjalanan yang terjangkau namun tetap menyenangkan. Jika berangkat bersama teman, biaya bisa ditekan lebih murah lagi, terutama untuk hotel dan transportasi.
Mengapa Zhangjiajie Cocok untuk Mahasiswa Internasional?
Selain pemandangannya yang spektakuler, Zhangjiajie bisa jadi pengalaman berharga untuk mahasiswa internasional. Pertama, Anda bisa belajar tentang budaya lokal suku Tujia dan Miao yang tinggal di kawasan ini. Kedua, ini kesempatan untuk latihan bahasa Mandarin langsung dengan penduduk lokal. Ketiga, perjalanan ke sini memberi keseimbangan antara belajar di kampus dan menikmati alam.
Zhangjiajie juga sering jadi “ice breaking” bagi mahasiswa baru di Tiongkok — tempat pertama yang mereka kunjungi bersama teman sekelas, yang akhirnya menumbuhkan persahabatan jangka panjang.
Saatnya Gabung BRCC Indonesia!
Buat kamu pelajar Indonesia di China, Zhangjiajie wajib masuk agenda jalan-jalanmu. Tapi perjalanan akan lebih bermakna kalau ditemani komunitas yang mendukung pengembangan diri. BRCC Indonesia (Belt and Road Chinese Center) hadir sebagai pusat pertukaran bahasa dan budaya. Di sini, kamu bukan hanya belajar Mandarin, tapi juga bisa langsung mempraktikkannya saat menjelajahi tempat ikonik seperti Zhangjiajie. Bayangkan hiking sambil ngobrol dalam Mandarin, mengenal budaya lokal, dan membangun persahabatan internasional yang jadi bekal masa depan. Jadi, kalau ingin studi di China lebih berwarna—kuliah, bahasa, budaya, dan pengalaman nyata—gabunglah bersama BRCC Indonesia. Sudah siap belajar Mandarin sekaligus menjelajah Zhangjiajie bersama BRCC?