Asli atau palsu? Pertanyaan ini kerap mengusik pikiran para kolektor atau penikmat seni kerajinan logam khas Tiongkok. Wajar saja, karena kerajinan logam dari Negeri Tirai Bambu telah memikat banyak orang sejak ribuan tahun lalu. Tidak sedikit yang berhasrat memiliki dan mengoleksinya. Alhasil, ada banyak kerajinan logam yang membanjiri pasar lokal maupun global.

Namun, seiring dengan ramainya penawaran berbagai jenis kerajinan logam tersebut, tidak semuanya adalah karya autentik atau asli. Banyak kerajinan yang tampak estetik dan bersejarah, namun ternyata hanyalah replika. Apalagi keberadaan teknologi pada masa sekarang, mampu membuat barang tiruan nyaris mirip dengan yang asli.

Khusus bagi para kolektor seni pemula, berhati-hati dan selalu memperbarui kemampuan merupakan keniscayaan. Jangan hanya mengandalkan kepercayaan jika tidak ingin menyesal karena tertipu. Bayangkan membeli mahal kerajinan logam yang diklaim berusia ratusan tahun, tapi ternyata palsu.

Cara paling mudah agar tidak tertipu adalah mencermati harganya. Jangan terkecoh jika harga terlalu murah untuk barang yang tergolong antik. Apalagi kerajinan itu terlihat sangat estetik dan punya sejarah panjang. Ibarat sebuah ungkapan: “Kalau terlalu bagus untuk jadi kenyataan, mungkin memang tidak nyata.” Begitu pula dalam berburu kerajinan logam yang langka dan bernilai tinggi.

Seni Kerajinan Logam Tidak Semuanya Palsu

Bagi kamu yang tertarik dan serius menggeluti seni kerajinan logam khas Tiongkok, tidak semuanya berpotensi palsu. Kerajinan yang rentan dipalsukan biasanya memiliki nilai ekonomi, artistik, sejarah, dan simbolik yang tinggi. Dengan kata lain, kerajinan berpotensi palsu itu rata-rata memiliki usia yang sangat lama atau kategori barang antik. Berasal dari masa lampau sehingga bernilai histori tinggi.

Misalnya, kerajinan logam dari masa dinasti Shang, Zhou, Tang, Ming, dan Qin yang rata-rata berusia ratusan hingga ribuan tahun. Para kolektor atau sejarawan akan sangat menghargainya karena merefleksikan dan menggambarkan budaya dan tata nilai masa lalu. Semakin tua usia kerajinan, semakin tinggi pula nilai historis dan harganya tergantung pada kelangkaan dan kondisi fisiknya.

Apalagi jika kerajinan itu bersinggungan dengan kehidupan para bangsawan atau keluarga kekaisaran, termasuk barang-barang keperluan upacara keagamaan. Para peniru bahkan tidak sungkan-sungkan untuk totalitas dalam memalsukannya. Seperti menambahkan cap dinasti atau lambang kekaisaran, adanya patina buatan sehingga tampak usang atau berkarat, hingga membuat ukiran kuno yang mirip dengan kerajinan asli.

Meski barang imitasi lazimnya pada kerajinan yang bersifat dekoratif, tapi tidak menutup kemungkinan kerajinan yang bersifat fungsional juga turut menjadi korban pembajakan. Barang seperti gembok kuno, wajan tembaga, atau alat pertanian logam juga bisa dipalsukan. Terutama jika memiliki nilai artistik tinggi atau berasal dari lingkungan elit.

Pemalsuan juga bisa terjadi pada kerajinan logam dengan hiasan rumit yang berasal dari kalangan bangsawan atau istana. Contoh, wadah teh perunggu berukir naga yang berasal dari masa dinasti Qing. Meskipun bersifat fungsional, kerajinan ini memiliki nilai tinggi di pasar seni berkat unsur estetika dan historisnya.

Dari Patung Buddha hingga Hiasan Cloisonné

Pemalsuan atau pembuatan replika sering terjadi pada seni kerajinan logam dekoratif. Nah, kira-kira apa saja contoh barang-barang kerajinan yang rawan untuk mengalami pemalsuan? Berikut ini beberapa di antaranya:

Patung Buddha

Patung Buddha dari Dinasti Tang, Song, atau Ming bukan hanya karya seni, tetapi juga simbol religius dan objek ibadah. Banyak yang memburu dan berhasrat memilikinya karena dorongan untuk memperoleh ketenangan, perlindungan, dan keberkahan dalam hidup.

Namun, tidak banyak yang memiliki pemahaman mendalam mengenai kerajinan tersebut. Jika hanya menilai dari postur, gaya wajah, dan detail pahatan, maka ada banyak replika yang sempurna dalam menirunya.

Seorang kolektor berpengalaman akan mengetahui keasliannya dari pemahaman terhadap gaya masing-masing dinasti, jenis logam atau teknik pembuatan, hingga akses ke uji laboratorium atau keberadaan sertifikat resmi. Ini tentunya menjadi batu sandungan bagi yang awam dan menjadi peluang besar bagi pemalsu untuk membuat tiruannya.

Ornamen Naga dari Atap Istana

Naga (long) adalah hewan mitologi sangat penting dalam budaya Tiongkok. Sebagai simbol utama sosok kaisar yang menerima kekuasaan dari langit. Hampir semua kerajinan Tiongkok (baik itu logam, sulam, sutra, kayu, kain, kertas, keramik dan porselen) selalu menggunakan sosok naga sebagai motifnya.

Pun halnya ornamen naga yang terpasang di bangunan tertentu seperti istana, kuil, dan gedung pemerintahan. Khusus untuk ornamen naga yang terpasang di atap Istana terlarang (Forbidden City), bukan hanya memiliki detail luar biasa dan terbuat dari logam berkualitas (perunggu, kuningan, atau campuran logam mulia), namun juga punya nilai sejarah yang sangat tinggi.

Hiasan Logam Cloisonné

Cloisonné dikenal sejak masa pra-Ming, namun mencapai puncak kejayaan pada Dinasti Ming dan Qing. Memiliki warna-warna cerah, mengilap, dan berpola halus khas Tiongkok klasik seperti naga, phoenix, bunga, atau awan.

Para kolektor seni bahkan museum internasional sering memburu keberadaan hiasan ini karena jumlahnya yang terbatas dan sarat dengan nilai sejarah. Bentuknya bisa berupa vas, guci, tempat lilin/dupa, dan perhiasan kecil. Kegunaannya pun bukan hanya untuk dekoratif, tapi juga untuk kebutuhan seremonial atau upacara adat.

Tentunya masih banyak lagi contoh kerajinan logam Tiongkok lainnya yang tak kalah populer, seperti bejana ritual perunggu, perhiasan dan aksesori perunggu kuno, patung penjaga gerbang (foo dog atau shishi), serta benda feng shui berbahan logam. Bagi kamu yang menyukai seni kerajinan logam Tiongkok klasik dan bermaksud mengoleksinya, pastikan untuk membuka mata dan telinga lebar-lebar agar tidak tertipu.

Bijak Mengoleksi Seni Kerajinan Logam Klasik Tiongkok

Dalam dunia seni kerajinan logam khas Tiongkok, keaslian menjadi hal yang sangat krusial dan menantang untuk dibedakan, terutama di tengah maraknya barang tiruan yang semakin sulit dikenali berkat kemajuan teknologi. Kolektor pemula maupun berpengalaman wajib mengedepankan kewaspadaan dengan memahami nilai sejarah, teknik pembuatan, dan ciri khas setiap karya agar terhindar dari penipuan. Kerajinan logam autentik, terutama yang berasal dari dinasti kuno dan memiliki nilai artistik serta simbolik tinggi, tentu memiliki daya tarik tersendiri yang membuatnya rentan dipalsukan. Oleh karena itu, memperdalam pengetahuan dan mengecek keaslian secara teliti menjadi kunci utama bagi siapa saja yang ingin mengoleksi seni klasik ini secara bijak dan memuaskan.