Kota Baoding yang Sangat Unggul di Bidang Teknologi dan Maju di Bidang Wisata

Selain menyandang status sebagai salah satu pusat budaya di Tiongkok, Kota Baoding punya kisah sejarah yang sangat panjang. Pada masa neolitikum atau sekitar 10.500 – 9.700 ribuan tahun lalu, kota yang berjarak sekitar 140 km dari ibu kota Beijing ini telah menjadi tempat tinggal masyarakat. Bahkan pada 400 – 300 sebelum Masehi, jumlah penduduknya mencapai sekitar 300 ribu jiwa.

Di masa pemerintahan dinasti Song atau tahun 960 – 1241, Baoding yang saat itu masih menggunakan nama Zhongshan secara resmi mulai berdiri. Setelah hancur akibat serangan pasukan Mongol, pada 1275 dinasti Yuan mengubah Zhongshan jadi Baoding yang berlaku hingga sekarang. Sedangkan di era modern, berperan sebagai pusat pembangunan dengan inovasi baru sebagai fokus utama.

Kota Pertama yang Memakai Teknologi Listrik Tenaga Matahari

Dari sekian banyak inovasi baru yang berhasil tercipta di Kota Baoding, salah satu yang paling populer yakni listrik tenaga surya. Kota yang jadi bagian dari provinsi Hebei ini memanfaatkan teknologi tersebut untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan fasilitas umum. Selain itu kerap mendapat julukan sebagai kota tenaga matahari pertama di daratan Tiongkok.

Peradaban modern telah melakukan eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan dan ekologi. Jika tidak tertangani secepatnya, akan menimbulkan bahaya besar bagi kelangsungan hidup manusia. Sementara itu di sisi lain terdapat sinar matahari yang memiliki manfaat besar sebagai sumber energi terbarukan.

Berdasarkan sejumlah alasan itulah pemerintah lokal setempat mulai aktif mendirikan pusat pembangkit listrik tenaga surya pada tahun 2007. Dari tahun ke tahun, program ini makin masif berjalan sebagai wujud dari pengembangan sumber energi baru. Bahkan sejak September tahun lalu, jumlah pembangunannya telah telah tersebar di seluruh bagian kota.

Saat ini Kota Baoding sudah memiliki lebih dari seribu lampu penerangan dengan tenaga surya di puluhan jalan raya. Selain itu tak sedikit sekolah hingga tempat pelayanan umum yang turut memakai teknologi ini dengan jumlah keseluruhan mencapai 28 komunitas. Ini adalah sebuah kebanggaan mengingat di Tiongkok pemakaian teknologi tersebut belum begitu merakyat.

Agar masyarakat semakin akrab dengan teknologi listrik tenaga surya, pemerintah daerah tidak segan mengajak kalangan swasta. Misalnya melalui promosi atau publikasi di area pemukiman, pasar, dan pusat keramaian lainnya. Melalui berbagai dialog, semua warga khususnya generasi muda akan mendapat pengetahuan lengkap tentang manfaat dan kelebihan listrik matahari.

Untuk kedepannya, rencana mewujudkan Baoding sebagai kota tenaga surya memiliki cakupan yang semakin luas. Jadi tidak hanya sekedar untuk menghidupkan lampu penerangan saja, tapi juga menjangkau kebutuhan lain seperti penyediaan air panas dan sebagainya. Dengan adanya program tersebut, muncul harapan bahwa teknologi tersebut bisa berguna secara lebih optimal.

Pusat R&D Great Wall Motor

Masih terkait dengan dunia teknologi, Kota Baoding tidak hanya sekedar jadi pusat pembangkit listrik tenaga surya belaka. Di sini terdapat pusat penelitian dan pengembangan atau riset and development (R&D) Great Wall Motor. Hal ini sebenarnya merupakan hal yang wajar karena di kota inilah Great Wall Motor atau GWM mulai merintis usaha di bidang otomotif.

Sedikit banyak kehadiran brand tersebut bikin Baoding makin terkenal di kancah dunia, apalagi fasilitasnya sudah sangat canggih. Great Wall Motor sendiri didirikan tahun 1984. Meski baru pengembangan ekspansi fasilitas tahun 2013, posisinya sudah sejajar dengan R&D sejenis lainnya di negara-negara maju. Ini menjadi bukti selanjutnya jika kota ini memiliki prospek yang sangat bagus di masa depan.

Apalagi di sekitar area R&D tersebut terbangun pula pusat belanja modern atau mall, sekolah, rumah sakit, apartemen, dan sejumlah fasilitas umum lainnya. Semua dapat memberi kontribusi besar pada kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Adanya pabrik atau industri beserta pusat riset sekaligus pengembangan ini juga sangat bagus untuk membuka peluang kerja secara luas.

Bidang Wisata

Dari segi wisata, Kota Baoding juga tidak kalah dengan daerah-daerah lain di Tiongkok karena mempunyai sejumlah destinasi dengan daya tarik tinggi. Satu hal yang sangat menarik di sini, ada sebuah pusat pendidikan militer namun saat ini telah berubah jadi objek wisata. Pada awal abad ke-20, tempat ini punya peran penting dalam sejarah militer dan politik Tiongkok.

Selama era awal abad ke-20, Baoding Military Academy (Baoding Junxiao) merupakan salah satu lembaga pendidikan militer terpenting di Tiongkok. Akademi ini banyak mencetak perwira militer yang berkontribusi besar dalam berbagai konflik, termasuk perang melawan Jepang. Saat ini, bekas lokasi Baoding Military Academy tetap ada di Baoding dan telah dijadikan sebagai situs bersejarah.

Di luar itu masih banyak objek menarik lainnya yang mampu memberi pengalaman unik seperti Tunnel Warfare, Bell Tower, Daci Temple, Botanical Garden, dan masih banyak lagi. Setelah itu apabila tertarik untuk menikmati kuliner, rekomendasi terbaiknya antara lain burger kedelai. Sajian tradisional dalam bentuk makanan ringan ini menjadi salah satu ciri budaya Baoding.

Merupakan sebuah kebanggaan tersendiri dapat berkunjung ke Kota Baoding, apalagi banyak sekali sisi-sisi menarik terdapat di kota ini. Apalagi jika ada kesempatan menempuh pendidikan tinggi, karena di sini terdapat sejumlah universitas bermutu tinggi. Mulai dari Hebei University, Baoding Vocational and Technical College, Agriculture University of Hebei, dan Hebei Finance University.