Lupakan merek mobil dari negara Jepang, Korea Selatan, Amerika, atau Eropa. Satu atau dua dekade ke depan, merek mobil China punya peluang besar mendunia. Ini karena merek mobil dari negeri Tirai Bambu itu sangat ekspansif dalam memperkenalkan beragam jenis mobil dan ukuran.
Mulai dari jenis mobil penumpang seperti sedan, hatchback, station wagon, coupe, dan convertible; lalu jenis mobil komersial seperti truk, bus, dan van; serta jenis mobil olahraga seperti sports car dan supercar. Tak ketinggalan, jenis mobil off-road seperti SUV (sport utility vehicle), jeep, dan truk off-road.
Bahkan, saat ini sudah merambah jenis mobil listrik dan hybrid, yakni mobil yang memakai motor listrik (baterai) sebagai sumber tenaganya atau kombinasi antara motor bensin dan motor listrik.
Contents
Kelebihan Mobil China
Tidak hanya jenis dan ukuran, ekspansi mobil dari China juga sangat inovatif dan terdepan dalam penggunaan teknologi, seperti teknologi penggerak listrik, sistem infotainment, dan fitur keselamatan yang progresif (misalnya sistem pengereman darurat, pengawasan jalur, dan pengawasan titik buta).
Kelebihan lainnya, harga yang mereka tawarkan terbilang kompetitif. Lebih murah dibandingkan dengan merek dari negara lain, namun dengan kualitas mobil yang setara bahkan melebihi. Tentunya, ini menjadi hal menggiurkan bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas tetapi berhasrat memiliki mobil berteknologi tinggi, desain menarik, dan nyaman saat mengendarainya.
Industri otomotif China pun menggeliat dan tumbuh begitu pesat, berhasil memecahkan rekor pasar otomotif dalam negeri dengan angka penjualan melebihi 26 juta mobil per tahun. Merek-merek mobil seperti Geely, Chery, BYD, Great Wall, SAIC, Changan, dan Wuling saling berkompetisi memperebutkan pangsa pasar di China.
Dampak dari pesatnya perkembangan industri otomotif memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi di China secara signifikan, membuka banyak lowongan kerja, dan menyumbang devisa besar bagi negara. Apalagi, berbagai merek mobil China itu mulai memperluas pangsa pasarnya hingga ke Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Afrika, yang membuat nilai ekspor China melonjak drastis.
Kemunculan Mobil Listrik
Mobil listrik merupakan suatu bentuk terobosan yang menggunakan listrik sebagai tenaga penggerak, menggantikan motor atau mesin diesel dari proses pembakaran minyak bumi (bensin).
Pada awalnya, mobil bertenaga listrik kurang diminati dan tidak terlalu menjanjikan secara komersial jika dibandingkan dengan mobil bermesin pembakaran, karena listrik yang tersimpan dalam baterai kurang efisien dalam pemakaian. Proses pengisian daya pun memakan waktu lama, sementara jarak tempuhnya masih terbatas.
Namun, seiring kemajuan teknologi baterai dan motor listrik pada 1990-an, banyak pihak mulai melirik keberadaan mobil listrik. Mobil listrik pun semakin terkenal ketika Tesla, yang didirikan pada tahun 2003, kemudian meluncurkan Tesla Model S yang mampu menempuh jarak hingga 594 km.
Permintaan terhadap mobil listrik juga semakin meningkat seiring dengan kesadaran untuk mengurangi pemakaian energi dari minyak bumi. Listrik sebagai energi terbarukan yang tidak menimbulkan polusi menjadi pilihan banyak orang.
Merek Mobil Listrik China
Berbagai produsen mobil dunia kini melihat mobil listrik sebagai kendaraan masa depan, sehingga mereka berlomba-lomba mengembangkan teknologi mobil listrik agar dapat diproduksi secara massal. Begitu pula di China, merek mobil listrik mulai banyak muncul di pasaran dengan kualitas dan harga yang kompetitif.
Lalu, apa merek mobil listrik dari China yang paling laris? Sebut saja BYD, yang terkenal sebagai penghasil mobil listrik terbesar di China dan pionir jenis mobil bertenaga listrik yang dapat menggantikan mesin berbahan bakar minyak bumi (mobil konvensional).
Berdiri pada tahun 2003, BYD berkembang pesat dengan penjualan domestik mencapai 4,27 juta unit di tahun 2024, menjadikannya sebagai raja mobil listrik yang menguasai sebagian besar pasar domestik. Adapun untuk pasar di luar China, khususnya Indonesia, BYD pada tahun 2024 berhasil menggeser posisi Wuling sebagai merek mobil listrik paling laris.
Fakta ini tidak mengejutkan, mengingat berbagai model mobil dari BYD seperti BYD Tang, BYD Song, BYD M6, BYD Seal, dan BYD Atto 3 menggunakan motor bertenaga listrik dengan performa terbaik.
BYD memang mendedikasikan dirinya sebagai produsen mobil yang terdepan dalam hemat energi dan ramah lingkungan. Tak hanya inovatif dalam desain, berbagai model mobil dari BYD memiliki kualitas baterai yang tak tertandingi, hasil dari kecanggihan teknologi baterai yang menawarkan efisiensi energi dan daya sebanding dengan mobil bermesin pembakaran.
Ekspansi ke Indonesia
Tak puas dengan pasar dalam negeri, merek-merek mobil ternama China itu memperluas ekspansi ke luar negeri, salah satunya ke kawasan Asia Tenggara, yakni Indonesia.
Meski merek mobil dari Jepang (Toyota, Daihatsu, Honda, Mitsubishi, dan Suzuki) masih mendominasi penjualan di Indonesia, kehadiran merek mobil keluaran China mulai menuai perhatian. Salah satunya adalah Wuling, yang sukses merebut hati konsumen dengan membuat mereka beralih menggunakan mobil listrik dan meninggalkan mobil konvensional, meski dari merek-merek ternama.
Penjualan Mobil China di Indonesia
Pada tahun 2024, Wuling bahkan memimpin penjualan mobil listrik (Wuling Air EV) bersama dengan model non-listrik seperti Wuling Almaz, Wuling Confero, dan Wuling Cortez. Model-model mobil listrik dan non-listrik dari Wuling mampu bersaing dengan merek-merek ternama dari Jepang dan Korea Selatan.
Mengacu pada data penjualan retail Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia) periode Januari-September 2024, Wuling menduduki peringkat nomor 8 dengan angka penjualan mencapai 17.713 unit, setara dengan 2,7 persen pangsa pasar di Indonesia.
Kini, beragam merek mobil China mulai banyak memadati jalanan di kota-kota besar Indonesia, saling bersaing dengan merek-merek ternama dari negara lain untuk memberikan kenyamanan dan keamanan berkendara.
