Sebagai kawasan dengan status prefektur atau satu tingkat diatas kotamadya, Kota Linyi punya daya tarik tinggi, terutama dari segi bisnis dan prospek ekonomi. Kota terbesar yang berada di provinsi Shandong, Tiongkok ini berdekatan dengan sungai Yi. Dari sinilah penyebutan nama kota tersebut berasal karena kata ‘linyi’ mengandung arti ‘bersebelahan dengan sungai’.
Linyi mulai menjadi pemukiman penduduk sejak 2400 lalu dan menjadi tempat kelahiran bagi sejumlah tokoh atau cendekiawan terkenal. Mulai dari Sage Zengzi, Xunzi, Sage Zhuge Liang, Yan Zhenqing, Liu Hong, dan masih banyak lagi. Semua mempunyai pengaruh besar terhadap perjalanan sejarah panjang Tiongkok baik di masa lalu maupun sekarang.
Pada tahun 1938 selama berkecamuk perang Tiongkok melawan Jepang, Linyi menjadi lokasi pertarungan yang sangat sengit. Di saat itu pula banyak masyarakat yang harus mengungsi dan pindah ke kota lain demi keamanan. Kemudian pada 1946 atau era perang saudara, Linyi punya peran vital sebagai pusat administrasi pos provinsi Shandong.
Contents
Linyi Menjadi Pusat Grosir Tiongkok

Kegiatan bisnis utama dalam bentuk grosir merupakan salah satu penentu pergerakan ekonomi di Tiongkok. Makin giatnya aktivitas tersebut menandakan adanya pertumbuhan yang lebih baik di negara tersebut.
Dari sekian banyak pusat grosir yang ada, salah satu yang terbesar dan paling terkenal adalah Kota Linyi. Meski letaknya di pedalaman, saat ini berhasil sebagai pendatang baru dalam dunia grosir. Mencari segala jenis alat produksi di kota ini sangat mudah. Pemerintah lokal mendirikan pusat grosir terbesar di Tiongkok yang pengelolaan sangat profesional.
Pada tahun lalu, terbangun dan beroperasi jalur kereta barang jurusan Yiwu – Linyi dan hal ini punya pengaruh positif kepada kelancaran pengiriman barang. Terlebih adanya bandara udara Qiyang yang baru pindah 2021 dengan nama sebelumnya Shubuling Linyi. Kehadirannya membuat Linyi jadi semakin mudah memasarkan produk hingga ke luar negeri atau melakukan ekspor.
Fasilitas E-commerce Hingga Live Streaming Produk
Dalam rangka memenuhi permintaan dari seluruh dunia, banyak pebisnis grosir di Tiongkok yang berinisiatif bikin perubahan. Sehingga berhasil tampil di posisi terdepan di kancah global dan mengalami pertumbuhan secara lebih pesat. Peluang untuk memenangkan persaingan juga semakin terbuka lebar melalui berbagai inovasi pemasaran.
Salah satunya adalah dengan menggunakan fasilitas e-commerce hingga live streaming produk. Banyak pebisnis grosir Kota Linyi yang menegaskan, aksi tersebut terbukti mampu menaikkan omzet penjualan baik di tingkat lokal maupun internasional. Hingga saat ini terdapat 106 badan usaha yang secara total sukses mencatatkan transaksi sekitar 5 juta Yuan per hari.
Pada tahun 2023 lalu, berdasarkan data lokal, nilai perdagangan yang berlangsung di Linyi Trade City sudah mencapai lebih dari 610 miliar yuan. Khusus untuk penjualan melalui sistem online, mengalami kenaikan hingga 35% per tahun atau berada di kisaran 61 miliar yuan. Sebuah angka yang sangat fantastis mengingat Linyi bukan merupakan kota besar bahkan banyak yang menyebut sebagai desa.
Sering Dijuluki Pusat Industri Makanan Kaleng di Tiongkok
Terdapat sentra pengolahan buah dan sayuran dalam kemasan kalengan. Saat ini jumlah produksinya mencapai 900 ribu ton dan dari sini pula muncul julukan Linyi sebagai ibukota makanan kaleng Tiongkok.
Dalam kurun waktu 40 tahun terakhir, industri pengalengkan tersebut terus berkembang secara lebih optimal melalui berbagai transformasi. Sistem manajemennya ikut menjadi profesional namun tetap fokus di bidang makanan kaleng.
Peningkatan Jumlah Perusahaan dan Diversifikasi Produk
Di masa sekarang, setidaknya ada 115 perusahaan di kabupaten Pingyi dan Kota Linyi yang bergerak di sektor pengolahan makanan kaleng. Termasuk industri lain yang saling terkait dan terbagi dalam 30 kategori dengan sekitar 1.000 jenis produk. Selain itu produknya tak melulu berupa makanan buah atau sayur saja, namun ada yang terbuat dari daging hingga hasil laut.
Nilainya bahkan telah meningkat jadi 13 miliar yuan dan saat ini sudah punya hubungan bisnis dengan puluhan negara. Melalui perdagangan internasional tersebut, Kota Linyi memiliki peran besar sebagai klaster industri makanan kaleng terpenting di Tiongkok. Tekad serta keberanian untuk meningkatkan mutu hasil produksi merupakan salah satu kunci utama keberhasilan ini.
Inovasi, Efisiensi dan Kesegaran Produk
Dalam setiap masa panen buah atau sayur khususnya yang bersifat musiman, saat ini hanya butuh waktu enam jam saja untuk proses pengolahan. Sehingga dapat memberi jaminan dan kepastian jika produknya masih berada dalam kondisi segar ketika sudah berada di tangan konsumen. Apalagi jalur distribusinya juga telah menjadi lebih singkat, tak lebih dari satu hari.
Industri yang memiliki hubungan erat dengan bisnis pengalengan makanan juga tak mau kalah. Seperti pembuatan botol kaca, kaleng timah, dan logistik lainnya hingga distribusi, tidak segan menelurkan inovasi-inovasi baru secara komprehensif dengan teknologi terkini. Setiap pelaku usaha menyadari, penggunaan teknologi modern sangat membantu untuk meraih kemajuan.
Industri yang Menggerakkan Ekonomi Pedesaan
Maka dari itu, industri yang nilainya berada dalam angka miliaran yuan tersebut dapat menjadi suatu kekuatan besar untuk melakukan revitalisasi di pedesaan. Sehingga tercipta kemakmuran bersama untuk warga Kota Linyi sekaligus memberikan kontribusi kepada program pembangunan nasional. Dari sini kemudian tercipta kehidupan masyarakat yang semakin berkualitas.
