Qin Shi Huang sebagai Kaisar pertama Tiongkok ini banyak meninggalkan warisan menakjubkan yang tak lekang oleh zaman. Pada masa pemerintahannya (221-210 SM), Qin Shi Huang membangun Tembok Besar Cina, jalan raya yang menghubungkan berbagai kota, sistem administrasi yang efektif, dan Tentara Terakota.
Nah, untuk nama yang terakhir ini (Tentara Terakota) bahkan menjadi salah satu penemuan arkeologi terpenting pada abad ke-20. Terkubur nyaris 22 abad, kondisi patung saat pertama kali penggalian pada tahun 1974 masih dalam kondisi prima. Nyaris tidak ada bagian patung yang hilang atau rusak. Padahal material pembuatan patung bukan dari batu atau besi, tapi berupa tanah liat dari Sungai Wei dan Sungai Jing.
Jumlahnya pun bukan satu atau dua patung, tapi ada lebih dari 8.000 patung. Patung-patung itu mengambil bentuk prajurit infanteri (pejalan kaki) dan kavaleri (berkuda) yang lengkap dengan berbagai jenis kuda dan kereta perang. Semua patung prajurit terpahat dengan ukuran berbeda-beda (ketinggian patung rata-rata 1,8 meter), amat detail dan presisi memperlihatkan tekstur wajah, pakaian, dan senjata dari setiap patung prajurit tersebut.
Adapun sebutan Terakota berasal dari nama bahan dan warna pembuatan patung. Yakni tanah liat yang dalam bahasa Tiongkok namanya ‘terakota’ (tǔ lóu tǔ). Begitu pula kata terakota untuk menyebut nama dari warna yang merah kecoklatan, warna khas tanah liat.
Luar biasanya penemuan patung-patung tentara ini membuat UNESCO pada tahun 1987 mengakuinya sebagai Situs Warisan Dunia. Simbol keajaiban dan keagungan peradaban Tiongkok pada masa silam.
Penemuan Tentara Terakota yang Tak Sengaja
Ada fakta unik yang melatarbelakangi penemuan patung-patung ini. Penemuannya bukan hasil dari riset mendalam para arkeolog. Bukan pula karena penggunaan teknologi canggih (high-tech) yang mampu memetakan situs-situs terpendam di bawah tanah. Tapi, penemuan patung-patung prajurit tersebut berawal dari seorang warga lokal bernama Yang Zhifa pada tahun 1974.
Yang Zhifa yang sehari-hari berprofesi sebagai petani tanpa sengaja menemukan beberapa pecahan tanah liat ketika sedang menggarap sawahnya. Setelah ia teliti secara seksama, pecahan-pecahan itu menyerupai bentuk patung prajurit Tiongkok zaman dulu. Oleh pemerintah setempat, penemuan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan membentuk tim penggalian di bawah pimpinan Zhao Kangmin, seorang arkeolog terkenal dari Tiongkok.
Dua tahun kemudian (1976), kawasan penemuan patung-patung tentara itu secara resmi menjadi situs arkeologi yang banyak membetot perhatian dunia. Proses restorasi dan konservasi pun mulai berlangsung hingga sekarang. Upaya dari pemerintah Tiongkok untuk melestarikan salah satu warisan dunia paling menakjubkan.
Obsesi Hidup Abadi
Mengapa amat sulit menemukan keberadaan patung-patung prajurit/tentara ini? Padahal jumlahnya mencapai ribuan dan berada pada suatu tempat yang berukuran luas (sekitar 56 kilometer persegi).
Jawabannya ada pada tujuan pembuatan replika tentara Tiongkok kuno tersebut. Pembuatan Tentara Terakota bermula pada masa awal pemerintahan Qin Shi Huang (221 SM). Kaisar agung pemersatu Tiongkok itu terkenal dengan obsesi untuk hidup abadi. Menjadi kaisar (raja dari para raja) pada usia 38 tahun, dan seumur hidup berupaya mencari cara terbebas dari tangan dewa kematian.
Ia juga berkeyakinan jika kematian pada akhirnya datang menjemput, itu tidak mengubah kenyataan akan kekuasaan kaisar yang memiliki ribuan tentara tangguh dan setia. Untuk itu, Qin Shi Huang memerintahkan pembangunan patung-patung prajurit untuk melindungi kaisar di alam kematian. Ia akan tetap berkuasa sebagaimana semasa hidupnya.
Menjelang usia separuh abad (210 SM), Qin Shi Huang mangkat. Ribuan patung-patung prajurit beserta kuda dan kereta perang turut bersama dikubur. Karena patung-patung itu terkubur dalam satu kawasan dengan makam Qin Shi Huang, maka kerahasiaannya amat terjaga (top secret). Tidak boleh ada satu orang pun yang tahu letak makam termasuk keberadaan patung-patung penjaga makam tersebut.
Hal ini yang membuat para arkeolog membutuhkan waktu lama untuk menemukan situs penggalian Tentara Terakota. Itu pun karena faktor kebetulan atau keberuntungan sehingga rahasia puluhan abad itu akhirnya terkuak.
Destinasi Wisata Populer
Siapa yang tidak ingin melihat dan berada di antara ribuan patung-patung tentara Tiongkok zaman kuno? Rasa penasaran dan keingintahuan pasti menggelayut di benak banyak orang. Inilah yang kemudian membuat area Museum Terracotta Warriors and Horses menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Tiongkok.
Apalagi, area ini berada dalam satu kawasan dengan makam Qin Shi Huang serta situs bersejarah di Xi’an yang menyimpan banyak artefak atau peninggalan semasa hidup kaisar. Punya nilai historis yang tinggi karena langka dan sangat indah terlihat.
Jika ingin mengunjungi Museum Terracotta Warriors and Horses, aksesnya relatif mudah. Berangkat dari pusat Kota Xi’an yang terletak di Provinsi Shaanxi, Anda bisa menggunakan kendaraan pribadi atau taksi dengan waktu tempuh sekitar 30-40 menit. Kalaupun hendak menggunakan transportasi publik, tersedia bus dan kereta yang langsung menuju Museum Terracotta Warriors and Horses. Jika memakai bus, waktu tempuh sekitar 1 jam, sedangkan kereta lebih cepat yakni sekitar 30 menit.
Sebelum berangkat, pastikan menggunakan pakaian ringkas dan sepatu kets untuk perjalanan jauh. Ini karena pengunjung akan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan berjalan kaki. Pastikan pula membawa bekal makanan dan obat-obatan yang sekiranya penting.
Jam operasional Museum Terracotta Warriors and Horses adalah 08.30–18.00 pada musim semi dan gugur, 08.30–19.00 pada musim panas, dan 08.30–17.30 pada musim dingin. Waktu terbaik untuk mengunjungi situs bersejarah Tentara Terakota ini adalah pada musim semi dan gugur (10–20° Celsius) karena udara tidak terlalu panas maupun dingin.
