Lanzhou merupakan ibu kota dari Provinsi Gansu yang unik karena secara geografis memanjang di sepanjang lembah Sungai Kuning (Yellow River). Kota ini juga sebagai titik penting dalam Jalur Sutra kuno. Kota Lanzhou menjadi tempat pertemuan berbagai etnis dan budaya, menjadikannya salah satu kota dengan keberagaman etnis dan warisan budaya yang kuat di wilayah Tiongkok Barat.
Contents
Fakta Menarik, Budaya, dan Wisata: Napas Sungai Kuning
Kota Lanzhou dikenal sebagai kota yang kehidupannya erat dipengaruhi oleh keberadaan Sungai Kuning, yaitu sungai terpanjang kedua di Tiongkok yang sering disebut sebagai Mother River atau Sungai Ibu bagi peradaban Tiongkok.
Keberadaan sungai ini tak hanya membentuk lanskap kota, melainkan juga memengaruhi budaya, sejarah, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Lanzhou. Bagi mahasiswa internasional yang tinggal di kota ini, Sungai Kuning ini menjadi pusat rekreasi, wisata sejarah, dan ruang sosial yang menarik untuk dijelajahi.
Sungai Kuning (Mother River)
Kota ini memiliki posisi geografis yang unik karena Sungai Kuning mengalir langsung melalui pusat kota, sesuatu yang jarang terjadi pada ibu kota provinsi di Tiongkok. Sungai besar ini membelah Lanzhou dari barat ke timur dan membentuk lanskap kota yang memanjang mengikuti aliran air.
Di sepanjang tepi sungai berada kawasan jalur pedestrian terkenal bernama Yellow River Custom Line, yaitu sebuah jalur pejalan kaki yang menjadi tempat favorit warga kota dan mahasiswa untuk berjalan santai, berolahraga, atau menikmati pemandangan sungai.
Di kawasan ini, pengunjung dapat melihat kincir air raksasa tradisional yang dahulu digunakan untuk mengairi lahan pertanian di wilayah Gansu. Kincir air ini telah menjadi simbol teknik irigasi tradisional yang dahulu digunakan masyarakat setempat.
Tak jauh dari sana terdapat Jembatan Zhongshan, jembatan besi permanen pertama yang dibangun di atas Sungai Kuning. Jembatan ini dibuat pada awal abad ke-20 dengan teknologi rekayasa dari Jerman dan menjadi salah satu ikon sejarah kota Lanzhou. Hingga hari ini, jembatan tersebut tetap berdiri kokoh serta menjadi tempat yang terkenal bagi mahasiswa untuk berjalan santai sambil menikmati panorama sungai.

Patung Mother River
Salah satu landmark paling terkenal di Lanzhou adalah Patung Mother River (Huanghe Muqin). Patung ini menggambarkan sosok seorang ibu yang sedang menggendong bayi, simbol yang melambangkan Sungai Kuning sebagai sumber kehidupan bagi bangsa Tiongkok.
Mother River tidak hanya memiliki nilai artistik, tetapi juga memiliki makna simbolis yang kuat tentang hubungan antara manusia dan alam dalam budaya Tiongkok. Lokasinya berada di tepi Sungai Kuning sehingga menjadi salah satu tempat favorit bagi warga kota untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
Bagi mahasiswa yang tinggal di Lanzhou, kawasan ini sering menjadi tempat berkumpul, bersantai setelah kuliah, atau sekadar menikmati suasana kota di sore hari.

Bingling Temple
Sekitar beberapa jam perjalanan dari pusat kota Lanzhou terdapat situs bersejarah penting, yaitu Bingling Temple Grottoes. Kompleks gua Buddha ini terletak di tebing batu yang menghadap Sungai Kuning dan dapat diakses melalui perjalanan kapal di Waduk Liujiaxia.
Bingling Temple adalah salah satu kompleks gua Buddha penting di wilayah barat laut Tiongkok. Gua-gua ini berisi ratusan patung Buddha, lukisan dinding kuno, serta relief yang dipahat langsung pada dinding tebing.
Beberapa karya seni di kompleks ini bahkan berasal dari lebih dari 1.500 tahun yang lalu. Situs ini menjadi bukti penting tentang bagaimana agama Buddha dan budaya Asia Tengah menyebar ke wilayah Tiongkok melalui Jalur Sutra.
Mengunjungi Bingling Temple Anda akan berkesempatan memahami lebih dalam hubungan antara agama, seni, dan perdagangan yang berkembang di sepanjang jalur perdagangan kuno tersebut.

Lanzhou Beef Noodles (Lanzhou Lamian)
Kawasan ini juga dikenal secara global sebagai kota asal hidangan Lanzhou Beef Noodles atau Lanzhou Lamian, salah satu hidangan mi paling terkenal di Tiongkok. Mi ini dibuat dengan teknik tradisional yang sangat khas, yaitu dengan menarik adonan mi secara manual menggunakan tangan hingga membentuk untaian mi panjang dan tipis. Proses pembuatan mi ini sering dilakukan di depan pelanggan sehingga menjadi atraksi kuliner tersendiri. Semangkuk Lanzhou Beef Noodles umumnya terdiri dari kuah kaldu sapi yang bening namun kaya rasa, irisan daging sapi, daun bawang, lobak, serta minyak cabai yang memberikan aroma khas.
Bagi mahasiswa Indonesia, Lanzhou menjadi salah satu kota yang relatif ramah bagi Muslim karena banyak restoran mi ini berlabel Qingzhen, yaitu makanan halal yang mengikuti tradisi kuliner Muslim Hui di Tiongkok. Hal ini membuat mahasiswa Muslim lebih mudah menemukan makanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Gunung Lanshan dan Pagoda Putih
Selain wisata budaya dan kuliner, Lanzhou juga menawarkan panorama alam yang menarik. Salah satu tempat terbaik untuk menikmati pemandangan kota adalah Gunung Lanshan. Gunung ini terletak di sisi selatan kota dan dapat dicapai melalui jalur pendakian maupun kendaraan.
Dari puncak gunung, pengunjung dapat melihat panorama kota Lanzhou secara menyeluruh. Kota ini terlihat memanjang mengikuti aliran Sungai Kuning. Selain itu, wilayah sekitarnya dikelilingi perbukitan kering khas barat laut Tiongkok.
Di sisi lain sungai terdapat kawasan Pagoda Putih (Baitashan Park). Taman ini didirikan di sekitar pagoda Buddha kuno berwarna putih. Tempat ini dikenal sebagai area yang tenang untuk berjalan santai atau menikmati pemandangan kota dari ketinggian. Bagi mahasiswa pendatang yang menjalani kehidupan akademik di Lanzhou, kawasan ini menjadi tempat ideal untuk melepas penat setelah aktivitas perkuliahan.

Mengapa Memilih Kuliah di Lanzhou Melalui BRCC Indonesia?
Ekosistem Ramah Muslim
Salah satu kelebihan utama Lanzhou bagi mahasiswa internasional, khususnya dari Indonesia, adalah keberadaan komunitas Muslim yang cukup besar di kota ini. Provinsi Gansu sejak lama dikenal sebagai salah satu wilayah dengan populasi Muslim yang signifikan di Tiongkok. Karena itu, mahasiswa Muslim biasanya lebih mudah beradaptasi dengan kehidupan sehari-hari di kota ini. Restoran halal atau Qingzhen dapat ditemukan dengan mudah di berbagai sudut kota, mulai dari restoran besar hingga kedai makanan kecil di sekitar kampus.
Kemudian, beberapa masjid juga tersebar di berbagai kawasan Lanzhou. Tempat-tempat ibadah tersebut sering menjadi pusat bertemunya komunitas Muslim lokal maupun mahasiswa internasional. Dengan demikian, lingkungan sosial yang terbiasa dengan keberagaman agama membuat mahasiswa Muslim merasa lebih nyaman selama menjalani kehidupan akademik.
Biaya Hidup yang Sangat Ekonomis
Selain faktor budaya, biaya hidup juga menjadi pertimbangan penting bagi mahasiswa internasional. Dibandingkan kota-kota besar di pesisir timur seperti Shanghai, Beijing, atau Shenzhen, biaya hidup di Lanzhou relatif jauh lebih terjangkau. Meskipun berstatus sebagai ibu kota provinsi, harga kebutuhan sehari-hari di kota ini masih cukup bersahabat bagi mahasiswa. Biaya tempat tinggal, baik di asrama kampus maupun apartemen di sekitar universitas, umumnya lebih rendah dibandingkan kota metropolitan besar.
Selain itu, harga makanan di kantin kampus maupun restoran lokal juga relatif murah. Dengan kondisi tersebut, mahasiswa dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Di samping itu, sistem transportasi publik seperti bus kota dan metro di Lanzhou juga memiliki tarif yang sangat terjangkau. Oleh karena itu, mahasiswa dapat lebih fokus pada kegiatan akademik, penelitian, maupun pengembangan diri selama masa studi.
Udara yang Lebih Kering dan Lanskap Alam yang Unik
Selain faktor ekonomi, kondisi geografis Lanzhou juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa internasional. Kota ini terletak di lembah Sungai Kuning yang dikelilingi oleh pegunungan khas wilayah barat laut Tiongkok.
Akibatnya, lingkungan kota memiliki karakter yang berbeda dibandingkan kota-kota pesisir di Tiongkok yang biasanya memiliki iklim lembap. Udara di Lanzhou cenderung lebih kering, dengan langit yang sering terlihat cerah terutama pada musim gugur dan musim dingin. Bagi sebagian mahasiswa internasional, kondisi ini memberikan suasana belajar yang lebih tenang. Selain itu, lanskap alam di sekitar kota juga sangat khas, dengan kombinasi pegunungan kering, lembah sungai, serta padang rumput yang luas. Tidak mengherankan jika lingkungan alam ini sering menjadi destinasi favorit mahasiswa untuk melakukan perjalanan singkat pada akhir pekan atau liburan.
Pusat Transportasi Utama di Tiongkok Barat
Selain memiliki visual alam yang unik, Lanzhou juga dikenal sebagai salah satu pusat transportasi utama di wilayah barat Tiongkok. Kota ini terhubung dengan berbagai jalur kereta menuju Xinjiang, Qinghai, dan wilayah lain di Provinsi Gansu.
Selain itu, jaringan kereta cepat, jalur kereta antarkota, serta jalan raya modern menghubungkan Lanzhou dengan berbagai wilayah penting di Tiongkok barat laut. Karena posisi strategis ini, mahasiswa dapat dengan mudah menjelajahi berbagai destinasi alam dan budaya yang terkenal di wilayah tersebut. Beberapa destinasi populer yang dapat dikunjungi dari Lanzhou antara lain:
• Zhangye Danxia Landform, formasi pegunungan berwarna-warni yang sering disebut sebagai “gunung pelangi”.
• Padang rumput Gannan, wilayah dataran tinggi dengan budaya Tibet yang kuat.
• Dunhuang, kota oasis di Jalur Sutra yang terkenal dengan Gua Mogao dan bukit pasir di Gurun Gobi.
Dengan akses transportasi yang baik, mahasiswa memiliki kesempatan untuk menjelajahi berbagai wilayah bersejarah di Tiongkok barat. Oleh karena itu, pengalaman studi mereka tidak hanya terbatas pada kegiatan akademik di kampus.

Program S1 & S2 Melalui Mitra Strategis BRCC Indonesia
Untuk mendukung akses pendidikan internasional, BRCC Indonesia menjalin kemitraan yang strategis dengan sejumlah universitas terkemuka di Tiongkok. Melalui kerja sama ini, mahasiswa Indonesia memiliki kesempatan untuk menempuh pendidikan tinggi di kota Lanzhou. Program ini dirancang untuk memberikan akses ke institusi akademik berkualitas tinggi yang memiliki reputasi kuat dalam bidang sains, teknik, ekonomi, serta pendidikan bahasa.
Selain menyediakan jalur studi untuk jenjang Sarjana (S1) dan Magister (S2), program ini juga memberikan dukungan komprehensif bagi mahasiswa internasional. Dukungan tersebut mencakup persiapan akademik, pelatihan bahasa Mandarin, hingga pendampingan administrasi selama proses pendaftaran dan keberangkatan ke Tiongkok.
Dalam program ini, dua universitas utama yang menjadi mitra strategis adalah Lanzhou University (LZU) dan Lanzhou University of Technology (LUT). Kedua institusi tersebut memiliki keunggulan akademik yang berbeda namun saling melengkapi, terutama dalam bidang sains, teknologi, dan ekonomi.