Contents
- 1 Latar Belakang Kerja Sama Pendidikan
- 2 Keunggulan Strategis Guangxi dan Fokus Program
- 3 Pertemuan Konsultatif Guiyong dan Dinas Pendidikan Jakarta Barat
- 4 Jalur Pendidikan dan Dukungan Penempatan Kerja
- 5 Program Studi dan Beasiswa bagi Mahasiswa Indonesia
- 6 Komitmen Sosialisasi dan Penandatanganan Perjanjian
Latar Belakang Kerja Sama Pendidikan
Dalam rangka mendukung inisiatif nasional “一带一路” Belt and Road Initiative serta pelaksanaan program “Pembangunan Mimpi melalui Keterampilan”, dan sebagai tindak lanjut atas kebijakan Dinas Pendidikan Daerah Otonom Guangxi dalam Rencana Pelaksanaan Pembangunan Kawasan Kerja Sama Pendidikan Vokasi yang Berorientasi ASEAN, Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd. melaksanakan penguatan kerja sama pendidikan internasional.
Keunggulan Strategis Guangxi dan Fokus Program
Dengan memanfaatkan keunggulan geografis Guangxi yang berbatasan langsung dengan negara-negara ASEAN serta dukungan platform China–ASEAN Expo, Guiyong Education berfokus pada pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia bagi perusahaan Tiongkok yang melakukan ekspansi ke luar negeri. Program ini diarahkan untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja terampil yang siap bekerja di lingkungan internasional.
Fokus pengembangan diarahkan pada sektor-sektor prioritas di kawasan ASEAN, antara lain manufaktur cerdas, teknologi energi baru, dan layanan berbasis kecerdasan, melalui kerja sama terpadu antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan dunia usaha, serta penerapan model integrasi pendidikan dan industri lintas negara. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan profesional, kemampuan komunikasi lintas budaya, serta kemampuan adaptasi terhadap kebutuhan lokal.
Pertemuan Konsultatif Guiyong dan Dinas Pendidikan Jakarta Barat
Sebagai bagian dari upaya tersebut, pada 17 Desember, Guiyong Education menyelenggarakan pertemuan konsultatif kerja sama dengan Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat, guna membahas peluang dan bentuk kerja sama di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Peserta yang hadir dalam pertemuan ini meliputi: Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat, Dr. Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si., beserta para pimpinan dari masing-masing unit kerja terkait; perwakilan BRCC Indonesia yang dipimpin oleh Veby Millian Kesuma (廖婉萍) selaku penanggung jawab BRCC Indonesia, bersama tim perusahaan; serta jajaran manajemen Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd., yaitu Zhu Shiping selaku Direktur Utama, Cui Chengrui selaku Wakil Direktur Utama, dan Liu Hongpeng.
Jalur Pendidikan dan Dukungan Penempatan Kerja
Selama pelaksanaan pertemuan, Direktur Utama Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd., Zhu Shiping, menyampaikan bahwa lulusan sekolah menengah kejuruan maupun sekolah menengah atas di Tiongkok memiliki berbagai pilihan jalur pengembangan pendidikan. Para lulusan tersebut dapat melanjutkan studi dengan mendaftar ke perguruan tinggi vokasi (politeknik), perguruan tinggi sarjana dalam negeri, maupun mengajukan studi ke luar negeri untuk menempuh pendidikan pada jenjang sarjana di perguruan tinggi internasional.
Pada aspek ketenagakerjaan, para lulusan juga memperoleh dukungan layanan penempatan kerja sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki, sehingga kompetensi yang diperoleh selama masa pendidikan dapat dimanfaatkan secara optimal di dunia kerja.
Seiring dengan terus berkembangnya pembangunan “一带一路” (Belt and Road Initiative), perguruan tinggi di Tiongkok secara bertahap membuka lebih banyak kuota penerimaan bagi mahasiswa internasional. Kebijakan ini bertujuan untuk memperluas kerja sama pendidikan lintas negara serta menciptakan wadah yang lebih luas bagi pertukaran pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia antara Tiongkok dan negara-negara mitra.
Pejabat Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat yang membidangi pendidikan sekolah menengah kejuruan, Suharto, menyampaikan bahwa jumlah lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Wilayah Jakarta Barat setiap tahunnya relatif stabil, yaitu berkisar antara 60.000 hingga 70.000 orang.
Selain itu, jumlah lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayah tersebut pada umumnya sebanding dengan jumlah lulusan SMK. Sementara itu, tingkat kelanjutan pendidikan dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) ke jenjang pendidikan menengah (SMA/SMK) secara keseluruhan berada pada kisaran 50 persen.
Program Studi dan Beasiswa bagi Mahasiswa Indonesia
Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat, Dr. Diding Wahyudin, S.Pd., M.Si., dalam pertemuan tersebut menyampaikan bahwa Indonesia telah menjalin kerja sama program studi ke luar negeri dengan Jepang dan Jerman. Dalam program tersebut, peserta didik terlebih dahulu mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bahasa di Indonesia serta dinyatakan lulus evaluasi, sebelum melanjutkan studi ke negara tujuan. Selain itu, para peserta juga dapat mengajukan permohonan beasiswa sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Lebih lanjut, Dr. Diding Wahyudin menyampaikan bahwa dirinya pernah mengunjungi sejumlah perusahaan di wilayah Guangzhou dan memberikan penilaian yang sangat positif terhadap lingkungan kerja, ruang lingkup usaha, serta sistem manajemen perusahaan-perusahaan tersebut. Ia menilai bahwa mahasiswa Indonesia akan memiliki minat yang tinggi untuk menempuh pendidikan dan menjalani kehidupan studi di Tiongkok.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas juga mengajukan tiga hal utama untuk didiskusikan lebih lanjut, yaitu:
-
Apakah tersedia program beasiswa khusus bagi mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Tiongkok;
-
Cakupan dan pilihan bidang studi yang dapat diambil oleh mahasiswa Indonesia; dan
-
Apakah terdapat dukungan atau fasilitasi penempatan kerja bagi mahasiswa Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok.
Wakil Direktur Utama Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd., Cui Chengrui, memberikan tanggapan resmi atas berbagai pertanyaan yang diajukan. Ia menjelaskan bahwa di Tiongkok telah tersedia program beasiswa khusus bagi mahasiswa asal Indonesia, yang dapat dilaksanakan secara paralel dengan program pembelajaran kerja–studi (work-study) serta memiliki cakupan yang luas. Mahasiswa yang telah lulus ujian kemampuan bahasa Mandarin tingkat empat (HSK 4) memenuhi persyaratan untuk mengajukan beasiswa penuh.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa beberapa bidang studi yang direkomendasikan dan memiliki tingkat kebutuhan tinggi antara lain teknik komunikasi, kecerdasan buatan, kendaraan pintar berbasis jaringan, serta otomasi.
Sebagai pelengkap, Direktur Utama Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd., Zhu Shiping, menegaskan bahwa beasiswa penuh memiliki kuota nasional yang ditetapkan oleh pemerintah, dan kelulusan pada ujian tingkat bahasa yang dipersyaratkan merupakan syarat wajib dalam proses pengajuan. Namun demikian, tidak semua peserta yang memenuhi persyaratan dapat dipastikan memperoleh persetujuan beasiswa.
Terkait isu penempatan kerja bagi mahasiswa internasional setelah kelulusan, Zhu Shiping menyampaikan bahwa keterbatasan kebijakan keimigrasian serta tingginya tingkat persaingan di pasar tenaga kerja domestik Tiongkok menyebabkan peluang bekerja di Tiongkok setelah lulus relatif terbatas. Meskipun demikian, di negara-negara seperti Indonesia dan Malaysia, perusahaan-perusahaan berasal dari Tiongkok sangat membutuhkan lulusan yang menguasai bahasa ibu setempat sekaligus bahasa Mandarin, sehingga peluang kerja dan pengembangan karier di negara asal dan kawasan ASEAN dinilai cukup terbuka.
Komitmen Sosialisasi dan Penandatanganan Perjanjian
Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat menyampaikan secara tegas bahwa program beasiswa penuh dan program kerja–studi (work-study) memiliki cakupan sasaran peserta yang luas. Oleh karena itu, ia menyarankan agar kedua belah pihak meningkatkan kegiatan sosialisasi dan promosi program, serta segera mendorong penyusunan dan penandatanganan perjanjian kerja sama studi ke luar negeri.
Lebih lanjut, Kepala Dinas berharap agar pihak Tiongkok dapat menugaskan tenaga pendidik profesional ke Indonesia untuk melaksanakan kegiatan sosialisasi khusus. Dinas Pendidikan Wilayah Jakarta Barat menyatakan kesiapan untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut, guna meningkatkan pemahaman, kepercayaan, dan minat peserta didik setempat terhadap program kerja sama yang direncanakan.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan Guangxi Guiyong Education Investment Co., Ltd. menyatakan komitmennya untuk secara bertahap menindaklanjuti proses penandatanganan perjanjian kerja sama, serta melaksanakan kegiatan sosialisasi dan promosi program sesuai dengan rencana yang telah disepakati.
