Kota Tangshan yang merupakan bagian dari Provinsi Hebei, Tiongkok Utara terletak tidak jauh dari pegunungan Yanshan serta berbatasan dengan Tianjun dan Beijing. Pada 28 Juli 1976 kota ini kena bencana gempa bumi yang sangat dahsyat. Dengan jumlah korban tewas 240.000 jiwa dan laporan internasional memperkirakan korban sebenarnya bisa mencapai kisarannya 242.000 hingga lebih dari 650.000. Malapetaka ini tercatat sebagai salah satu bencana alam paling mematikan dalam abad ke-20.
Walau demikian, masyarakat di sana berhasil bangkit kembali membangun kota tersebut secara gemilang. Dalam kurun waktu beberapa puluh tahun saja mampu merampungkan rekonstruksi melalui berbagai program pemulihan secara fisik maupun non fisik. Bahkan saat ini nyaris tak terlihat lagi bekas bencana tersebut, tertutup oleh derap pembangunan.
Di sisi lain, gempa bumi dengan kekuatan 7,5 – 7,6 skala Richter tersebut menciptakan memori yang sangat menyentuh hati bagi masyarakat. Berdasarkan inilah mereka mendirikan Museum Tangshan Earthquake untuk mengabadikan semangat juang dan inspirasi menggapai kemajuan. Jadi bukan sekedar sebagai penggambaran kehancuran dan kesedihan belaka.
Contents
Objek Wisata Menarik di Tangshan
Di luar bencana gempa bumi yang pernah terjadi, Tangshan merupakan kota yang sarat cerita sejarah dan keindahan panorama alam. Maka wajar jika banyak wisatawan dari dalam dan luar negeri yang tertarik mengadakan acara liburan ke sini. Apalagi aksesnya cukup mudah karena sudah memiliki sarana transportasi dan akomodasi yang lengkap.
Taman Nanhu merupakan salah satu destinasi liburan paling terkenal di Kota Tangshan. Objek wisata ini menawarkan kegiatan rekreasi di tengah keindahan alam dengan bumbu sejarah yang sangat menarik. Luasnya mencapai kurang lebih 77 hektar dan di era lalu pernah menjadi pusat penampungan air minum dan usai renovasi, menjelma jadi taman cantik.
Suasana tidak kalah menyenangkan turut hadir di Pantai Xiangshui dengan air laut yang jernih beserta hamparan pasir putih yang halus. Panoramanya benar-benar menakjubkan, cocok untuk mengisi kegiatan liburan atau bersantai. Maka dari itu banyak wisatawan yang berkunjung ke sini dengan tujuan bermain air, berjemur, atau menikmati kesejukan hembusan angin laut.
Bagi yang tertarik mengunjungi situs sejarah, wajib hukumnya untuk datang ke Desa Panjiayu (Panjiayu Village). Di masa lalu, objek wisata ini punya peran strategis bagi masyarakat Kota Tangshan saat harus menghadapi invasi pasukan Jepang di era Perang Dunia II. Di sinilah tertanam kuat nilai-nilai patriotisme dan keberanian melalui konsep persatuan.
Situs sejarah berikutnya dengan usia jauh lebih tua dan memiliki daya tarik tinggi bagi pecinta sejarah adalah Kuil Dacheng, salah satu kuil tertua di Hebei. Merupakan peninggalan dinasti Tang yang berkuasa dari tahun 618 – 907 Masehi. Kendati usianya sudah lebih dari 1000 tahun dan mengalami beberapa kali renovasi, keasliannya tetap terjaga dengan baik.
Universitas Ternama di Tangshan

Selain terkenal sebagai daerah tujuan wisata Tiongkok, Kota Tangshan juga sering jadi pilihan utama bagi yang memiliki niat melanjutkan kuliah. Alasannya tentu saja karena kota ini punya fasilitas pendidikan yang sangat lengkap dan berkualitas. Apalagi untuk penguruan tinggi, ada empat universitas sekaligus.
North China University of Science and Technology (NCUST)
Pertama adalah North China University of Science and Technology (NCUST) yang sudah ada sejak tahun 1958. Sebagai salah satu perguruan tinggi utama di provinsi Hebei, universitas ini fokus pada sejumlah bidang pengetahuan. Terutama yang berkaitan dengan dunia kedokteran, sains, teknik, manajemen, ekonomi, hukum, hingga humaniora.
Dalam menjalankan pendidikan tingkat tinggi, NCUST memiliki beberapa program beasiswa khusus untuk mahasiswa internasional. Sebagian besar berasal dari negara-negara Afrika dan Asean, termasuk Indonesia. Apabila berhasil lulus dengan nilai memuaskan, akan memperoleh sertifikasi dari PLAB, USMLE, ECFMG, dan AMC.
Selaras namanya, North China University of Science and Technology (NCUST) fokus terhadap upaya pengembangan pengetahuan yang berhubungan dengan pengobatan atau kesehatan. Ada pengaruh dari tenaga medis asing di awal abad 20, tapi tidak didirikan langsung oleh seorang dokter Inggris secara pribadi. Institusi ini lebih merupakan bagian dari pengembangan medis nasional Tiongkok.
Sejalan dengan reformasi bidang pendidikan di Tiongkok, perguruan tinggi ini kerap menjalin kerja sama dengan universitas dan lembaga lain dari luar negeri. Termasuk pemberian beasiswa bagi mahasiswa asing hingga penelitian dan penerbitan jurnal ilmiah. Apalagi sejak China ikut bergabung dalam WTO, proyek semacam ini makin kerap berjalan
Tangshan College
Berikutnya ada Tangshan College yang berdiri pertamakali tahun 1956 memiliki peran sebagai sekolah tinggi kejuruan atau vokasi. Kampusnya ada tiga, masing-masing terletak di Hancheng, Nanhu, dan Jl. Xinhua di mana semuanya berada di Kota Tangshan dengan total luas lebih dari 700 hektar. Sedangkan mahasiswanya, saat ini berada dalam jumlah kurang lebih 12.000 orang.
Secara aktif, Tangshan College acap mengadakan program pertukaran mahasiswa internasional terutama dengan negara-negara Asean. Selain itu tidak jarang melakukan kerja sama penelitian dengan lembaga-lembaga pendidikan luar negeri. Berbagai kegiatan sosial dalam negeri kerap melibatkan sekolah tinggi ini untuk memberi layanan sukarela pada masyarakat.
Hebei Polytechnic University
Hebei Polytechnic University merupakan sekolah tinggi yang memilih bidang vokasi sebagai fokus utama pengembangan ilmu pengetahuan. Jumlah fakultasnya ada 18 dengan 55 jurusan sarjana, 28 program magister, dan 8 program magister teknik. Khusus untuk program magister, sudah memenuhi syarat menerima mahasiswa internasional dari negara-negara lain.
Secara umum, semua universitas yang ada di Kota Tangshan tersebut mampu memberi sistem pengajaran yang sangat bagus. Maka dari itu bisa mencetak pula lulusan berkualitas mumpuni dan terampil dalam menekuni dunia bisnis atau kerja. Sehingga layak jadi sarana merintis dan menata masa depan yang lebih baik.
