Minat terhadap sekolah bahasa Mandarin terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kemampuan berbahasa Mandarin kini kerap muncul sebagai salah satu persyaratan melamar kerja, terutama di perusahaan yang berhubungan dengan mitra Tiongkok. Di bidang pendidikan, penguasaannya juga menjadi syarat bagi mereka yang berencana melanjutkan studi ke Tiongkok.
Bahasa Mandarin bahkan mulai masuk ke kurikulum sekolah formal, mulai jenjang SD hingga SMA, umumnya sebagai mata pelajaran pilihan. Di luar jalur formal, tersedia banyak lembaga kursus yang menjadi tujuan pemburu beasiswa maupun pencari kerja.
Artikel ini membahas alasan meningkatnya minat tersebut, kriteria memilih tempat kursus yang tepat, serta hal yang perlu Anda tanyakan sebelum mendaftar.
Mengapa Bahasa Mandarin Semakin Diminati?
Di tengah dominasi bahasa Inggris, bahasa Mandarin menempati posisi yang semakin diperhitungkan. Berikut alasan utamanya.
Jumlah Penutur dan Pengaruh Global
Tiongkok merupakan negara dengan populasi sekitar 1,4 miliar jiwa dan salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Bahasa Mandarin memiliki jumlah penutur sekitar 1,1 miliar orang bila dihitung bersama penutur bahasa kedua, atau kurang lebih satu dari setiap tujuh orang di dunia.
Selain di Tiongkok, bahasa ini juga digunakan komunitas Tionghoa yang tersebar di berbagai negara, termasuk Indonesia. Karena itu penguasaannya membuka akses komunikasi yang cukup luas, tidak terbatas pada satu negara saja.
Kebutuhan Dunia Kerja
Semakin banyak perusahaan mencantumkan kemampuan berbahasa Mandarin sebagai nilai tambah, bahkan sebagai syarat. Hal ini didorong oleh meningkatnya investasi Tiongkok di Indonesia, khususnya di sektor manufaktur, energi, infrastruktur, dan teknologi, serta banyaknya perusahaan Indonesia yang menjalin kerja sama dengan mitra Tiongkok.
Dalam praktiknya, komunikasi antara manajemen Tiongkok dan tenaga kerja Indonesia sering menjadi kendala di lapangan. Kemampuan menjembatani hal itu membuat seseorang bernilai lebih di mata pemberi kerja.
Peluang Beasiswa
Pemerintah Tiongkok dan berbagai universitasnya menyediakan beragam skema beasiswa bagi pelajar internasional, mulai jenjang sarjana hingga doktoral. Sebagian skema mencakup biaya pendidikan, akomodasi, serta tunjangan hidup.
Perlu diketahui, besaran tunjangan sangat bervariasi menurut skema, jenjang, dan kota tujuan. Di kota besar seperti Beijing atau Shanghai, tunjangan umumnya hanya mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena itu sebaiknya susun perhitungan yang realistis, bukan mengandalkan asumsi adanya sisa yang dapat ditabung. Gambaran pilihannya dapat Anda simak pada artikel tentang jenis-jenis beasiswa China.
Ketertarikan Pribadi dan Budaya
Sebagian orang mempelajari bahasa Mandarin karena tertarik pada budaya, film, musik, atau sastra Tiongkok. Menariknya, kelompok inilah yang sering bertahan paling lama, karena motivasinya tidak bergantung pada tenggat tertentu.
Dari ketertarikan pribadi, peluang kerap terbuka dengan sendirinya, mulai dari penerjemahan, pemandu wisata, hingga posisi di perusahaan maupun lembaga yang membutuhkan kemampuan tersebut.
Kriteria Memilih Sekolah Bahasa Mandarin
Banyaknya pilihan lembaga justru sering membuat calon peserta bingung. Alih-alih mencari yang terbaik secara umum, lebih berguna mencari yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut hal yang perlu diperiksa.
Jumlah peserta per kelas. Inilah faktor yang paling sering menentukan namun jarang ditanyakan. Semakin sedikit peserta, semakin banyak giliran Anda berbicara dan semakin sering pelafalan Anda dikoreksi. Kelas besar dengan biaya murah sering kali tidak sepadan bila dihitung dari waktu berlatih yang benar-benar Anda peroleh.
Kejelasan kurikulum dan tolok ukur. Tanyakan kurikulum apa yang digunakan dan bagaimana kemajuan Anda diukur. Lembaga yang mengacu pada standar seperti HSK memberi arah yang jauh lebih jelas dibanding materi yang disusun tanpa kerangka. Gambaran materinya dapat Anda simak pada artikel tentang materi HSK level 1 sampai 6.
Pilihan pengajar lokal dan penutur asli. Keduanya punya kelebihan masing-masing. Pengajar lokal lebih mudah menjelaskan konsep yang membingungkan karena memahami kesulitan khas pembelajar Indonesia, sehingga sangat membantu di tahap awal. Penutur asli memberikan paparan langsung terhadap pelafalan dan ritme bicara yang alami. Lembaga yang menyediakan keduanya memberi keleluasaan lebih.
Ketersediaan format daring dan tatap muka. Sesuaikan dengan ritme keseharian Anda. Perbandingan kedua format beserta kelebihan dan kekurangannya dibahas pada artikel tentang kursus Mandarin online atau offline.
Kelas untuk kelompok usia yang sesuai. Metode mengajar anak berbeda sama sekali dari metode untuk orang dewasa. Bila Anda mendaftarkan anak, pastikan lembaga tersebut memiliki program khusus, bukan sekadar menyesuaikan materi dewasa. Penjelasannya tersedia pada artikel tentang program bahasa Mandarin untuk anak-anak.
Kesempatan mencoba sebelum memutuskan. Satu sesi percobaan biasanya memberi gambaran jauh lebih jelas dibanding membaca brosur berhari-hari. Perhatikan seberapa sering Anda mendapat giliran berbicara dan apakah pelafalan Anda dikoreksi.
“Pertanyaan yang paling sering kami terima adalah soal biaya, padahal yang lebih menentukan hasil justru jumlah peserta per kelas. Kelas dengan dua puluh orang dan kelas dengan lima orang itu pengalaman belajarnya benar-benar berbeda, terutama untuk bahasa yang menuntut latihan bicara seperti Mandarin. Kami selalu menyarankan calon siswa mencoba dulu satu sesi, karena dari situ mereka bisa menilai sendiri.”
— Veby Millian, CEO and Co-founder BRCC Indonesia
Belajar Bahasa Mandarin di BRCC Indonesia
Belt and Road Chinese Center (BRCC) Indonesia menyelenggarakan kursus bahasa Mandarin mulai dari tingkat dasar bagi yang belum pernah menyentuh bahasa Mandarin sama sekali, hingga tingkat lanjutan.
Tersedia pilihan kelas tatap muka maupun daring, dengan pengajar lokal maupun penutur asli, sehingga dapat disesuaikan dengan ketersediaan waktu dan kebutuhan Anda. Selain kelas umum, tersedia pula program khusus anak serta persiapan sertifikasi HSK dan HSKK.
Pembelajaran tidak berhenti pada tata bahasa dan kosakata, tetapi juga mencakup pengenalan budaya Tiongkok yang membantu memahami konteks penggunaan bahasa. Bagi yang berencana melanjutkan studi, tersedia informasi dan pendampingan terkait proses pendaftaran.
Silakan berkonsultasi dengan tim kami untuk menentukan jenjang serta format kelas yang paling sesuai dengan tujuan Anda.
Yang Perlu Diketahui Sebelum Mulai Belajar
Ada beberapa hal yang sebaiknya dipahami sejak awal agar ekspektasi Anda realistis.
Nada adalah tantangan terbesar. Bahasa Mandarin memiliki empat nada yang menentukan makna. Kesalahan nada yang terbentuk sejak awal sangat sulit diperbaiki di tahap lanjut, karena Anda tidak dapat mendengar kesalahan Anda sendiri. Inilah alasan utama mengapa pendampingan pengajar bernilai, terutama di bulan-bulan pertama.
Tata bahasanya justru sederhana. Kabar baiknya, bahasa Mandarin tidak memiliki perubahan bentuk kata kerja, bentuk jamak, maupun gender kata benda. Struktur kalimat dasarnya pun mirip bahasa Indonesia, sehingga penutur Indonesia memiliki keuntungan tersendiri.
Konsistensi mengalahkan intensitas. Belajar dua puluh menit setiap hari memberi hasil jauh lebih baik dibanding lima jam sekali seminggu. Kelas membangun kerangka, sementara latihan harian yang mengisinya.
Persyaratan studi terus berkembang. Bagi yang menargetkan kuliah di Tiongkok, sejak tahun akademik 2026/2027 calon mahasiswa jenjang sarjana umumnya perlu mengikuti China Scholastic Competency Assessment atau CSCA, terutama pelamar beasiswa pemerintah. Ujian ini berbeda dari HSK karena mengukur kompetensi akademik. Penjelasannya tersedia pada artikel tentang apa itu CSCA.
Pertanyaan Seputar Sekolah Bahasa Mandarin
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk bisa berbahasa Mandarin?
Bergantung pada tingkat yang Anda tuju. Untuk percakapan dasar seperti berbelanja dan berkenalan, umumnya dibutuhkan beberapa bulan belajar rutin. Untuk percakapan sehari-hari yang mengalir, biasanya perlu satu hingga dua tahun. Sementara kemampuan setingkat akademik atau profesional membutuhkan waktu beberapa tahun.
Apakah harus punya dasar sebelum ikut kursus?
Tidak. Sebagian besar lembaga menyediakan kelas dasar untuk peserta yang belum mengenal bahasa Mandarin sama sekali. Justru pada tahap awal inilah pendampingan paling bernilai, karena pelafalan dan nada yang terbentuk di awal akan menentukan kemudahan Anda di jenjang berikutnya.
Lebih baik belajar dengan pengajar lokal atau penutur asli?
Idealnya keduanya. Pengajar lokal lebih mudah menjelaskan konsep yang membingungkan karena memahami kesulitan khas pembelajar Indonesia, sehingga sangat membantu di tahap awal. Penutur asli memberikan paparan langsung terhadap pelafalan dan ritme bicara alami, dan manfaatnya paling terasa saat kemampuan Anda mulai berkembang.
Apakah perlu mengambil sertifikat HSK?
Bergantung pada tujuan Anda. Untuk pendaftaran kuliah, beasiswa, atau lamaran kerja yang mensyaratkannya, sertifikat HSK umumnya diperlukan sebagai bukti resmi. Untuk keperluan pribadi, sertifikat tidak wajib meski tetap berguna sebagai tolok ukur kemajuan. Penjelasannya tersedia pada artikel tentang apa itu HSK.
Apa yang paling menentukan keberhasilan belajar bahasa Mandarin?
Konsistensi latihan di luar kelas. Sebaik apa pun lembaga yang Anda pilih, kemajuan tetap ditentukan oleh apa yang Anda lakukan di antara pertemuan. Kelas dua kali seminggu tanpa latihan mandiri hanya menghasilkan kemajuan yang lamban, apa pun formatnya.
Ditinjau dan diperbarui oleh Tim Konten BRCC Indonesia pada tanggal 3 September 2026. Artikel ini membahas meningkatnya minat terhadap sekolah bahasa Mandarin, mencakup jumlah penutur dan pengaruh globalnya, kebutuhan dunia kerja, peluang beasiswa, kriteria memilih tempat kursus yang sesuai, serta hal yang perlu dipahami sebelum mulai belajar. Ketentuan beasiswa dan persyaratan studi dapat berubah sewaktu-waktu, sehingga disarankan melakukan konfirmasi terkini.
