Festival dragon boat merupakan salah satu perayaan tradisional China yang berhasil menyedot perhatian wisatawan global setiap tahun. Perayaan ini sudah menjadi tradisi sejak ratusan tahun silam hingga sekarang. Mulanya untuk menghormati dan mengenang kematian seorang patriot berjasa di negera China, tetapi kini sekaligus menjadi momen tahunan untuk menarik wisatawan dan menyebarluaskan kebudayaan Chinese ke seluruh dunia.
Berdasarkan kalender lunar China, festival dragon boat berlangsung pada hari ke-5 bulan ke-5 atau bertepatan pada Juni bila berpedoman pada kalender Gregorian. Jangan khawatir, perayaan seru ini bukan hanya dapat Anda saksikan di negeri asalnya saja, tapi juga di berbagai negara lainnya.
Bagi yang ingin mencari pengalaman berbeda saat menonton festival perahu naga atau dragon boat, daftar lokasi di bawah ini bisa jadi pertimbangan.
Contents
1. Singapura
Sebagai negara tetangga, Singapura menjadi lokasi terdekat bagi masyarakat Indonesia yang ingin menonton festival dragon boat di luar negeri. Hitung-hitung sambil liburan juga, ’kan?
Kemeriahan perayaan perahu naga di Singapura tidak terlepas dari populasi orang Chinese di sana yang terbilang banyak. Meski demikian, di dalam acara ini turut berbaur multietnis lainnya.
Dragon boat festival mengambil tempat di lokasi perairan seperti Sungai Kallang, Bedok Reservoir, hingga Gardens by The Bay Marina Channel. Selama perayaan berlangsung, bukan hanya perahu-perahu ramping berbentuk naga yang tampak ramai, tapi juga aneka jajanan kuliner khas yang hanya ada pada hari tersebut.
2. Hongkong
Hongkong menggelar perayaan perahu naga setiap tahun di Stanley Main Beach. Festival ini termasuk salah satu yang paling ikonik di Hongkong. Tak heran jika persiapannya matang dan acaranya selalu meriah.
Sepanjang festival berlangsung, berbagai macam atraksi hiburan ditampilkan silih berganti. Pasar malam, kembang api, musik, hingga jajanan khas turut menambah kesemarakan festival.
3. Sydney, Australia
Meski warga Chinese di Australia tidak terlalu banyak, tradisi-tradisi mereka tetap berjalan. Termasuk tradisi berperahu naga. Bahkan di Australia, kegiatan ini bukan lagi sebatas tradisi tahunan saja, tetapi sudah menjadi sebuah kelompok olahraga balap perahu naga yang diisi oleh warga Chinese dan penduduk pribumi Australia.
Kemeriahan festival dragon boat dapat Anda saksikan di sepanjang Darling Harbour. Asyiknya lagi, festival ini berpayung langit malam yang semakin indah dengan parade kembang api yang spektakuler.
4. Vancouver
Beranjak lebih jauh dari Indonesia, tradisi kebanggaan warga Chinese ini juga ada di Vancouver. Bahkan, perahu naga di sini termasuk salah satu perayaan tertua di luar kawasan Asia. Bayangkan saja, pada tahun 1986 event akbar ini sudah ada di Vancouver!
Setiap tahun, False Creek menjadi lokasi berlangsungnya festival dragon boat. False Creek merupakan tempat yang memukau di Vancouver; dari sini Anda bisa memandang lanskap kota Vancouver dengan latar pegunungan yang megah.
5. San Francisco
Lokasi terjauh dari Indonesia, tetapi tetap direkomendasikan untuk menonton festival perahu naga adalah San Francisco. Hanya saja, jadwal festival di sini agak mundur dari jadwal umumnya. Di San Francisco, festival diadakan pada bulan September setiap tahunnya.
Sembari menyaksikan keseruan para peserta berlomba memacu perahu naga, mata kita juga dimanjakan dengan pemandangan Jembatan Golden Gate, Pulau Alcatraz, serta hamparan alam yang bukan main indah.
Festival dragon boat di San Francisco juga diramaikan oleh live music, karnaval, hingga bazaar kuliner ala Chinese. Semua itu akan menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Anda.
Di Balik Sejarah Festival Dragon Boat
Jauh sebelum event tahunan dragon boat semeriah sekarang, aslinya acara ini adalah bagian dari upacara memperingati kematian sosok penting di China: Qu Yuan. Ia merupakan seorang negarawan sekaligus penyair dengan jiwa patriotisme yang amat kuat, hingga kerap menghadapi berbagai konflik.
Suatu ketika, Qu Yuan diasingkan karena alasan politik. Di tempat pengasingan, ia mendengar bahwa negaranya jatuh ke tangan musuh. Saking besarnya rasa cinta Qu Yuan terhadap negaranya, ia pun merasa sangat terpukul. Akibat tak sanggup menanggung kesedihan, Qu Yuan akhirnya terjun ke Sungai Miluo dan tenggelam.
Mengetahui hal itu, warga sekitar berusaha menemukan Qu Yuan dengan cara menyisir sungai memakai perahu berbentuk naga. Bahkan, mereka sengaja membuang makanan ke sungai agar ikan-ikan tidak menyentuh jasad Qu Yuan.
Meski telah berhari-hari mencari, usaha mereka sia-sia. Jasad Qu Yuan tidak pernah ditemukan selamanya. Untuk memperingati kematiannya dan membangkitkan semangat kembali, warga lantas membuat perlombaan balap perahu naga, lengkap dengan suara gong yang dimainkan di atas perahu.
Acara ini kemudian menjadi tradisi tahunan di kalangan masyarakat Chinese. Karena selalu ramai, pada tahun 1970 untuk pertama kalinya Hongkong Tourist Association memperkenalkan balap perahu naga dalam bentuk festival.
Di samping itu, menimbang bahwa kegiatan ini banyak menguras tenaga dan mengandung nilai kompetisi yang tinggi, balap perahu naga pun dimodifikasi menjadi sebuah olahraga. Bahkan sudah ditetapkan sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan dalam ajang bergengsi Asian Games. Pesertanya bukan lagi sebatas warga Chinese saja, melainkan multi etnis dari berbagai negara dan latar belakang berbeda.
Kesimpulan
Sungguh, balap perahu naga bukan lagi sekadar tradisi memperingati kematian Qu Yuan, tetapi telah menjelma menjadi festival dragon boat yang dinantikan banyak orang. Selain mempromosikan budaya Chinese dan destinasi wisata, perayaan ini juga merangkul berbagai suku bangsa untuk turut menikmati kesemarakannya.